Presiden Prabowo Minta Penghapusan Kuota Impor untuk Komoditas Penting

Avatar photo

Rabu, 9 April 2025 - 06:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto hadiri pembukaan Sarasehan Ekonomi yang berlangsung di Menara Mandiri, Jakarta, pada Selasa, 8 April 2025 (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto hadiri pembukaan Sarasehan Ekonomi yang berlangsung di Menara Mandiri, Jakarta, pada Selasa, 8 April 2025 (Foto: BPMI Setpres)

 

Metrosiar – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penghapusan sistem kuota impor, khususnya untuk komoditas yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat. Arahan tersebut disampaikannya saat menghadiri Sarasehan Ekonomi di Menara Mandiri, Jakarta, pada Selasa, 8 April 2025.

Dalam sesi dialog, Presiden Prabowo mengatakan bahwa ia telah memerintahkan jajaran terkait, termasuk Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, serta Ketua Dewan Energi Nasional, untuk menghapus mekanisme kuota.

Prabowo menilai sistem tersebut kerap menghambat kelancaran perdagangan dan hanya menguntungkan pihak tertentu.

“Sudah saya perintahkan untuk menghapus kuota impor, terutama untuk barang-barang kebutuhan masyarakat. Siapa saja yang mampu dan ingin impor, silakan. Tidak boleh lagi ada penunjukan khusus,” ucap Presiden Prabowo.

Baca juga:  Pempus Dorong Peran Jawa Timur pada Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pertanian

Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah dalam menyederhanakan birokrasi dan menciptakan iklim usaha yang lebih terbuka. Prabowo juga menekankan pentingnya peran pelaku usaha dalam menciptakan lapangan kerja dan menumbuhkan ekonomi nasional.

“Pengusaha adalah ujung tombak penciptaan lapangan kerja. Silakan cari keuntungan, asalkan kewajiban seperti pajak tetap dijalankan dengan benar,” ujarnya.

Salah satu komoditas yang disinggung secara khusus oleh Prabowo adalah daging. Ia memerintahkan Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan untuk membuka akses impor tanpa pembatasan kuota bagi pihak manapun.

Baca juga:  Sulap Limbah Jadi Berkah, Mahmud Ali Kato Raup Untung Dari Kasur Daur Ulang

“Kalau mau impor, silakan. Rakyat kita juga bisa menilai. Jangan hanya segelintir perusahaan yang ditunjuk untuk bisa impor. Itu tidak adil,” katanya.

Selain soal kuota, Prabowo juga menyoroti praktik penyelundupan dan hambatan dalam sistem kepabeanan. Ia mengapresiasi masukan dari para pelaku usaha dan menegaskan kesiapan pemerintah untuk segera mengambil tindakan jika ditemukan praktik yang merugikan.

“Kalau ada implementasi yang tidak sesuai, laporkan segera. Kita akan langsung bertindak,” tutur Prabowo.(*)

Editor : Wodo Ndaya Coya

Sumber Berita: https://setkab.go.id/

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Green SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast MeluncurGreen SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast Meluncur
Promo September Ceria Azka Motor hadir dengan DP motor Honda mulai Rp500 ribu dan pilihan tenor kredit menarik untuk wilayah Jabodetabek.
Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi
Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis
Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven
Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat
Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi
Berita ini 24 kali dibaca
Presiden Prabowo juga menyoroti praktik penyelundupan dan hambatan dalam sistem kepabeanan. Ia mengapresiasi masukan dari para pelaku usaha dan menegaskan kesiapan pemerintah untuk segera mengambil tindakan jika ditemukan praktik yang merugikan.

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 12:01 WIB

Green SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast MeluncurGreen SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast Meluncur

Rabu, 2 September 2026 - 12:01 WIB

Promo September Ceria Azka Motor hadir dengan DP motor Honda mulai Rp500 ribu dan pilihan tenor kredit menarik untuk wilayah Jabodetabek.

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis

Senin, 15 Juni 2026 - 12:37 WIB

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Berita Terbaru

Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan (kiri depan) bersama Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni (tengah) dan jajaran meninjau kawasan KHDTK Tumbang Nusa di tengah kondisi berkabut asap.

Peristiwa & Bencana

Karhutla Kalteng Makin Serius, Langkah Tegas Disiapkan

Rabu, 23 Sep 2026 - 00:00 WIB

Warga dan para tamu undangan mengikuti acara syukuran peresmian Jalan Arjuna dalam suasana penuh kebersamaan.

Politik

36 Titik Jalan Dicor, Supriyatna: “Ini Baru Luar Biasa”

Selasa, 22 Sep 2026 - 23:25 WIB

Peristiwa & Bencana

Kebakaran Hebat di Kebayoran Lama,18Rumah Terdampak

Selasa, 22 Sep 2026 - 23:02 WIB