10 Beasiswa Luar Negeri Tanpa TOEFL dan IELTS yang Bisa Jadi Jalanmu ke Dunia Internasional

Avatar photo

Selasa, 8 April 2025 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa internasional penerima beasiswa luar negeri tanpa syarat TOEFL atau IELTS sedang mengikuti perkuliahan di universitas tujuan. Potret Ilustrasi Mahasiswa saat merayakan kelulusan. (Sumber: Santamonicaedu)

Mahasiswa internasional penerima beasiswa luar negeri tanpa syarat TOEFL atau IELTS sedang mengikuti perkuliahan di universitas tujuan. Potret Ilustrasi Mahasiswa saat merayakan kelulusan. (Sumber: Santamonicaedu)

 

Metrosiar – Melanjutkan studi ke luar negeri adalah impian banyak pelajar Indonesia.

Tetapi, salah satu kendala umum yang sering dihadapi adalah persyaratan sertifikat kemampuan bahasa Inggris seperti TOEFL atau IELTS.

Tes ini tidak hanya memerlukan persiapan yang matang, tetapi juga biaya yang tidak sedikit.

Untungnya, kini ada berbagai program beasiswa dari berbagai negara yang tidak menjadikan TOEFL atau IELTS sebagai syarat utama.

Ini membuka kesempatan lebih luas bagi para pelajar yang ingin menempuh pendidikan internasional tanpa terbebani oleh tes bahasa.

Berikut ini 10 beasiswa luar negeri yang bisa kamu lamar tanpa harus menyertakan sertifikat TOEFL atau IELTS:

1. Global Korea Scholarship (GKS)

Diselenggarakan oleh National Institute for International Education (NIIED) di bawah Kementerian Pendidikan Korea Selatan, beasiswa ini terbuka untuk jenjang D2, S1, S2, dan S3.

GKS juga menyediakan kursus bahasa Korea selama satu tahun sebelum perkuliahan dimulai, jadi kamu tidak perlu khawatir jika belum fasih berbahasa Korea.

2. Beasiswa Pemerintah Cina (Chinese Government Scholarship – CGS)

Dikelola oleh Dewan Beasiswa Cina (CSC), beasiswa ini memungkinkan kamu untuk menempuh studi dengan bahasa pengantar Mandarin.

Tidak perlu TOEFL/IELTS, tetapi kamu perlu mengikuti ujian HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi) minimal level 3 atau 4.

Baca juga:  Rayakan Kemerdekaan ke-80 RI, UBP Lontar Resmikan Pembangunan Sekolah MI Al-Husna Kemiri Tangerang

3. Beasiswa Pemerintah Turki (Turkiye Burslari)

Beasiswa penuh dari Pemerintah Turki ini mencakup tunjangan bulanan, akomodasi, asuransi kesehatan, kursus bahasa Turki selama satu tahun, biaya kuliah, dan tiket pesawat.

Tanpa syarat TOEFL atau IELTS, program ini sangat menarik bagi calon mahasiswa internasional.

4. Beasiswa Pemerintah Rumania

Melalui Kementerian Luar Negeri Rumania, beasiswa ini diberikan kepada warga non-Uni Eropa.

Pengantar kuliahnya adalah bahasa Rumania untuk jenjang S1 dan S2, dan tersedia kursus persiapan bahasa selama satu tahun bagi yang belum menguasainya.

5. Beasiswa Pemerintah Swiss

Pemerintah Swiss menyediakan beasiswa untuk mahasiswa internasional di universitas ternama seperti University of Geneva dan University of Basel.

Beberapa programnya tidak mewajibkan skor IELTS, menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang ingin belajar di Eropa tanpa tes bahasa Inggris.

6. Konrad-Adenauer Stiftung (KAS) Scholarships

Beasiswa ini ditujukan untuk jenjang S2 dan S3 di Jerman.

Tanpa kewajiban TOEFL/IELTS, program ini memberikan tunjangan bulanan, biaya riset, perjalanan, dan asuransi.

Sangat cocok bagi mahasiswa dengan minat pada ilmu sosial dan politik.

7. SBW Berlin Scholarships

Ditujukan untuk mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang ingin kuliah S1 atau S2 di Jerman.

Baca juga:  Prabowo : Saya Lebih Hormat Ke Pemulung Tukang Becak Yang Bekerja Keras Dibandingkan Dengan Koruptor

Meski tidak meminta sertifikat IELTS, penerima beasiswa diharapkan memiliki prestasi akademik unggul dan komitmen terhadap pengembangan proyek sosial.

8. Heinrich Boll Foundation Scholarships

Dikhususkan untuk studi S3 di Jerman, beasiswa ini tidak mensyaratkan TOEFL/IELTS, tapi meminta kemampuan bahasa Jerman minimal DSH 2 atau B2.

Cocok untuk pelamar yang tertarik mendalami ilmu sosial dan lingkungan.

9. Kurt Hansen Science Scholarships

Diberikan oleh Bayer Foundation untuk mahasiswa atau calon guru di bidang STEM.

Beasiswa ini bernilai hingga €10.000 dan tidak mensyaratkan TOEFL atau IELTS. Fokus utamanya adalah prestasi akademik dan proyek penelitian.

10. Hokkaido University President’s Fellowship

Beasiswa dari Hokkaido University, Jepang, untuk program S2 dan S3.

Tidak mewajibkan TOEFL/IELTS, namun hanya terbuka bagi mahasiswa atau alumni dari universitas mitra resmi Hokkaido University.

Jadiii…

Memiliki mimpi studi ke luar negeri tidak lagi harus terhambat oleh tes TOEFL atau IELTS.

Melalui berbagai pilihan beasiswa di atas, kamu bisa mempersiapkan masa depan akademikmu di berbagai negara tanpa harus mengikuti tes bahasa Inggris yang mahal dan menantang.

Kuncinya adalah rajin mencari informasi, mempersiapkan dokumen, dan jangan takut mencoba. Dunia menunggu kamu!(*)

Editor : Ndaya Coya Wodo

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah
Nanik S. Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan Calon Penggantinya: “Adik Saya”
Langkah Nyata Ray Bena Mencetak Generasi Unggul: 4.500 Siswa Terima Seragam Gratis, Kontingen Jambore Emban Misi Daerah
158 Mahasiswa GENTASKIN Diterjunkan ke Desa-Desa Ngada, Wabup Berni Dhey: Jangan Pulang Hanya Membawa Laporan, Tinggalkan Warisan Perubahan
Pendidikan Menembus Pelosok! Wabup Ngada Resmikan SMPS Matago Christian College, Sekolah Berasrama Buka Harapan Baru bagi Anak Desa
Ratusan Mahasiswa KKN “Serbu” Desa-Desa Ngada, Bupati dan Wabup Perkuat Kolaborasi Kampus untuk Akselerasi Pembangunan Berbasis Masyarakat
SPENSA Bajawa Gelar Festival Talenta Terbesar, Akademik, Olahraga dan Seni Bersatu dalam Satu Panggung
Ada yang Teriak, Ada yang Ketawa! Keseruan Anak TK Saat Edukasi Damkar
Berita ini 143 kali dibaca
10 beasiswa luar negeri yang tidak mewajibkan TOEFL atau IELTS, termasuk dari Korea, Cina, Turki, dan Jerman. Program ini memberikan kesempatan kuliah gratis dengan fasilitas lengkap tanpa tes bahasa Inggris yang biasanya jadi hambatan.

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:38 WIB

Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:50 WIB

Nanik S. Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan Calon Penggantinya: “Adik Saya”

Senin, 20 Juli 2026 - 15:53 WIB

Langkah Nyata Ray Bena Mencetak Generasi Unggul: 4.500 Siswa Terima Seragam Gratis, Kontingen Jambore Emban Misi Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:20 WIB

158 Mahasiswa GENTASKIN Diterjunkan ke Desa-Desa Ngada, Wabup Berni Dhey: Jangan Pulang Hanya Membawa Laporan, Tinggalkan Warisan Perubahan

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:28 WIB

Pendidikan Menembus Pelosok! Wabup Ngada Resmikan SMPS Matago Christian College, Sekolah Berasrama Buka Harapan Baru bagi Anak Desa

Berita Terbaru

Menko Polkam Djamari Chaniago (tengah) memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Bogor.

Hukum & Kriminal

3,37 Ton Narkoba Dimusnahkan, Pesan Menko Polkam Langsung Jadi Sorotan

Jumat, 24 Jul 2026 - 18:57 WIB