Indonesia Dinilai Siap Hadapi Tantangan Geopolitik Lewat Strategi Ekonomi Terintegrasi

Minggu, 6 April 2025 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (freepik.com)

Ilustrasi (freepik.com)

 

Metrosiar – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai memiliki kesiapan dan visi jangka panjang dalam menghadapi tantangan global, termasuk ancaman perang dagang yang kembali digaungkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Kebijakan proteksionis seperti pemberlakuan tarif tinggi terhadap berbagai negara, termasuk Indonesia, disebut menjadi pengingat pentingnya ketahanan ekonomi nasional.

Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menyatakan bahwa dalam konteks global saat ini, medan persaingan negara-negara bukan lagi sekadar pada sektor ekonomi dan pembangunan, melainkan telah menjadi arena geopolitik yang keras dan penuh tekanan.

“Presiden Prabowo sudah berpikir jauh ke depan untuk menjadikan ekonomi sebagai bagian dari sistem pertahanan nirmiliter.

Ini adalah pendekatan strategis yang menyatukan kekuatan ekonomi dan keamanan nasional,” kata Fahmi dalam keterangan resminya, pada Minggu (6/4/2025).

Ia menjelaskan bahwa sejumlah langkah strategis seperti hilirisasi industri, pembangunan lumbung pangan, transisi energi, serta insentif bagi industri dalam negeri bukanlah proyek sektoral semata.

Baca juga:  OJK Terbitkan Pedoman Keamanan Siber untuk Perdagangan Aset Keuangan Digital di Indonesia

Menurutnya, semua itu merupakan fondasi dari benteng ketahanan nasional Indonesia untuk puluhan tahun ke depan.

“Pemerintahan Prabowo tidak ingin ekonomi kita hanya menjadi bagian dari pertumbuhan global. Sektor-sektor strategis hendak diubah menjadi pilar utama pertahanan nasional,” jelas Fahmi.

Ia menambahkan bahwa kebijakan ekonomi harus dijalankan tidak hanya untuk mengejar pertumbuhan angka, melainkan untuk memperkuat daya tahan dan daya saing bangsa.

Dalam konteks ini, kebijakan tarif dari AS dinilai sebagai pengingat bahwa kekuatan ekonomi adalah refleksi dari kekuatan negara itu sendiri.

Fahmi menegaskan bahwa ke depan, kebijakan ekonomi Indonesia harus dirancang sebagai bagian dari strategi geopolitik.

Tujuannya bukan hanya untuk tumbuh, tetapi juga untuk bertahan dan bahkan memimpin dalam tatanan global baru.

Baca juga:  Tukang Jahit Di Pekalongan Kaget Didatangi Petugas Pajak, Ditagih Tunggakan 2,8 Miliar

“Diplomasi perdagangan juga harus diperkuat, tak hanya untuk memperluas pasar, tetapi untuk mengukuhkan posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fahmi menilai bahwa Prabowo sedang membangun ekonomi yang tidak hanya kompetitif secara pasar, tetapi juga berdaulat secara strategis.

Transformasi yang dilakukan, mulai dari hilirisasi, digitalisasi, pertanian modern hingga penguatan industri pertahanan, semuanya merupakan bagian dari sistem pertahanan nasional yang holistik.

“Visi ini tentu memerlukan konsistensi, ketegasan birokrasi, dan dukungan kolektif dari seluruh elemen bangsa,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara kementerian ekonomi, pertahanan, luar negeri, dan BUMN agar kebijakan berjalan selaras, tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Di tengah era keterhubungan global, justru ketergantungan yang tidak seimbang akan menjadi titik lemah baru.

Karenanya, strategi ekonomi ke depan harus memastikan Indonesia menjadi pihak yang menentukan, bukan ditentukan,” tutup Fahmi.(*)

Editor : Ahmad

Sumber Berita: Mediaindonesia.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fahri Hamzah Bongkar Cara Prabowo Kelola Ekonomi, Publik Ternyata Salah Paham!
Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama
Rekor Harga Sudah di Depan Mata, Koreksi Emas kini sudah tidak terlihat lagi.
Prediksi Emas Besok 07 November 2025
Solidaritas Tanpa Batas! Warga Lampung di Perantauan Kini Punya Lahan Pemakaman dan Mobil Jenazah Gratis
Permata CERITA 2025: Tanamkan Budaya Menabung dan Cinta Lingkungan Sejak Usia Sekolah
Mayoritas Saham Himbara Menguat Seiring Masuknya Rp200 Triliun Kas Negara
Berita ini 21 kali dibaca
"Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai memiliki kesiapan dan visi jangka panjang dalam menghadapi tantangan global, termasuk ancaman perang dagang yang kembali digaungkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump."

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:50 WIB

Fahri Hamzah Bongkar Cara Prabowo Kelola Ekonomi, Publik Ternyata Salah Paham!

Senin, 20 April 2026 - 07:46 WIB

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Rabu, 15 April 2026 - 10:40 WIB

Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama

Selasa, 11 November 2025 - 05:12 WIB

Rekor Harga Sudah di Depan Mata, Koreksi Emas kini sudah tidak terlihat lagi.

Kamis, 6 November 2025 - 15:35 WIB

Prediksi Emas Besok 07 November 2025

Berita Terbaru

Fahri Hamzah menyampaikan pandangannya terkait pengelolaan ekonomi nasional dalam kajian bertema “Negara dan Hari Buruh”.

Keuangan & Perpajakan

Fahri Hamzah Bongkar Cara Prabowo Kelola Ekonomi, Publik Ternyata Salah Paham!

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:50 WIB

Petani merawat kebun bawang di Saruran, Enrekang, dengan latar pegunungan yang asri, mencerminkan harapan dan kesejahteraan dari hasil panen yang menjanjikan.

Bisnis & Investasi

Harga Bawang Stabil, Enrekang Jadi Ladang Emas Petani

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:12 WIB