Mengapa Pemerintah Mengamati Hilal Menjelang Lebaran?

Avatar photo

Kamis, 27 Maret 2025 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Misteri Hilal Menentukan 1 Syawal dan Makna di Baliknya. Potret Ilustrasi Hilal (Freepik)

Misteri Hilal Menentukan 1 Syawal dan Makna di Baliknya. Potret Ilustrasi Hilal (Freepik)

Metrosiar – Menjelang Lebaran, pemerintah bersama organisasi masyarakat selalu mengamati hilal untuk menentukan tanggal 1 Syawal. Tapi, apa sih yang membuat hilal begitu penting? Yuk, kenalan dulu dengan hilal!

Mungkin kamu pernah bertanya-tanya, kenapa bentuk Bulan selalu berubah setiap malam?

Sebenarnya, perubahan ini dikenal sebagai fase-fase Bulan, yang terjadi karena Bulan mengelilingi Bumi setiap 29,5 hari.

Posisi Bulan berubah seiring perjalanannya, dan perubahan bentuk tersebut terjadi karena Bulan tidak memancarkan cahaya sendiri. Cahaya yang kita lihat berasal dari pantulan cahaya Matahari.

Proses Fase Bulan Dari Purnama Hingga Baru

Saat Bulan mencapai fase purnama, kita melihat sisi siang Bulan. Pada fase separuh, kita bisa melihat sisi siang dan malam Bulan.

Sementara itu, pada fase Bulan baru, Bulan tidak terlihat karena yang tampak adalah sisi malamnya.

Baca juga:  Polres Jakbar Amankan Sopir Nakal Penggelap 15 Ton Beras Premium, AKP Dimitri Mahendra sebut Pelaku Diamankan di Balaraja

Sistem penanggalan Hijriah memanfaatkan pergerakan Bulan ini, sehingga pengamatan Bulan menjadi hal yang penting untuk menentukan waktu dalam kalender Hijriah. Ingat ya, yang diamati adalah Bulan, bukan jodoh!

Apa Itu Hilal?

Hilal adalah istilah Arab untuk “Bulan sabit”, yang pertama kali terlihat setelah fase Bulan baru. Hilal sangat tipis dan muda, sekitar 12 jam setelah fase Bulan baru.

Hilal menjadi penanda dimulainya bulan baru dalam kalender Hijriah. Jika hilal belum terlihat, maka bulan belum berganti.

Namun, tidak semua Bulan sabit tipis bisa disebut hilal. Ada kriteria khusus: hilal harus dapat diamati setelah Matahari terbenam dan memiliki ketinggian tertentu.

Bulan sabit tipis yang terlihat di siang hari belum tentu hilal, karena bisa jadi itu adalah Bulan sabit tua, bukan hilal.

Alat dan Waktu untuk Mengamati Hilal

Baca juga:  UPTD Latihan Kerja Disnaker Tangerang Gelar Pelatihan Teknik Las, 16 Warga Desa Jambu Karya Terlibat

Mengamati hilal bukanlah hal yang mudah. Karena sangat tipis, dibutuhkan kejelian tinggi untuk menemukannya.

Beruntung, sekarang kita bisa menggunakan peralatan astronomi seperti teleskop untuk memudahkan pengamatan.

Waktu untuk melihat hilal juga sangat singkat, karena usia hilal yang diamati astronom biasanya kurang dari 12 jam, dan ketinggiannya hanya sekitar 6 derajat di atas cakrawala.

Hilal akan terbenam sekitar 24 menit setelah Matahari terbenam.

Hilal Sebagai Penanda Awal Bulan Baru

Setelah hilal terlihat, itu menandakan bahwa malam itu adalah awal dari bulan baru. Jika hilal tersebut adalah hilal awal Syawal, maka malam itu juga menandakan berakhirnya seluruh ibadah Ramadan, seperti salat tarawih dan sahur.

Itulah hilal yang menjadi penentu awal bulan Hijriah. Semoga penjelasan ini membantu! Mohon maaf lahir dan batin, dan selamat menyambut Lebaran!(*)

Editor : Kun

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi
Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako
Stadion Lebijaga Dilirik untuk PON 2028, KONI Pusat Soroti Fasilitas yang Masih Perlu Dibenahi
Wabup BDN Lepas 60 Atlet Pelajar Ngada ke POPDA VIII 2026, Targetkan Prestasi dan Nama Besar Daerah
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:20 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi

Berita Terbaru

Nusantara

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:20 WIB