Metrosiar – Arsenal mengamuk bak badai dahsyat yang meluluhlantakkan pertahanan PSV Eindhoven, menggempur tanpa ampun hingga memborong tujuh gol dalam duel leg pertama babak 16 besar Liga Champions!
Tanpa striker murni sekalipun, The Gunners tampil sebagai mesin penghancur di Philips Stadion pada Selasa malam (4 Maret 2025), menampilkan keganasan yang sulit dibendung oleh sang tuan rumah.
Sinyal badai mulai terlihat ketika Jurrien Timber, bak raksasa yang melompat dari langit, menyundul umpan akurat Declan Rice ke pojok gawang, memecah kebuntuan Arsenal.
Begitu keran gol terbuka, air bah tak tertahankan!

Lima menit berselang, bocah ajaib Ethan Nwaneri, yang seolah memiliki sihir di kakinya, menggandakan keunggulan dengan sontekan dingin memanfaatkan umpan dari rekannya sesama talenta muda, Myles Lewis-Skelly.
PSV yang masih berusaha bernapas justru kembali tertimpa petaka.
Kali ini giliran Mikel Merino yang mencetak gol ketiga Arsenal setelah memanfaatkan blunder fatal Ryan Flamingo.
Harapan sempat muncul bagi tuan rumah ketika Noa Lang mencetak gol dari titik putih, melepaskan tembakan sekeras meriam yang bahkan tak bisa dihalau David Raya.
Namun, gol tersebut tak lebih dari percikan api kecil di tengah kobaran inferno yang diciptakan pasukan Mikel Arteta.
Babak kedua baru saja dimulai ketika Arsenal kembali menyalakan mesin golnya!

Martin Odegaard menambah penderitaan PSV dengan sontekan maut, sebelum Leandro Trossard menambah luka menjadi 5-1.
Tak cukup sampai di situ, Odegaard lagi-lagi menebar teror dengan tembakan keras yang sempat ditepis Benitez, namun tetap meluncur deras melewati garis gawang untuk mengubah skor menjadi 6-1.
Sebagai penutup malam yang sempurna, Odegaard memainkan peran maestro dengan mengirim umpan manja kepada Riccardo Calafiori, yang dengan kejam menembakkan bola ke jala lawan, memastikan Arsenal berpesta dengan tujuh gol!
Kemenangan spektakuler ini membuat The Gunners melangkah ke leg kedua dengan kepercayaan diri setinggi langit, sementara PSV harus menatap mimpi buruk yang tampaknya belum akan berakhir!(*)
Editor : Konrad Wodo









