Metrosiar – Kyrie Irving mengalami cedera lutut kiri pada Senin malam, tetapi ia tetap menunjukkan ketangguhannya dengan menembakkan lemparan bebas untuk Mavericks — meskipun air mata mengalir di pipinya — sebelum akhirnya meninggalkan lapangan karena kesakitan.
Insiden ini terjadi saat Dallas harus mengakui kekalahan 122-98 dari Sacramento Kings.
Jatuh dan Bangkit Kembali
Irving mengalami insiden tak terduga ketika ia dilanggar oleh DeMar DeRozan saat menerobos ke ring.
Saat mendarat, kaki kanannya menginjak kaki pemain Kings, Jonas Valanciunas, menyebabkan ia kehilangan keseimbangan.
Ketika terjatuh, lutut kirinya mengalami hiperekstensi, membuatnya tergeletak di lapangan.
Harapan dan Dukungan untuk Kesembuhan
Hingga pertandingan berakhir, Mavericks belum memberikan pembaruan terkait kondisi Irving. Namun, pelatih Jason Kidd tetap optimis.
“Hanya sial saja,” ujar Kidd.
“Saya harap dia baik-baik saja, bahwa ini bukan sesuatu yang serius.”
Mental Baja: Tetap Berdiri di Tengah Rasa Sakit
Saat cedera terjadi, Irving tetap di lantai selama beberapa menit, merasakan sakit yang luar biasa.
Rekan-rekannya, termasuk Anthony Davis yang juga tengah cedera, membantu membawanya ke ruang ganti.
Namun, Irving menunjukkan mental baja dengan kembali ke lapangan untuk melakukan dua lemparan bebas.
Setelah memasukkan keduanya dan membawa Dallas mendekat 23-18, ia akhirnya dituntun ke luar lapangan, dan Mavericks mengonfirmasi bahwa ia tidak akan kembali bermain malam itu.
“Itulah dia, maksud saya, Kai itu pria yang tangguh,” kata Kidd.
“Saya bertanya kepadanya saat mereka membawanya keluar lapangan, ‘Kamu baik-baik saja jika pergi tanpa menembak? Kamu akan dinyatakan keluar.’ Jadi mereka membawanya ke garis lemparan bebas, dia melakukan tembakannya, lalu kami mengeluarkannya.”
Jejak Legenda: Mengingat Semangat Kobe Bryant
Keputusan Irving untuk tetap menembak meskipun sedang kesakitan mengingatkan banyak orang pada mendiang Kobe Bryant.
Kobe pernah melakukan dua tembakan bebas penyeimbang untuk Los Angeles Lakers setelah mengalami cedera tendon Achilles dalam kemenangan melawan Golden State pada 12 April 2013.
Sebuah tindakan yang menunjukkan bahwa mental juara sejati tak mudah goyah oleh rasa sakit.
Tetap Berjuang Meski Diterpa Badai
Sebagai pemain yang telah sembilan kali menjadi All-Star, Irving telah membuktikan bahwa dirinya adalah pilar penting bagi Dallas Mavericks.
Dengan rata-rata 25 poin per pertandingan, ia menjadi andalan dalam serangan, terutama setelah kepergian Luka Doncic ke Los Angeles Lakers pada 1 Februari.
Sayangnya, Mavericks tengah menghadapi ujian berat. Selain Irving, mereka juga kehilangan Anthony Davis — yang hanya sempat bermain satu kali untuk Dallas sebelum mengalami cedera pangkal paha — serta Daniel Gafford, Dereck Lively II, dan P.J. Washington Jr.
Mental Pemenang Tidak Pernah Menyerah
Dallas semakin kekurangan pemain ketika Jaden Hardy mengalami cedera pergelangan kaki di kuarter ketiga, membuat mereka harus menyelesaikan pertandingan hanya dengan sembilan pemain.
Namun, Jason Kidd tetap berusaha menjaga semangat tim.
“Sepertinya setiap kali kami hampir mendapatkan seseorang kembali, ada yang jatuh lagi,” ujar Kidd.
“Malam ini, baik Hardy maupun Kai cedera. Jadi, kami mulai kehabisan pemain.”
Namun begitu, meski diterpa badai, semangat juang tetap menyala. Cedera mungkin bisa menghentikan langkah sesaat, tetapi mental pemenang akan selalu mencari jalan untuk bangkit kembali.(*)
Editor : Konrad Wodo









