Bulog Menjamin Aman Stok Beras Hingga Akhir Ramadhan 2025

Avatar photo

Jumat, 28 Februari 2025 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrosiar – Perum Bulog memastikan ketersediaan stok beras nasional dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya hingga akhir bulan Ramadan 2025.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Mokhamad Suyamto mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan segala langkah untuk memastikan pasokan beras tetap stabil selama bulan puasa.

Dengan stok yang cukup baik baik dari cadangan beras pemerintah (CBP) maupun hasil pembelian gabah dari petani domestik.

“Untuk saat ini total stok beras yang dikuasai Perum Bulog kurang lebih sebanyak 1,9 juta ton,” kata Suyamto dalam keterangan tertulis, Jumat (28/2/2025).

Ia menambahkan, Bulog telah menetapkan target penyediaan stok yang mencakup periode hingga akhir Ramadan. Sehingga, ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir tentang kelangkaan pasokan beras.

Selain itu, dalam rangka menjaga kestabilan harga bahan pangan, Bulog juga akan melaksanakan operasi pasar pangan murah di sejumlah daerah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengendalikan harga beras, gula, serta bahan pokok lainnya yang rentan mengalami lonjakan harga menjelang Ramadan dan Lebaran 2025.

Suyamto menyebut, untuk menjaga harga beras tetap stabil selama Ramadan, Bulog akan melakukan stabilisasi harga di tingkat produsen maupun konsumen. “Untuk beras kita melaksanakan stabilisasi di tingkat produsen, petani kita cek harganya. Di konsumen juga kita jaga harganya,” imbuhnya.

Baca juga:  Penyebab adanya kandungan Etanol pada bahan bakar Pertamina VIVO dan BP-AKR batalkan pembelian

Operasi pasar pangan murah ini akan dilakukan di berbagai lokasi strategis. Bulog juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Pos Indonesia, ID Food dan BUMN terkait lainnya untuk memperluas jangkauan penyaluran bahan pangan ke masyarakat.

“Hal ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih stabil,” sambung Suyamto.

Selain mengelola ketersediaan stok dan menjaga kestabilan harga, Bulog juga mendapat penugasan dari pemerintah untuk menyerap gabah hasil panen petani dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional. Untuk memastikan pasokan beras tetap tercukupi serta memberikan harga yang adil bagi petani.

“Di tingkat petani kita melakukan pengadaan dalam negeri secara garis besar ada 2 tujuannya. Yang pertama tentu saja bagaimana petani mendapatkan harga minimal HPP GKP (Harga Pembelian Pemerintah Gabah Kering Panen) di petani sebesar Rp 6.500 per kg,” terang Suyamto.

“Kemudian tujuan pengadaan yang kedua, adalah dengan pengadaan kita memiliki Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Ini sangat penting, karena salah satu indikator utama apakah kita swasembada atau tidak, bagaimana atau berapa jumlah cadangan yang ada di gudang Bulog terkait dengan pengadaan. Jadi, ada 2 pola yang kita lakukan,” ia menambahkan.

Baca juga:  Menag Imbau Masjid Jangan Ditutup, Bisa Jadi Posko Mudik 24 Jam untuk Pemudik

Ia juga mengimbau kepada para petani untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan menjual gabah mereka langsung kepada Bulog. Sehingga memastikan harga yang stabil dan adil.

Melalui program penyerapan gabah ini, Bulog berharap dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga kestabilan harga beras di pasar.

“Bulog langsung ke sawah membeli kepada petani dengan harga Rp 6.500 per kg. Kita olah di sarana-sarana pengelolaan kita juga, untuk menambah kapasitas pengolahan kita juga kerjasama dengan mitra-mitra Bulog,” ungkapnya.

Di samping itu, Bulog juga melakukan pengadaan melalui mitra kerja pengadaan. “Walaupun kita membeli melalui mitra kerja pengadaan tetep kita persyaratan bahwa mitra itu juga harus membeli ke petani dengan harga Rp 6.500 per kg dan sekali lagi bahwa baik Bulog maupun penggilingan swasta itu harus membeli GKP di tingkat petani sebesar Rp 6.500 per kg,” bebernya.

Sumber Berita: Liputan6

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangkok Bank Bawa 37 Investor Thailand, Ada Apa dengan Indonesia?
Empat Jalan Tangerang Tuntas, Akses Warga Kembali Lancar
Pemkab Tangerang Punya Gebrakan Baru, Desa Cikuya Jadi Pusat Komoditas
Indonesia Bidik Investor Data Center, Potensi Listrik Papua 23 GW
AMDAL Jadi Kunci Proyek Aman, Ini Risiko Jika Diabaikan!
Pakons Prime Hotel Tangerang Gelar Wedding Showcase, Paket Pernikahan Mulai Rp32 Juta!
Akses Keuangan 92,76%, Annisa Mahesa Bongkar Masalah yang Masih Mengintai!
Green SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast MeluncurGreen SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast Meluncur
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Bangkok Bank Bawa 37 Investor Thailand, Ada Apa dengan Indonesia?

Selasa, 29 September 2026 - 13:19 WIB

Empat Jalan Tangerang Tuntas, Akses Warga Kembali Lancar

Selasa, 29 September 2026 - 13:10 WIB

Pemkab Tangerang Punya Gebrakan Baru, Desa Cikuya Jadi Pusat Komoditas

Senin, 28 September 2026 - 09:29 WIB

Indonesia Bidik Investor Data Center, Potensi Listrik Papua 23 GW

Senin, 28 September 2026 - 08:29 WIB

AMDAL Jadi Kunci Proyek Aman, Ini Risiko Jika Diabaikan!

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Jimly Dorong Pansus, Polemik Syarat Cawapres 2024 Kembali Memanas

Kamis, 15 Okt 2026 - 13:51 WIB

Nusantara

Kemarau Panjang Buka Jejak Kampung yang Tenggelam di WGM

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:28 WIB

Nusantara

Prabowo Pilih Kepala BPGMN, Sosoknya Terungkap

Rabu, 14 Okt 2026 - 13:13 WIB