Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Gabungan Dikerahkan

Avatar photo

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Metrosiar – Operasi Patuh Jaya 2026 resmi digelar mulai hari ini, Senin (26/10/2026), hingga 8 November 2026. Sebanyak 2.938 personel gabungan dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan operasi tersebut.

Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto mengatakan, Operasi Patuh Jaya 2026 akan berlangsung selama 14 hari dengan melibatkan personel dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, dan Satpol PP.

 

“Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, mulai dari tanggal 26 Oktober sampai dengan 8 November 2026, dengan melibatkan 2.938 personel gabungan, di mana Polri ada 2.798, 80 dari TNI, 30 Dishub DKI Jakarta, dan 30 Satpol PP,” kata Dadang saat memimpin apel di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Senin (26/10/2026).

 

Dadang mengatakan, operasi kali ini mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan.” Menurutnya, keselamatan lalu lintas harus diwujudkan secara bersama-sama, baik oleh petugas maupun masyarakat.

 

“Dalam hal ini, instansi terkait, tokoh masyarakat, orang tua, guru, dan masyarakat itu sendiri untuk membangun kepatuhan yang lahir dari kecerdasan murni dari dalam diri pribadi, kesadaran pribadi. Oleh karena itu, cara bertindak operasi ini lebih dominan pada upaya preemtif dan preventif,” jelasnya.

Baca juga:  Kali Mati yang Nyaris Bikin Banjir, Warga Kutabumi Bergerak Bareng Ormas!

 

Ada sejumlah pelanggaran yang menjadi sasaran dalam Operasi Patuh Jaya tahun ini. Di antaranya pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm sesuai SNI, pengemudi mobil yang tidak mengenakan sabuk pengaman, penggunaan ponsel saat berkendara, pelanggaran rambu atau marka jalan, menerobos lampu merah, melebihi batas kecepatan, hingga melawan arus.

 

Dadang juga berpesan kepada seluruh anggota yang terlibat agar melakukan pendataan dan pemetaan terhadap titik-titik rawan pelanggaran, khususnya pelanggaran melawan arus.

 

“Identifikasi akar masalahnya, apakah kurangnya rambu peringatan, minimnya pengawasan, atau faktor rekayasa lalu lintas. Petakan titik rawan kecelakaan. Identifikasi akar masalahnya, apakah kondisi jalan rusak, kurangnya penerangan lampu jalan, minimnya rambu, atau minimnya pengawasan,” kata dia.

 

“Petakan dan identifikasi pelanggaran kacamata seperti tidak memakai helm. Catat identitas, alamat rumah, atau asal sekolah bagi pelanggar yang masih berstatus pelajar. Cari tahu akar masalahnya melalui pendekatan humanis, apakah karena faktor ekonomi tidak mampu membeli helm atau sekadar rendahnya kesadaran masyarakat,” imbuhnya.

Baca juga:  2,6 Ton Narkotika Cair Digagalkan, Komisi III DPR Desak Sindikat Dibongkar

 

Dia menegaskan, anggota harus mengedepankan tindakan yang tegas dan humanis, namun tetap sesuai aturan. Setiap penindakan juga diwajibkan didokumentasikan melalui video.

 

“Harus dilakukan dengan menggunakan video, baik itu melalui bodycam atau rekaman HP. Di sini petugas menggunakannya sebagai bahan pengawasan, akuntabilitas, dan evaluasi,” tuturnya.

 

Selain itu, Dadang meminta Provost terlibat aktif dalam melakukan pengawasan guna memastikan tidak terjadi pelanggaran yang dilakukan anggota selama operasi berlangsung.

 

Dia juga meminta seluruh personel mengedepankan edukasi dan pencegahan, tetapi tetap melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

 

“Dampak yang kita harapkan dari terselenggaranya operasi ini adalah meningkatnya kepatuhan masyarakat secara nyata, terutama pada wilayah-wilayah yang menjadi target kita. Jadi tetapkan targetnya, mana wilayahnya, kita akan melihat apakah di situ sudah terjadi kepatuhan atau tidak,” kata dia.

 

“Kemudian berkurangnya angka pelanggaran yang berulang, terjaganya keselamatan seluruh pengguna jalan, termasuk terlaksananya kegiatan pembinaan di lingkungan masyarakat melalui Polmas,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mantan Panglima TNI Widodo AS Dimakamkan, Sejumlah Tokoh Hadir
BYD Tabrak Beruntun, Ojol Terlindas di Panglima Polim
54 Ton Batu Hitam Diduga Disamarkan sebagai Kemiri, 5 Orang Ditangkap
Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih usai Syaefudin ditahan Kejati Jabar. Ia memastikan roda pemerintahan Indramayu tetap berjalan.
Pabrik Obat Keras Ilegal Dibongkar, Polisi Ungkap Kapasitas 8 Juta Butir per Hari
Bukan Sekadar Sholat Jumat, Kapolsek Pasar Kemis Sampaikan Pesan Penting Ini
Jimly Dorong Pansus, Polemik Syarat Cawapres 2024 Kembali Memanas
Geger! Polsek Pasar Kemis Sita 2.782 Butir Hexymer dan Tramadol di Serpong
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Gabungan Dikerahkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Mantan Panglima TNI Widodo AS Dimakamkan, Sejumlah Tokoh Hadir

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:01 WIB

BYD Tabrak Beruntun, Ojol Terlindas di Panglima Polim

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:28 WIB

54 Ton Batu Hitam Diduga Disamarkan sebagai Kemiri, 5 Orang Ditangkap

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Pabrik Obat Keras Ilegal Dibongkar, Polisi Ungkap Kapasitas 8 Juta Butir per Hari

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Gabungan Dikerahkan

Senin, 26 Okt 2026 - 11:31 WIB

Pemerintahan

Mantan Panglima TNI Widodo AS Dimakamkan, Sejumlah Tokoh Hadir

Senin, 26 Okt 2026 - 11:16 WIB

Hukum & Kriminal

BYD Tabrak Beruntun, Ojol Terlindas di Panglima Polim

Senin, 26 Okt 2026 - 11:01 WIB

Hukum & Kriminal

54 Ton Batu Hitam Diduga Disamarkan sebagai Kemiri, 5 Orang Ditangkap

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:28 WIB