Akses Keuangan 92,76%, Annisa Mahesa Bongkar Masalah yang Masih Mengintai!

Avatar photo

Jumat, 25 September 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Serang, Metrosiar – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Annisa Mahesa, menyoroti pentingnya peningkatan literasi keuangan di tengah meluasnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Menurutnya, inklusi keuangan tidak cukup hanya diukur dari banyaknya masyarakat yang menggunakan layanan keuangan, tetapi juga dari pemahaman mengenai manfaat, risiko, dan cara menggunakannya secara aman.

 

Hal tersebut disampaikan Annisa saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertema “Inklusi Keuangan Dalam Bingkai Empat Pilar Kebangsaan” di Kecamatan Cipocok, Kota Serang, Jumat (25/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas di wilayah Kota Serang.

 

Annisa mengatakan, mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif.

 

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat inklusi keuangan telah mencapai 92,76 persen, sementara tingkat literasi keuangan berada di angka 62,72 persen.

 

“Artinya, akses masyarakat terhadap layanan keuangan sudah semakin luas. Tetapi akses saja tidak cukup. Kita juga harus memastikan masyarakat, khususnya anak muda, memahami bagaimana menggunakan layanan keuangan dengan bijak, aman, dan bertanggung jawab,” ujar Annisa.

 

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat edukasi keuangan yang tidak hanya membahas produk dan layanan keuangan, tetapi juga mengaitkannya dengan nilai-nilai kebangsaan.

 

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan formal, tetapi juga memahami bahwa inklusi keuangan memiliki kaitan erat dengan upaya mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga:  Gelar Ekspedisi Kawah Ratu Gunung Bunder, Perkuat Solidaritas, Kepemimpinan, dan Karakter Kader

 

Dalam perspektif Pancasila, Annisa menyebut inklusi keuangan sebagai salah satu bagian dari upaya menghadirkan keadilan sosial. Pemerintah perlu memastikan akses terhadap layanan keuangan formal dapat dirasakan secara lebih merata, termasuk oleh pelaku UMKM, masyarakat berpenghasilan rendah, perempuan, penyandang disabilitas, hingga masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil.

 

Sementara itu, dalam konteks UUD NRI Tahun 1945, khususnya Pasal 33, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan ditujukan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

 

Dalam konteks tersebut, layanan keuangan formal yang aman, terjangkau, dan berkualitas dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas kesempatan masyarakat dalam menabung, memperoleh pembiayaan, dan mengembangkan usaha.

 

Sebagai Anggota Komisi XI DPR RI yang membidangi sektor keuangan, Annisa juga menekankan pentingnya pemerataan akses keuangan hingga ke daerah-daerah yang selama ini belum mendapatkan layanan secara optimal.

 

Dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pemerataan tersebut dinilai penting agar manfaat pembangunan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu.

 

Dalam hal ini, Komisi XI turut mengawal kebijakan di sektor fiskal dan keuangan, termasuk koordinasi kebijakan makroekonomi bersama pemerintah dan Bank Indonesia serta pengawasan terhadap program pembiayaan masyarakat seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Baca juga:  Ini 10 Jurusan Kuliah yang Berpeluang Bawa Kamu Keliling Dunia Sambil Berkarier

 

“Pemerataan akses harus sampai ke masyarakat di daerah. Kita ingin masyarakat di daerah pemilihan juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses layanan keuangan, mendapatkan pembiayaan usaha, dan mengembangkan potensi ekonominya,” katanya.

 

Adapun nilai Bhinneka Tunggal Ika, menurut Annisa, dapat diterapkan melalui penyediaan layanan keuangan yang setara dan tidak diskriminatif.

 

Kebijakan inklusi keuangan perlu memperhatikan kondisi dan kebutuhan kelompok masyarakat yang berbeda-beda, sehingga tidak ada kelompok yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses, lokasi, maupun kondisi sosial-ekonominya.

 

Annisa juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya melihat dirinya sebagai konsumen layanan keuangan. Sebagai pengguna, mahasiswa dapat memanfaatkan rekening bank, QRIS, maupun layanan keuangan digital secara bijak dengan memahami manfaat, biaya, risiko, serta konsekuensi dari setiap keputusan keuangan yang diambil.

 

“Mahasiswa juga punya peran sebagai bagian dari ekosistem. Informasi yang benar tentang keuangan bisa dibagikan kepada teman, keluarga, maupun komunitas. Jadi, literasi keuangan tidak berhenti di diri sendiri, tetapi bisa ikut menular ke lingkungan sekitar,” tutur Annisa.

 

Ia berharap mahasiswa dapat menjadi generasi yang tidak hanya melek terhadap perkembangan teknologi dan layanan keuangan digital, tetapi juga mampu mengambil keputusan keuangan secara rasional serta ikut membangun ekosistem keuangan yang aman, inklusif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengajian Pekan Ke-4 Muhammadiyah Pasar Kemis, Ada Kajian Interaktif
Seru! Kids Coloring Competition Hadir di Pakons Prime Hotel, Total Hadiah Rp2 Juta
“Nothing” Hadir di Jakarta, Saat Kekosongan Justru Penuh Makna
36 Titik Jalan Dicor, Supriyatna: “Ini Baru Luar Biasa”
Stand UMKM Kodim 0510/Tigaraksa Diserbu Peserta Fun Walk dan Fun Run
Belum Tersentuh MBG, Ratusan Santri di Serang Dapat Makan Gratis
Geger! Dugaan Kasus LGBT di Yayasan Darul Ihsan Bikin Warga Karacak Resah
Musancab 2026, PKB Ngada Panaskan Mesin Politik: Bidik Tambahan Kursi di Legislatif
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 14:05 WIB

Akses Keuangan 92,76%, Annisa Mahesa Bongkar Masalah yang Masih Mengintai!

Kamis, 24 September 2026 - 15:18 WIB

Seru! Kids Coloring Competition Hadir di Pakons Prime Hotel, Total Hadiah Rp2 Juta

Kamis, 24 September 2026 - 15:08 WIB

“Nothing” Hadir di Jakarta, Saat Kekosongan Justru Penuh Makna

Selasa, 22 September 2026 - 23:25 WIB

36 Titik Jalan Dicor, Supriyatna: “Ini Baru Luar Biasa”

Senin, 21 September 2026 - 01:43 WIB

Stand UMKM Kodim 0510/Tigaraksa Diserbu Peserta Fun Walk dan Fun Run

Berita Terbaru

Bisnis & Investasi

Akses Keuangan 92,76%, Annisa Mahesa Bongkar Masalah yang Masih Mengintai!

Jumat, 25 Sep 2026 - 14:05 WIB