Bajawa.Metrosiar- Pemerintah Kabupaten Ngada bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak Gempa Flores di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Percepatan pembangunan huntara tersebut dilakukan setelah Deputi 3 BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, melakukan kunjungan sekaligus mengevaluasi penanganan dampak gempa di Kabupaten Ngada, Jumat (11/9/2026).
Menindaklanjuti arahan tersebut, Bupati Ngada Raymundus Bena bersama Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu, PIC BNPB di Ngada, Brigjen TNI Agus Setiawan, S.Sos., M.Sc, serta Anggota Unsur Pengarah BNPB Isroil Samihardjo langsung turun ke sejumlah lokasi yang diproyeksikan menjadi tempat pembangunan huntara.
Salah satu lokasi yang ditinjau berada di Desa Rakalaba 1. Di lokasi tersebut, terdapat lima rumah warga terdampak gempa yang masuk dalam rencana pembangunan huntara.
Rombongan juga meninjau Desa Sobo 2. Di wilayah ini, terdapat satu rumah warga yang direncanakan mendapatkan pembangunan huntara.
Peninjauan lapangan tersebut turut melibatkan pihak vendor yang akan mengerjakan pembangunan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi sekaligus mempercepat proses pembangunan di lapangan.
Bupati Ngada Raymundus Bena mengatakan, dukungan BNPB menjadi langkah penting dalam membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat gempa.
Menurutnya, huntara akan menjadi tempat tinggal sementara bagi warga sembari menunggu proses pembangunan hunian tetap (huntap).
“Untuk sementara masyarakat akan menempati huntara sebelum nantinya dibangun kembali hunian tetap,” ujar Raymundus Bena.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui BNPB yang terus memberikan dukungan dalam penanganan dampak bencana di Kabupaten Ngada.
Raymundus berharap koordinasi antara Pemkab Ngada dan BNPB terus diperkuat sehingga kebutuhan warga terdampak, terutama tempat tinggal yang layak, dapat segera dipenuhi.
Pembangunan huntara ini diharapkan menjadi solusi cepat bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan tidak lagi layak ditempati. Dengan demikian, masyarakat tidak harus terlalu lama bertahan di lokasi pengungsian selama masa pemulihan pascabencana.
Pemkab Ngada bersama BNPB selanjutnya terus mematangkan persiapan pembangunan di sejumlah titik agar huntara dapat segera dikerjakan dan dimanfaatkan oleh warga terdampak.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari percepatan pemulihan pascagempa, sebelum warga nantinya mendapatkan hunian tetap.*










