Aksi Mahasiswa ‘Indonesia Gelap’ Soroti Efisiensi Anggaran Pendidikan: Prabowo Tepis Pencabutan Beasiswa hingga Mensesneg Imbau Mahasiswa Jangan Narasi Tak Benar

Avatar photo

Kamis, 20 Februari 2025 - 22:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret aksi ‘Indonesia Gelap’ di DKI Jakarta (kiri) dan Presiden RI Prabowo Subianto (kanan). (X.com/@barengwarga - Instagram.com/@prabowo)

Potret aksi ‘Indonesia Gelap’ di DKI Jakarta (kiri) dan Presiden RI Prabowo Subianto (kanan). (X.com/@barengwarga - Instagram.com/@prabowo)

Metrosiar – Demonstrasi BEM SI di Berbagai Wilayah Aksi mahasiswa bertajuk ‘Indonesia Gelap’ yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berlangsung di berbagai daerah.

Dalam aksi ini, para mahasiswa menyoroti kebijakan efisiensi anggaran yang dinilai berdampak pada pendidikan nasional.

Protes di Bandung: Orasi dan Tuntutan Mahasiswa

Di Jawa Barat, mahasiswa dari berbagai kampus di Bandung Raya menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, pada Senin, 17 Februari 2025.

Massa aksi menyampaikan orasi serta membentangkan poster yang mengkritik kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Sebagai bentuk protes, mahasiswa juga membakar ban.

“Pemerintah pusat sudah seharusnya mengkaji kembali aturan efisiensi yang berdampak ke pendidikan,” ujar seorang mahasiswa dalam orasinya.

Tuntutan Kenaikan Anggaran Pendidikan

Plt. Ketua BEM Kema Unpad, Rhido Anwari Aripin, menyampaikan mereka membawa sejumlah tuntutan, termasuk mendesak pemerintah untuk segera merevisi kebijakan efisiensi anggaran.

“Aliansi Amarah Rakyat Jabar menyatakan sikap dengan tegas dan menuntut pemerintah untuk dapat menyadari dan membenahi permasalahan yang ada melalui beberapa poin tuntutan,” tegas Rhido.

Salah satu tuntutan utama dalam aksi ini adalah peningkatan anggaran pendidikan.

Baca juga:  Drainase Tersumbat, Aksi Gotong Royong di Kutabumi Bikin Camat Pasar Kemis Angkat Topi

“Naikkan anggaran pendidikan terutama dana operasional PTN-BH, PTS, dan Beasiswa. Perluas akses pendidikan tinggi kepada anak kelas buruh dan kaum tani yang selama ini dihalangi oleh biaya pendidikan yang tinggi,” ujar Rhido.

“Hadirkan sarana prasarana pendidikan berkualitas, buka seluas-luasnya ruang demokrasi, dan selesaikan masalah kekerasan seksual dalam dunia pendidikan,” tambahnya.

Istana Merespons: Anggaran Operasional dan Beasiswa Tak Dikurangi

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menyampaikan Presiden Prabowo menegaskan biaya operasional perguruan tinggi dan beasiswa tidak akan dikurangi meskipun ada kebijakan efisiensi anggaran.

“Beliau (Prabowo) tekankan juga, tolong sampaikan ke teman-teman yang dari kampus bahwa dari presiden tegaskan itu, soal biaya operasional perguruan tinggi, KIP kuliah, beasiswa, sama sekali tidak boleh dikurangi,” ungkap Hasan Nasbi di Kompleks Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 18 Februari 2025.

Hasan juga menegaskan informasi mengenai pemotongan beasiswa atau pengurangan biaya operasional perguruan tinggi tidak benar.

“Dan presiden bilang, ini (pemotongan) tidak boleh dilakukan,” tandasnya.

Mensesneg: Jangan Bawa Narasi yang Tidak Benar

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi turut menanggapi aksi ‘Indonesia Gelap’. Ia menyatakan pemerintah menghormati kebebasan berekspresi, namun meminta mahasiswa tidak menyebarkan narasi yang keliru.

Baca juga:  Terungkap Fakta Mengejutkan, Kim Soo Hyun Pernah Janji Nikahi Kim Sae Ron

“Inilah namanya kebebasan berekspresi, tapi tolong sekali lagi, jangan membelokkan apa yang sebenarnya tidak seperti itu. Enggak ada Indonesia gelap,” kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2025.

Pemerintah Harap Warga Tetap Optimis

Prasetyo juga meminta masyarakat memahami pemerintahan Prabowo baru berjalan sekitar 100 hari dan masih mencari solusi atas berbagai permasalahan.

Ia menegaskan efisiensi anggaran tidak akan mengganggu kinerja kementerian dan lembaga terkait.

“Jadi jangan digeser ke ‘wah efisiensi ini seolah-olah akan mengganggu kinerja, seolah-olah memberatkan masyarakat’. Tidak begitu semangatnya itu,” ujar dia.

Presiden Hormati Aspirasi Mahasiswa

Prasetyo menambahkan Presiden Prabowo tidak keberatan dengan aksi mahasiswa dan terbiasa menerima aspirasi sejak sebelum menjadi presiden.

“Kami dulu sebelum diberi amanah oleh rakyat untuk memerintah, kita berjuang di jalur politik,” terang Hadi.”

“Sudah biasa itu menghadapi aspirasi-aspirasi dan kita sangat menghormati,” tandasnya.(*)

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: Pemberitaan Media Siber

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tren Baru Kaum Milenial, Usaha Pangkas Rambut Modern Tumbuh Pesat di Berbagai Daerah
Truk Tambang Bikin Resah, Polda Banten Siapkan Langkah Tegas
“Ngada Dilirik Pusat!” Kementan RI Turun Gunung Cek Irigasi, OPLAH hingga Pembibitan Kelapa Raksasa
“Kampus Bergerak, Politik Busuk Panik!” Bawaslu Ngada Gandeng STIPER FB dan STKIP Citra Bhakti, Mahasiswa Disiapkan Jadi Pasukan Pengawal Demokrasi
“Raksasa Roboh di Bowali Cup!” MARSELA LANGA Bungkam GOLEWA RAYA, Stadion Berguncang dan Tiket Final Resmi Dikunci
Polda Banten Perketat Penertiban Kendaraan ODOL, Kapolda Tegaskan Angkutan Tambang Wajib Taat Aturan.
“Tinggalkan Cara Lama!” Pemkab Ngada dan Bank NTT Resmi Gaspol Digitalisasi Keuangan Daerah
“Bowali Cup Meledak!” Ketua DPRD Ngada: Dari Lapangan Hijau, Lahir Mesin Baru Wisata Olahraga dan Ekonomi Rakyat
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:39 WIB

Tren Baru Kaum Milenial, Usaha Pangkas Rambut Modern Tumbuh Pesat di Berbagai Daerah

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:24 WIB

Truk Tambang Bikin Resah, Polda Banten Siapkan Langkah Tegas

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:08 WIB

“Ngada Dilirik Pusat!” Kementan RI Turun Gunung Cek Irigasi, OPLAH hingga Pembibitan Kelapa Raksasa

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:39 WIB

“Kampus Bergerak, Politik Busuk Panik!” Bawaslu Ngada Gandeng STIPER FB dan STKIP Citra Bhakti, Mahasiswa Disiapkan Jadi Pasukan Pengawal Demokrasi

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:05 WIB

“Raksasa Roboh di Bowali Cup!” MARSELA LANGA Bungkam GOLEWA RAYA, Stadion Berguncang dan Tiket Final Resmi Dikunci

Berita Terbaru

Uang pecahan Rp20 ribu dalam kondisi rusak dan terbelah yang masih ditemukan beredar di masyarakat sehingga menyulitkan transaksi sehari-hari.

Bisnis & Investasi

Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:33 WIB