Sisa Kuota BBM Subsidi Tiba-Tiba Raib, Sopir di Ngada Curigai Ada “Permainan” Barcode SPBU

Avatar photo

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Posisi Spidometer Sebelum Pengisian BBM (Foto: Elfrat Frans Dhena).

Posisi Spidometer Sebelum Pengisian BBM (Foto: Elfrat Frans Dhena).

Bajawa.Metrosiar- Dugaan permainan barcode dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mencuat dan menghebohkan Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Sejumlah sopir mengaku dibuat bingung sekaligus geram setelah sisa kuota BBM subsidi pada barcode kendaraan mereka tiba-tiba dinyatakan habis. Padahal, berdasarkan pengakuan para pengemudi, kuota tersebut sebelumnya belum digunakan seluruhnya.

Pertanyaan pun mencuat:

Jika kuota belum habis digunakan oleh pemilik kendaraan, lalu ke mana sisa jatah BBM subsidi itu?

Kecurigaan semakin menguat setelah sejumlah sopir menduga barcode kendaraan mereka kemungkinan digunakan tanpa sepengetahuan pemiliknya. Bahkan, muncul dugaan adanya pihak tertentu yang memainkan sistem barcode untuk memperoleh BBM bersubsidi.

Informasi yang dihimpun Metrosiar,  persoalan ini mencuat dari pengalaman sejumlah pengemudi saat melakukan pengisian BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Ngada.

Para sopir mengaku sebelumnya telah membeli BBM bersubsidi menggunakan barcode kendaraan masing-masing. Pengisian dilakukan tidak sampai menghabiskan seluruh kuota yang tersedia.

Dengan demikian, menurut mereka, seharusnya masih terdapat sisa kuota yang dapat digunakan untuk transaksi berikutnya.

Namun, ketika kembali mendatangi SPBU untuk melakukan pengisian, mereka justru mendapat informasi bahwa kuota pada barcode kendaraan telah habis atau tidak dapat digunakan.

Kondisi tersebut langsung memicu tanda tanya.

Siapa yang menggunakan sisa kuota tersebut? Kapan transaksi itu terjadi? Kendaraan mana yang menerima BBM? Dan apakah barcode konsumen benar-benar aman dari kemungkinan disalahgunakan?

Kepada Metrosiar, Sabtu (29/8/2026), sejumlah sopir mengaku kecewa karena merasa kehilangan hak atas BBM bersubsidi yang seharusnya masih menjadi bagian dari kuota kendaraan mereka.

Baca juga:  Ada Apa di Balik Pemeriksaan BPK? Irwasda Polda Banten Turun Langsung Dampingi

“Waktu isi sebelumnya, kuota kami masih ada sisanya. Tapi waktu datang isi lagi, dibilang kuotanya sudah habis. Kami jadi bertanya, kalau kami belum pakai semua, lalu siapa yang pakai?” ungkap salah seorang sopir dengan nada kesal.

Sopir lainnya mendesak agar riwayat transaksi barcode kendaraan mereka segera dibuka dan diperiksa secara transparan.

“Jangan sampai barcode kami dipakai orang lain. Kalau memang ada yang memainkan atau menggandakan barcode, harus dibongkar. Ini BBM subsidi untuk masyarakat, bukan untuk dimainkan,” tegasnya.

Keluhan para pengemudi tersebut kini memunculkan dugaan adanya celah dalam pengawasan distribusi BBM subsidi.

Padahal, penggunaan barcode merupakan bagian dari sistem pengendalian agar penyaluran BBM subsidi dapat dipantau dan disalurkan kepada konsumen yang berhak sesuai data kendaraan.

Namun, apabila benar terdapat penggunaan barcode tanpa sepengetahuan pemilik kendaraan, maka sistem yang seharusnya menjadi alat pengawasan justru berpotensi dimanfaatkan untuk menyiasati aturan distribusi.

Sorotan kemudian mengarah pada mekanisme pengawasan di tingkat SPBU.

Apakah setiap barcode yang digunakan benar-benar diverifikasi dengan kendaraan yang melakukan pengisian? Apakah nomor polisi kendaraan selalu dicocokkan dengan data transaksi? Dan apakah tersedia sistem pengawasan yang mampu mendeteksi penggunaan barcode oleh kendaraan yang berbeda?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dinilai perlu dijawab secara terbuka agar tidak berkembang menjadi spekulasi dan keresahan di tengah masyarakat.

Masyarakat pun meminta pengelola SPBU serta pihak berwenang segera melakukan penelusuran menyeluruh terhadap keluhan tersebut.

Baca juga:  Cara Pesan Tiket KM Kelud Keberangkatan dari Belawan ke Jakarta, Simak Selengkapnya Jadwal Kapal Agustus 2025

Pemeriksaan, menurut mereka, perlu dilakukan dengan membuka dan mencocokkan riwayat transaksi barcode, waktu pengisian, jumlah BBM yang disalurkan, data kendaraan yang menerima BBM, hingga rekaman kamera pengawas atau CCTV.

Apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian antara data transaksi dan kendaraan yang sebenarnya melakukan pengisian, maka persoalan tersebut dinilai harus diusut secara serius.

Sebab, jangan sampai konsumen yang benar-benar membutuhkan BBM bersubsidi justru kehilangan hak atas kuotanya, sementara pihak lain diduga memperoleh keuntungan dari celah dalam sistem distribusi.

Dugaan permainan barcode ini diharapkan tidak berhenti sebagai keluhan di kalangan sopir.

Transparansi data menjadi penting untuk menjawab satu pertanyaan yang kini mulai ramai diperbincangkan:

Ke mana sebenarnya sisa kuota BBM subsidi milik konsumen yang tiba-tiba dinyatakan habis?

Hingga berita ini diturunkan, Metrosiar masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pengelola SPBU terkait serta pihak-pihak berwenang mengenai keluhan dan dugaan penyalahgunaan barcode tersebut.

Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak pengelola SPBU, instansi terkait maupun pihak lain yang berkepentingan untuk memberikan hak jawab, klarifikasi dan penjelasan atas dugaan yang disampaikan dalam pemberitaan ini.

Jika hasil penelusuran atau pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran, masyarakat berharap pihak berwenang dapat mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti bertanggung jawab.

Sebab BBM subsidi adalah hak masyarakat yang berhak menerimanya, bukan ruang untuk mengambil keuntungan melalui permainan sistem yang diduga merugikan konsumen.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reshuffle Birokrasi Ngada! Ray Bena Lantik 11 Pejabat Eselon II, Sejumlah Jabatan Strategis Masih Kosong
PG-PAUD STKIP Citra Bakti Gandeng Monash University Australia, Perkuat Riset dan Kolaborasi Internasional
FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku
Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea
Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 11:18 WIB

Reshuffle Birokrasi Ngada! Ray Bena Lantik 11 Pejabat Eselon II, Sejumlah Jabatan Strategis Masih Kosong

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:10 WIB

FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Berita Terbaru

TNI POLRI

Polri Larang Vape, Personel yang Melanggar Terancam Sanksi!

Kamis, 5 Nov 2026 - 14:59 WIB