Bajawa.Metrosiar- Masa depan perekonomian Kabupaten Ngada sangat ditentukan oleh lahirnya badan usaha yang kuat, profesional, dan memiliki legalitas. Pesan itu ditegaskan Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Ngada, Nicolaus Noywuli, saat menjadi narasumber dalam Forum Komunikasi Masyarakat Terkait Layanan Hukum Badan Usaha di Kampus STIPER Flores Bajawa, Senin (29/6/2026).
Mengangkat materi “Badan Usaha dalam Perekonomian Nasional dan Daerah”, Nicolaus menekankan bahwa badan usaha bukan hanya instrumen untuk meraih keuntungan, tetapi merupakan motor utama yang menggerakkan roda ekonomi, menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Semakin banyak badan usaha yang legal dan dikelola secara profesional, semakin besar pula peluang daerah untuk tumbuh dan berkembang. Legalitas bukan sekadar memenuhi aturan, tetapi menjadi fondasi membangun ekonomi yang sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Menurut Nicolaus, Kabupaten Ngada memiliki kekayaan potensi di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, pariwisata, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, potensi tersebut tidak akan memberikan nilai tambah yang maksimal apabila para pelaku usaha masih menjalankan usahanya tanpa legalitas yang jelas.
Ia menjelaskan, legalitas usaha membuka banyak peluang strategis, mulai dari akses terhadap pembiayaan dan permodalan, kemudahan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, meningkatnya kepercayaan pasar, hingga terbukanya kesempatan memperoleh investasi yang lebih besar.
“Legalitas adalah pintu masuk menuju usaha yang lebih maju, lebih dipercaya, dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif,” ujarnya.
Nicolaus juga mengajak pelaku usaha, akademisi, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya membentuk badan usaha yang tertib administrasi, taat regulasi, dan memiliki tata kelola yang baik.
Menurutnya, forum komunikasi tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat, aman, dan berdaya saing.
“Melalui forum ini, masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya layanan hukum bagi badan usaha. Harapannya, semakin banyak usaha di Ngada yang memiliki legalitas sehingga mampu berkembang, bersaing, dan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Forum yang berlangsung di Kampus STIPER Flores Bajawa itu diikuti mahasiswa, pelaku usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi hukum sekaligus mendorong lahirnya badan usaha yang profesional, tangguh, dan siap menjadi lokomotif pembangunan ekonomi Kabupaten Ngada.*









