Bajawa.Metrosiar- Peran koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat semakin nyata di Kabupaten Ngada.
Melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), KSP Kopdit Obor Mas Cabang Bajawa berhasil menyalurkan pembiayaan usaha lebih dari Rp1 miliar kepada para anggota, membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk berkembang dan memperkuat usaha mereka.
Manager KSP Kopdit Obor Mas Cabang Bajawa, Martonsius Juang, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/5/2026), mengungkapkan bahwa dukungan permodalan dari kantor pusat mencapai lebih dari Rp200 miliar.
Dari total alokasi tersebut, Cabang Bajawa telah merealisasikan penyaluran KUR sebesar Rp1.046.339.048 kepada anggota yang membutuhkan tambahan modal usaha.
“Dana KUR yang tersedia cukup besar dan terus kami dorong pemanfaatannya untuk membantu anggota mengembangkan usaha produktif. Hingga saat ini, realisasi penyaluran di Cabang Bajawa telah melampaui satu miliar rupiah,” ujar Martonsius.
Keberhasilan tersebut semakin diperkuat dengan tingginya kepercayaan masyarakat dan pemerintah daerah terhadap koperasi.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan ekonomi berbasis anggota, Bupati Ngada, Raymundus Bena, resmi bergabung sebagai anggota KSP Kopdit Obor Mas dengan Nomor Buku Anggota 196.091.
Menurut Martonsius, bergabungnya orang nomor satu di Kabupaten Ngada itu menjadi energi baru bagi koperasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.
“Keputusan Bupati menjadi anggota merupakan bentuk kepercayaan yang sangat berarti. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bertumbuh dan hadir lebih dekat dalam mendukung kesejahteraan anggota,” katanya.
Menanggapi hadirnya Koperasi Merah Putih, yang merupakan bagian dari Program Strategis Nasional, Martonsius menegaskan bahwa koperasi tersebut tidak perlu dipandang sebagai pesaing. Sebaliknya, keberadaannya justru membuka peluang kolaborasi yang saling menguntungkan.
“Koperasi Merah Putih bergerak lebih banyak di sektor riil, sementara koperasi simpan pinjam fokus pada layanan keuangan. Karena itu, keduanya memiliki fungsi yang berbeda dan dapat saling melengkapi. Kami melihatnya sebagai mitra strategis dalam membangun ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut berpotensi memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha desa, terutama melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat yang dapat menopang berbagai kegiatan ekonomi produktif.
Untuk menjangkau lebih banyak pelaku usaha, KSP Obor Mas menyediakan berbagai skema KUR yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan anggota, yakni:
KUR Super Mikro: Rp1 juta hingga Rp10 juta dengan bunga 0,25 persen menurun per bulan.
KUR Mikro: Di atas Rp10 juta hingga Rp100 juta dengan bunga 0,5 persen menurun per bulan.
KUR Kecil: Di atas Rp100 juta hingga Rp500 juta dengan bunga 0,5 persen menurun per bulan.
Menariknya, anggota dapat memperoleh pembiayaan tanpa jaminan untuk pinjaman hingga Rp100 juta, sehingga pelaku UMKM memiliki kesempatan lebih luas untuk mendapatkan modal kerja maupun modal pengembangan usaha.
Dengan dukungan permodalan yang terus bertambah, kepercayaan pemerintah yang semakin kuat, serta semangat kolaborasi antar-koperasi yang terus dibangun, KSP Kopdit Obor Mas optimistis mampu menjadi salah satu lokomotif utama penggerak ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan usaha mikro di Kabupaten Ngada.*









