Mahfuz Sidik: Jika Serangan AS–Israel Berlanjut, Iran Berpotensi Alami Genosida seperti Gaza

Avatar photo

Sabtu, 7 Maret 2026 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahfuz Sidik menyampaikan pandangannya terkait potensi meningkatnya korban sipil dalam konflik Iran akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel.

Mahfuz Sidik menyampaikan pandangannya terkait potensi meningkatnya korban sipil dalam konflik Iran akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel.

Jakarta, Metrosiar – Mantan Ketua Komisi I DPR periode 2010–2017, Mahfuz Sidik, mengkhawatirkan potensi terjadinya genosida di Iran menyusul serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel dalam beberapa hari terakhir.

Kekhawatiran tersebut muncul setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa hingga hari kelima konflik, jumlah korban sipil yang tewas telah mencapai 1.045 orang, sementara sekitar 6.000 lainnya mengalami luka-luka.

“Bagaimana kemungkinan jumlah korban jika serangan udara menyeluruh dilancarkan Amerika dan Israel tanpa henti seperti ancaman Menteri Pertahanan AS? Kita bisa membuat perbandingan dengan korban di Gaza,” kata Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).

Menurut dia, studi yang dilakukan oleh The Lancet Global Health mengungkap bahwa jumlah korban tewas di Gaza selama 15 bulan pertama operasi militer Israel mencapai lebih dari 75.000 orang.

Sementara itu, Unesco mengungkapkan 64.000 korban adalah anak-anak dan sedikitnya 1.000 bayi. Angka korban yang dilansir The Lancet tersebut berarti rata-rata korban tewas mencapai 167 orang per hari.

“Membandingkan dengan jumlah korban tewas di Iran yang mencapai 1.045 orang dalam lima hari, berarti rata-rata jatuh korban tewas 209 orang per hari. Jumlah ini hampir 1,5 kali jumlah korban di Gaza,” katanya.

Baca juga:  Lurah Kutabumi Bentuk Satgas Lentera, Warga Diajak Jaga Lingkungan dari Akar Masalah
Mahfuz Sidik menilai serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran berpotensi memicu tragedi kemanusiaan yang lebih besar.

Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia ini menilai bahwa jika militer AS dan Israel bertindak tanpa mengindahkan hukum humaniter internasional, maka genosida yang lebih buruk dan lebih besar dari peristiwa di Gaza berpotensi terjadi di Iran.

Ancaman Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, lanjut Mahfuz, tampaknya sudah menjadi keputusan Presiden AS Donald Trump.

Juru bicara Gedung Putih, Caroline Leavitt, pada Rabu (4/3/2026) mengonfirmasi pernyataan Hegseth dengan menyatakan, “dalam beberapa jam ke depan, kami akan mencapai dominasi di langit Iran, dan pesawat militer kami akan menghujani Iran dengan rudal dan senjata yang melumpuhkan”.

Aksi militer tersebut dipastikan akan semakin masif dan agresif setelah Kongres, melalui pemungutan suara, menyetujui langkah perang yang diambil Presiden Trump.

Mengacu pada tindakan brutal militer Israel di Gaza, menurut Mahfuz, serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran berpotensi menjadi perang yang tidak seimbang.

“Hari-hari ke depan, masyarakat dunia akan kembali menyaksikan pembantaian besar-besaran warga sipil di Iran oleh kekuatan militer udara Amerika Serikat dan Israel,” pungkas Mahfuz Sidik.

Baca juga:  BERITA DUKA: Aktris Kim Sae-ron Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya, Sebelumnya Posting Foto Pernikahan

Seperti diketahui, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, dalam pernyataannya kepada media pada Rabu (4/3/2026), mengancam akan melakukan serangan menyeluruh yang menghancurkan tanpa henti setiap hari dan setiap menit untuk menguasai wilayah Iran.

“Sampai kami memutuskan aksi ini selesai, dan Iran tidak bisa berbuat apa-apa,” demikian ancam Hegseth.

Ancaman tersebut menandakan bahwa militer AS dan Israel akan mengerahkan maksimal armada tempur udaranya untuk membombardir daratan Iran secara menyeluruh. Bahkan Hegseth mengakui bahwa itu akan menjadi aksi perang yang tidak sepadan (unfair).

Pada hari pertama, Sabtu (28/2/2026), serangan AS dan Israel dilaporkan menyasar sekolah dasar khusus siswi di Minab, Iran, yang mengakibatkan 165 pelajar tewas. Peristiwa ini mendapat kecaman keras dari salah satu lembaga PBB, Unesco.

Sementara itu, media pemerintah Iran kembali menyebutkan bahwa hingga hari kelima perang, jumlah korban sipil yang tewas telah mencapai 1.045 orang dengan sekitar 6.000 orang lainnya terluka.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Pemilu, Gelora Banten dan KPUD Bahas Data Anggota hingga Struktur Partai
Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih usai Syaefudin ditahan Kejati Jabar. Ia memastikan roda pemerintahan Indramayu tetap berjalan.
Gelora Banten Panaskan Mesin Organisasi, Rekrutmen Anggota Dikebut!
Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?
MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas
MK Bicara Ijazah Gibran, Jawabannya Bikin Polemik Makin Panas
Fahri Hamzah Tantang DPR: Ambang Batas Parlemen 0% atau 20%, Berani?
Anis Matta Bongkar Strategi Gelora Menuju 2029
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Jelang Pemilu, Gelora Banten dan KPUD Bahas Data Anggota hingga Struktur Partai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih usai Syaefudin ditahan Kejati Jabar. Ia memastikan roda pemerintahan Indramayu tetap berjalan.

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:27 WIB

Gelora Banten Panaskan Mesin Organisasi, Rekrutmen Anggota Dikebut!

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas

Berita Terbaru

TNI POLRI

Polri Larang Vape, Personel yang Melanggar Terancam Sanksi!

Kamis, 5 Nov 2026 - 14:59 WIB