Manchester, Metrosiar – Manchester City harus puas berbagi angka dengan Chelsea setelah duel sengit berakhir 1-1 di Stadion Etihad, Senin dini hari WIB (5/1/26).
Tuan rumah tampil dominan sejak awal laga. City menguasai bola hingga 68 persen dan terus menekan pertahanan Chelsea. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-42.
Tijjani Reijnders memanfaatkan bola sapuan Benoit Badiashile yang jatuh di kakinya.
Tanpa ragu, gelandang asal Belanda itu melepas tembakan kaki kiri dari sisi kotak penalti yang gagal diantisipasi kiper Chelsea, Jorgensen.
Sebelum gol tersebut, City sempat mengancam lewat Erling Haaland, namun tendangannya hanya membentur tiang gawang.
Chelsea sendiri lebih banyak bertahan dan nyaris tak memberi ancaman berarti di babak pertama.
Selepas jeda, Chelsea tampil berbeda. Pelatih sementara Callum McFarlane mengubah pendekatan dengan menerapkan formasi tiga bek.
Malo Gusto dan Pedro Neto dipasang sebagai wing-back, sementara Cole Palmer dan Enzo Fernandez diberi kebebasan berkreasi di belakang penyerang.
Perubahan ini membuat Chelsea lebih berani menekan. Serangan balik mereka mulai merepotkan City, salah satunya peluang Neto pada menit ke-49 yang masih melambung tipis di atas mistar.
Drama terjadi di masa tambahan waktu. Pada menit ke-90+4, umpan silang rendah Gusto dari sisi kanan sempat mengenai Nathan Ake sebelum jatuh ke kaki Enzo Fernandez di tiang jauh.
Gianluigi Donnarumma mampu menepis tembakan pertama, tetapi Fernandez sigap menyambar bola rebound dan mengubah skor menjadi 1-1.
Gol tersebut sempat ditinjau VAR, namun tetap disahkan. Fernandez diganjar kartu kuning karena selebrasi berlebihan.
Hasil ini membuat Manchester City kehilangan dua poin krusial. Mereka kini tertinggal enam poin dari Arsenal di puncak klasemen sementara Premier League.
Dalam dua pertandingan terakhir, City sudah kehilangan total empat poin. Bagi Chelsea, satu poin dari Etihad terasa berharga, apalagi diraih di tengah situasi tim yang belum memiliki pelatih tetap.
Editor : Konradus Fedhu









