Wamendagri Bima Arya Ungkap Pentingnya Sinkronisasi Kebijakan Untuk Wujudkan Indonesia Emas

Avatar photo

Selasa, 11 Februari 2025 - 01:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

METROSIAR,Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengungkapkan pentingnya sinkronisasi kebijakan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurut dia, selama ini dalam dinamika pemerintahan terdapat sejumlah perbedaan di antara visi-misi kepala daerah dengan pemerintah pusat. Hal ini menyebabkan pembangunan kurang optimal. Untuk itu, sinkronisasi menjadi salah satu aspek penting yang dibutuhkan.

“Tidak mungkin Indonesia Emas dengan berbagai target tadi dicapai tanpa tiga hal: sinkronisasi nyambung dari atas bawah, sinergi bergerak semua, dan akselerasi dipercepat,” ujar Bima mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat memberikan pengarahan kepada Calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta, Senin (10/2/2025).

Baca juga:  Anggota DPRD Ngada Soroti Pekerjaan Jalan Bontor–Santak yang Tak Kunjung Rampung

Adapun, kata dia, sinkronisasi terus didorong melalui sejumlah langkah, salah satunya dengan adanya penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Dengan langkah itu, diharapkan visi misi pemerintah daerah (Pemda) dengan pusat dapat berjalan seirama.

Bima menyampaikan, saat ini pemerintah pusat memiliki program unggulan dalam rangka menyiapkan generasi emas. Program tersebut salah satunya yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut diyakini tak hanya mampu mendorong terwujudnya generasi unggul, tetapi juga menciptakan multiplayer effect bagi para pihak yang fokus di bidang pangan. Karenanya, ia mengajak daerah untuk mendukung program tersebut.

“Jadi yang harus dipastikan oleh pemerintah daerah adalah Makan Bergizi Gratis ini harus memberikan trickle-down effect, spill over effect ke bawah. Jadi dikoneksikan antara supplier dengan demand, antara petani, antara UMKM dengan dapur-dapurnya. Itu tugas utama di daerah,” imbuhnya.

Baca juga:  Camat Kemiri Rudi Hadikarsono Hadiri Wisuda Santri dan Peresmian Gedung Ponpes Assalam

Di lain pihak, Bima melihat, program MBG juga akan membuat perputaran perekonomian meningkat. Selain itu, dari sisi kesehatan dampaknya juga akan dirasakan, khususnya dalam upaya menangani persoalan stunting. Untuk itu, Bima mendorong agar program itu dapat direaliasikan bersama-sama, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Ikhtiar tersebut tentunya juga membutuhkan sinergitas dan orkestrasi yang baik dari berbagai lintas sektor.

“Jadi kami merasakan bahwa Makan Bergizi Gratis ini kebijakan yang luar biasa, tetapi catatannya adalah orkestrasi dari pusat dan daerah harus kita kawal bersama-sama,” tandasnya.

Ag94

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terbongkar! Modus “Sedot Tangki” BBM Subsidi di Hutan Wolobobo Berakhir, Polres Ngada Sita 670 Liter Pertalite
158 Mahasiswa GENTASKIN Diterjunkan ke Desa-Desa Ngada, Wabup Berni Dhey: Jangan Pulang Hanya Membawa Laporan, Tinggalkan Warisan Perubahan
Di Tengah Gempuran Zaman, Dadawea Menolak Lupa: Ka Sao Weti Wali Menjadi Benteng Terakhir Warisan Leluhur Ngada
Pendidikan Menembus Pelosok! Wabup Ngada Resmikan SMPS Matago Christian College, Sekolah Berasrama Buka Harapan Baru bagi Anak Desa
Di Balik Penghargaan Nugraha Sakanti, Kapolda Banten Apresiasi Dedikasi Seluruh Personel
Polda Banten Edukasi Bahaya Balap Liar Demi Keselamatan Bersama.
Ratusan Mahasiswa KKN “Serbu” Desa-Desa Ngada, Bupati dan Wabup Perkuat Kolaborasi Kampus untuk Akselerasi Pembangunan Berbasis Masyarakat
PLN Indonesia Power UBP Lontar Tanam 5.000 Mangrove untuk Perkuat Ketahanan Pesisir di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:15 WIB

Terbongkar! Modus “Sedot Tangki” BBM Subsidi di Hutan Wolobobo Berakhir, Polres Ngada Sita 670 Liter Pertalite

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:20 WIB

158 Mahasiswa GENTASKIN Diterjunkan ke Desa-Desa Ngada, Wabup Berni Dhey: Jangan Pulang Hanya Membawa Laporan, Tinggalkan Warisan Perubahan

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:48 WIB

Di Tengah Gempuran Zaman, Dadawea Menolak Lupa: Ka Sao Weti Wali Menjadi Benteng Terakhir Warisan Leluhur Ngada

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:28 WIB

Pendidikan Menembus Pelosok! Wabup Ngada Resmikan SMPS Matago Christian College, Sekolah Berasrama Buka Harapan Baru bagi Anak Desa

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:57 WIB

Di Balik Penghargaan Nugraha Sakanti, Kapolda Banten Apresiasi Dedikasi Seluruh Personel

Berita Terbaru