Manggarai Timur.Metrosiar- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Timur Fraksi PDIP, Paulus Yohanes Yorit Poni mengapresiasi Yayasan Sahabat Pedalaman yang telah memberikan support dan kepedulian terhadap masyarakat pedalaman yang ada di Manggarai Timur dalam menginisiasi pembangunan jembatan layang Wae Matar.
“Tentu saja kita menyampaikan banyak terima kasih kepada Yayasan Sahabat Pedalaman yang telah memberikan support dan kepeduliannya terhadap masyarakat pedalaman yang ada di Manggarai Timur,” ungkap Yorit, ketika menghadiri peresmian Jembatan Layang Wae Matar, Kamis, (27/22/25).
Sebagai informasi, jembatan layang Wae Matar ini adalah jembatan yang menghubungkan 2 (dua) Kabupaten di wilayah perbatasan yakni, Desa Uluwae, Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada dan Desa Nangamese, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur.
Lebih lanjut kata Yorit, kehadiran Yayasan Sahabat Pedalaman, tentu saja memberikan kontribusi bagi perkembangan dan kemajuan pembangunan wilayah-wilayah pedalaman di NTT, terutama di Manggarai Timur.

Dia berharap kedepannya, jalinan persaudaraan antara Kabupaten Ngada dan Manggarai Timur terjalin dengan baik, kemudian aksebilitas masyarakat menuju sentra pelayanan publik pendidikan dan kesehatan sudah semakin baik.
“Terima kasih kepada warga dan bapak desa Nangamese yang sudah dengan semangat gotong royongnya mensuport Sahabat Pedalaman dengan memberikan kesan yang positif merepresentasikan karakter masyaraka NTT terutama Manggarai Timur dengan mengorbankan waktu, tenaga dan materi,” tutu Yorit Poni.
Sementara itu, Direktur Yayasan Sahabat Pedalaman, Wafiq Zuhair Muhammad dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya partisipasi warga dalam menyelesaikan pekerjaan pembangunan jembatan layang tersebut.

Menurut dia, jika masyarakatnya tidak kooperatif, maka pihaknya tidak akan membangun jembatan layang di wilayah tersebut. Wafiq pun mengapresiasi warga di daerah itu karena mampu menyelesaikan pembangunan jembatan itu lebih cepat dari target waktu yang ditentukan.
Untuk itu ia berharap, jembatan yang sudah dibangun itu harus dijaga dan dirawat dengan baik, agar bermanfaat bagi warga setempat bukan dibiarkan menjadi rusak.
“Semoga jembatan ini bisa bermanfaat dan berumur panjang juga, dan mohon untuk bisa dijaga oleh bapak/ibu sekalian,” ketus Wafiq sembari mengungkapkan bahwa jembatan ini menjadi yang pertama di NTT yang dibangun oleh Yayasan Sahabat Pedalaman. *
Editor : Frans Dhena
Sumber Berita: Metrosiar









