Metrosiar- Ajang balap sepeda dunia bertajuk Tour de Entete telah memasuki etape ke-8 tepatnya di Kabupaten Ngada.
Setelah melintasi jalur Ende-Bajawa dengan jarak sekitar 125 KM dalam waktu kurang lebih 3,5 jam para raider ini akhirnya mencapai finish etape ke-8, di Lapangan Kartini Bajawa, Jumat (19/9/25).
Ribuan pasang mata yang menyaksikan ajang balap sepeda dunia ini terlihat sangat antusias menyambut kedatangan para raider yang akan memasuki garis finish.
Nampak sorak-sorai dan teriakan menggema di udara sekedar memberikan semangat bagi para raider yang dengan cekatan mencoba mengayuh sepeda yang ditumpangi.
Dan akhirnya para raider ini pun berhasil memasuki garis finish.
Suasana semakin hangat ketika para raider ini disambut dengan tarian khas Bajawa yakni Ja’i yang diperankan oleh seribu penari dari Kampus Stiper dan SMA Regina Pacis Bajawa.
Dalam Formasi huruf BJW, Seribu orang penari ini tampil memukau menghibur para peserta tour de entete.
Ada yang terlihat takjub dan ada juga yang menikmatinya dengan ikut bergoyang, menghidupkan suasana meski ditengah terik matahari.
Di etapa ke-8 tour de entete ini, pebalap asal Filipina Jhon Patrick Paktaluan mampu mencatatkan waktu tercepat yakni, 3.28.58 detik.
Di posisi kedua (runner up) diraih rekan setim Jhon yakni Joseph Babaan Javiniar dengan catatan waktu 3.29.01 detik.
Sementara pebalap asal Indonesia Muhammad Abdurahman berada di posisi ketiga dengan catatan waktu 3.29.09 detik.
Selain menempati podium, ketiga pebalap ini juga dinobatkan menjadi peraih nominasi dengan beberapa kategori dan klasifikasi.
Jhon Patrick Paktaluan dinobatkan menjadi Pebalap dengan kategori Young Raider Stage 8 (Pebalap Termuda Etape 8).
Joseph Babaan Javiniar dinobatkan sebagai King Of The Mountain (KOM) atau Raja Tanjakan dan berhak mendapatkan Polkadot Jersey.
Sementara Muhammad Abdurahman dinobatkan menjadi Best Indonesian Raider Stage 8 (Pebalap Indonesia Termuda Etape 8). *
Editor : Frans Dhena
Sumber Berita: Metrosiar









