Jakarta, Metrosiar – Pelantikan resmi John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia mengalami penundaan. Acara yang awalnya direncanakan pada Senin (12/1/26) di Hotel Mulia, Jakarta, akhirnya digeser ke hari Selasa (13/1/26).
Badan Tim Nasional PSSI menyebutkan dua alasan utama penundaan ini. Pertama, kondisi cuaca di wilayah Jabodetabek yang diguyur hujan intens. Kedua, kondisi fisik John Herdman sendiri yang dikabarkan belum sepenuhnya fit.
“Diundur menjadi besok. (John Herdman) kurang fit. Tempatnya tetap sama,” jelas Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, kepada media di Jakarta.
Analisis Gaya Kepelatihan Herdman: Fleksibel dan Penuh Improvisasi
Meski belum dilantik secara resmi, gaya kepelatihan Herdman telah mulai dianalisis oleh para pengamat sepak bola nasional. Pengamat Bung Harpa menilai Herdman akan membawa angin segar dengan pendekatan yang berbeda dari pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong (STY) dan Patrick Kluivert.
“Gayanya dia ini berbeda. Dia itu sangat improvisasi,” ungkap Harpa dalam podcast YouTube-nya.
Filosofi Mirip Pep Guardiola: Suka Eksperimen Taktik
Bung Harpa bahkan menarik paralel antara filosofi Herdman dengan pelatih top dunia, Pep Guardiola.
Kesamaan terletak pada kecenderungan untuk terus bereksperimen dan mengubah taktik berdasarkan situasi pertandingan serta kekuatan lawan.
“Karakternya itu mirip-mirip Pep Guardiola, selalu berubah, sering berubah. Sering eksperimen, dan kadang itu sangat dipengaruhi oleh lawannya,” jelas Harpa.
Prediksi untuk Timnas: Banyak Perubahan Taktik di Lapangan
Harpa memprediksi bahwa era Herdman nantinya akan ditandai dengan fleksibilitas tinggi.
Perubahan formasi dan strategi di tengah pertandingan bisa menjadi pemandangan biasa.
“Banyak improvisasi yang akan dilakukan, kemungkinan besar ya,” sebutnya.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa kesuksesan pendekatan ini sangat bergantung pada kemampuan adaptasi cepat para pemain.
Sinergi antara improvisasi pelatih dan pemahaman pemain menjadi kunci agar perubahan taktik tidak mengganggu kestabilan permainan Tim Garuda.*
Editor : Nedu Wodo









