Metrosiar – Film keluarga populer tahun 1997 berjudul Children of Heaven yang disutradarai Majid Majidi, mengisahkan dua kakak beradik, Ali dan Zahra, dari keluarga miskin di Teheran, Iran.
Karena keterbatasan ekonomi, keduanya harus berbagi sepasang sepatu. Zahra memakainya di pagi hari, sementara Ali bergegas pulang agar bisa mengenakannya untuk sekolah siang.
Dilansir dari Kompas.com, kisah serupa ternyata benar-benar terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dua bersaudara, Haikal Al Farizi (18) dan Haezar Alzikri (15), terpaksa saling bergantian memakai seragam Pramuka setiap hari Kamis.
Haezar, siswa kelas 3 SMP, berbagi seragam dengan kakaknya Haikal yang duduk di kelas 3 SMK. Meski bersekolah di tempat yang sama, keduanya memiliki jadwal belajar berbeda.
“Gantian memakai baju Pramuka setiap hari Kamis. Sepatu juga. Kemarin Aa (Haikal) masuk siang, Haezar pagi,” kata Haezar saat ditemui di kontrakan mereka di Desa Bojong Indah, Kecamatan Parung, Bogor, Kamis (18/9/25), dikutip dari Kompas.com.
Mereka tinggal di rumah kontrakan sederhana di kawasan padat penduduk, tak jauh dari Jalan Raya H Mawi.
Di sana, keduanya hidup bersama sang ibu, Nina Rahmadini (40), yang mengalami gangguan jiwa, nenek mereka Sumiati, serta adik bungsu bernama Calista (9). Sang ayah meninggal dunia pada 2020.
Hidup dari Bantuan dan Gotong Royong
Keluarga ini bertahan hidup berkat uluran tangan kerabat dan para relawan yang peduli.
“Kami kerja sama, abang saya, suami saya, nenek saya juga. Terus dari bantuan juga gitu,” tutur bibi Haikal, Dika Yuniasari.
Menurut Dika, Haikal dan Haezar sudah saling bergantian mengenakan seragam sejak mereka duduk di kelas 1 SMP dan SMK.
“Seragam Pramukanya cuma satu bergantian. Adiknya dulu, baru abangnya gitu,” ungkapnya.
Meski sempat khawatir dengan kondisi mental keponakannya setelah video keduanya viral, perhatian masyarakat justru membawa berkah.
“Alhamdulillah, udah dibantu dari seragam sekolah, sepatu, alat tulis sama biaya sekolah. Sudah dibantu, udah dibayar,” jelas Dika.
Berkat bantuan tersebut, Haikal dan Haezar kini tak perlu lagi berbagi seragam saat berangkat sekolah.
Mereka bisa melanjutkan pendidikan dengan lebih tenang, ditemani semangat gotong royong keluarga serta dukungan para dermawan.*
Editor : Lisan Al-Ghaib
Sumber Berita: Kompas.com









