Mengenal Pasangan dengan Gangguan NPD: Kisah Nyata Seorang Ibu Bangkit dari Hubungan Toksik

Minggu, 4 Mei 2025 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah rumah tangga yang suaminya menderita Narcissistic Personality Disorder (NPD) //Foto: Ilustrasi/Freepik//

Sebuah rumah tangga yang suaminya menderita Narcissistic Personality Disorder (NPD) //Foto: Ilustrasi/Freepik//

Metrosiar – Di masa lalu, Vanja tidak menyadari mantan suaminya mengidap gangguan kepribadian narsistik atau Narcissistic Personality Disorder (NPD).

Pemahaman itu baru muncul perlahan setelah mereka dikaruniai seorang anak. Seiring waktu, Vanja mulai melihat pola perilaku suaminya yang selalu mengutamakan kepentingan pribadi, bahkan saat anak mereka sedang sakit.

Suatu hari, ketika anak mereka muntah di dekat ayahnya, sang suami justru asyik bermain PlayStation tanpa menunjukkan empati sedikit pun.

Momen itulah yang menjadi titik balik bagi Vanja, seorang ibu rumah tangga penuh kasih yang ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Tanda-Tanda Awal Pasangan Mengidap NPD

Vanja menyadari ada yang tidak beres dalam rumah tangganya ketika anaknya menginjak usia satu tahun. Ia merasakan ketidakbahagiaan yang mendalam dan akhirnya memutuskan untuk berkonsultasi dengan psikolog.

“Aku tidak merasa bahagia, jadi aku mencari bantuan profesional,” ujar Vanja dalam Podcast YouTube Grace Tahir /@GraceTahir23.

Namun reaksi sang suami sangat negatif. Ia menolak hasil konsultasi, bahkan menyuruh Vanja berhenti menemui psikolog setelah mendengar kemungkinan dirinya mengidap NPD dan cenderung manipulatif.

Ciri-Ciri Pasangan dengan Gangguan Kepribadian Narsistik

Dalam refleksi perjalanannya, Vanja membagikan sejumlah perilaku khas yang ia alami bersama mantan suaminya yang diduga NPD:

  • Mementingkan Diri Sendiri: Prioritas hidupnya hanya pada dirinya sendiri, bahkan ketika anak sedang sakit.
  • Minim Empati: Tidak peduli pada penderitaan pasangan atau anak, lebih memilih kesenangan pribadi.
  • Manipulatif dan Mengontrol: Setelah perceraian, mantan suami menggunakan uang sebagai alat untuk mengontrol Vanja, termasuk mengancam mengurangi nafkah.
  • Gaslighting: Membuat Vanja meragukan diri sendiri, bahkan kemampuan dasar seperti bahasa Inggris.
Baca juga:  Orang tua Murid di Lebak Gotong Meja dan Kursi ke Sekolah, Viral di Medsos

Psikolog Dr. Emily Guarnotta menjelaskan, “Narsisis sering kali tampak sangat percaya diri, tetapi ciri utama narsisme adalah harga diri yang rendah. Mereka menunjukkan arogansi dan melebih-lebihkan pencapaian mereka untuk menyembunyikan harga diri yang rendah ini.”

Perjalanan Menuju Pemulihan dan Ketangguhan Emosional

Setelah resmi bercerai, Vanja tidak langsung menemukan ketenangan. Ia harus menghadapi tekanan mental dan kekerasan finansial dari mantan suaminya. Namun, langkah demi langkah, Vanja mulai pulih dan membangun hidup baru.

Beberapa hal yang membantunya bangkit antara lain:

  • Proses Mengenal Diri: Mengikuti kelas meditasi dan komunitas spiritual.
  • Cinta pada Diri Sendiri: Menerima masa lalu dan berfokus pada kebahagiaan diri serta anak-anak.
  • Dukungan Sosial: Kehadiran teman dan keluarga sangat membantu memperkuat mentalnya.

“Kalau ingin menemukan seseorang yang mencintaimu dengan tulus, kamu harus mencintai dirimu sendiri lebih dulu,” pesan Vanja.

Nasihat untuk Mereka yang Terjebak dalam Hubungan NPD

Bagi siapa pun yang merasa terjebak dalam hubungan dengan pasangan NPD, Vanja menyampaikan pesan penting berikut:

  • Percayai Instingmu: Jika ada sesuatu yang terasa salah, jangan abaikan.
  • Cari Dukungan: Jangan ragu berbicara pada teman, keluarga, atau komunitas yang peduli.
  • Kumpulkan Bukti: Dokumentasikan bentuk manipulasi, terutama jika terkait proses hukum atau hak asuh.
  • Berani Memulai Ulang: Hidup baru yang lebih bahagia bisa dimulai kapan saja.
Baca juga:  Gerakan Pemuda Peduli Bersama Kembali Adakan Agenda Rutin Santunan Yatim Piatu

Psikolog Michelle English, LCSW, menyatakan, “Meskipun tampak kuat di luar, narsisis sangat rentan. Mereka bisa sangat rapuh karena mengalami keterasingan yang mendalam, kekosongan, dan kurangnya makna. Karena kerentanan ekstrem mereka, mereka mendambakan kekuasaan dan harus terus-menerus mengontrol lingkungan, orang-orang di sekitar mereka, dan emosi mereka.”

Dampak terhadap Anak dan Peran Pendidikan Emosional

Kini, anak Vanja yang berusia sepuluh tahun mulai memahami situasi dan memilih menjaga jarak secara emosional dari ayahnya.

Vanja membimbing anaknya untuk tumbuh dengan nilai-nilai yang sehat mencintai diri sendiri dan memilih pasangan berdasarkan kebaikan hati, bukan hanya tampilan fisik atau materi.

Kisah Vanja adalah bukti nyata bahwa melepaskan diri dari hubungan beracun memang sulit, tetapi sangat mungkin dilakukan.

Dengan keberanian, dukungan yang tepat, dan keteguhan hati, setiap orang bisa bangkit dan menemukan kembali kebahagiaannya.

Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal berada dalam hubungan serupa, ingatlah bahwa kamu tidak sendiri.

Apa pengalamanmu dalam menghadapi pasangan yang narsistik atau manipulatif? Bagikan ceritamu di kolom komentar di bawah.(*)

Editor : Nedu Wodo

Sumber Berita: YouTube Grace Tahir

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah
Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan
40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!
Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!
Meter Air Buram dan Rusak Kini Bisa Diganti Gratis, Ini Caranya
Mahkamah Agung Menghentikan Diskriminasi Hukum Terhadap Hendra Lie, Gus Rofi : “Harusnya Korupsinya Di Usut”
Mengupas Rahasia Hidup Tenang, Komunitas RUBIK Hadirkan Kajian Bersama Ust Kiswoko Al Ghifari S.Pd
Di masa lalu, Vanja tidak menyadari mantan suaminya mengidap gangguan kepribadian narsistik atau Narcissistic Personality Disorder (NPD). Pemahaman itu baru muncul perlahan setelah mereka dikaruniai seorang anak. Seiring waktu, Vanja mulai melihat pola perilaku suaminya yang selalu mengutamakan kepentingan pribadi, bahkan saat anak mereka sedang sakit. Suatu hari, ketika anak mereka muntah di dekat ayahnya, sang suami justru asyik bermain PlayStation tanpa menunjukkan empati sedikit pun. Momen itulah yang menjadi titik balik bagi Vanja, seorang ibu rumah tangga penuh kasih yang ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 23:26 WIB

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah

Jumat, 24 April 2026 - 06:05 WIB

Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan

Jumat, 24 April 2026 - 00:45 WIB

40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kamis, 23 April 2026 - 22:44 WIB

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 April 2026 - 22:01 WIB

Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB