Banjir Tak Kunjung Surut di Jalan Arya Kemuning Kota Tangerang, Warga Juluki “Danau Arya Kemuning”

Avatar photo

Minggu, 11 Mei 2025 - 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Jalan Arya Kemuning, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten, sudah lebih dari satu tahun terendam banjir. (Tangkapan Layar)

Potret Jalan Arya Kemuning, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten, sudah lebih dari satu tahun terendam banjir. (Tangkapan Layar)

Metrosiar – Banjir yang melanda Jalan Arya Kemuning, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten, tak kunjung surut sejak lebih dari satu tahun terakhir. Kondisi ini menyebabkan keresahan warga dan pengguna jalan yang terpaksa mencari jalur alternatif akibat genangan air yang tak kunjung mengering.

Menurut penuturan warga setempat, saat hujan deras turun, tinggi genangan air di jalan tersebut dapat mencapai lebih dari 1 meter. Kondisi ini membuat kendaraan roda dua dan roda empat tak mampu melintas, bahkan menyebabkan kemacetan dan rawan kecelakaan.

Baca juga:  Angkat Pariwisata Budaya ke Publik, Pemkab Ngada Siap Sukseskan Festival GAYAIN 2025

Tak hanya saat musim hujan, genangan air setinggi 30 hingga 50 cm juga kerap terjadi saat musim panas akibat buruknya sistem drainase di kedua sisi jalan. Air yang tergenang membuat permukaan jalan licin, berlendir, dan ditumbuhi lumut sehingga membahayakan pengendara.

Akibat kondisi ini, netizen pun menjuluki titik banjir tersebut sebagai “Danau Arya Kemuning”, sebuah sindiran terhadap lambannya penanganan banjir oleh pihak berwenang. Warga mengaku sudah lelah melapor, namun hingga kini belum ada solusi nyata yang diterapkan.

Baca juga:  KAI Buka Penjualan Tiket Kereta Tambahan Untuk Lebaran Tahun 2025

Dahulu, Jalan Arya Kemuning merupakan jalur alternatif vital bagi masyarakat yang hendak melintasi kawasan Periuk. Namun kini, jalan tersebut nyaris mati total. Hanya kendaraan dengan ground clearance tinggi yang berani melintas, sementara motor dan mobil kecil terpaksa memutar arah.

Warga berharap Pemerintah Kota Tangerang segera turun tangan untuk membenahi infrastruktur dan sistem drainase agar jalan ini kembali bisa digunakan seperti sediakala.

 

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pantai Anyer Padat! Polisi Terapkan One Way, Orang Tua Diminta Siaga
Waterpark Annisa Jaya Bagi-Bagi THR, Jadi Destinasi Favorit Libur Lebaran 2026
Menyusuri Lereng Gunung Bunder Menikmati Pemandangan Kawah Ratu Yang Eksotis
Video: Kapolsek Kronjo, AKP I Nyoman Nariana, S.M., S.Pd. melakukan pemantauan di obyek wisata Pulau Cangkir
Libur Nataru Ramai, Polisi Siaga di Pulau Cangkir untuk Jamin Keamanan Wisatawan
Hari Pertama 2026, Kapolda Banten Turun ke Anyer: Ada Apa di Jalur Wisata Favorit Ini?
Bamboo Park, Destinasi Hijau di Tangerang yang Sejuk ala Pedesaan
Relawan Rumah Zakat Tangerang Aksi Volunteer Go Green di Pesisir
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:24 WIB

Pantai Anyer Padat! Polisi Terapkan One Way, Orang Tua Diminta Siaga

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:45 WIB

Waterpark Annisa Jaya Bagi-Bagi THR, Jadi Destinasi Favorit Libur Lebaran 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:10 WIB

Menyusuri Lereng Gunung Bunder Menikmati Pemandangan Kawah Ratu Yang Eksotis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 06:58 WIB

Video: Kapolsek Kronjo, AKP I Nyoman Nariana, S.M., S.Pd. melakukan pemantauan di obyek wisata Pulau Cangkir

Sabtu, 3 Januari 2026 - 05:43 WIB

Libur Nataru Ramai, Polisi Siaga di Pulau Cangkir untuk Jamin Keamanan Wisatawan

Berita Terbaru