Terungkap Alasan Rapat Panja Komisi I DPR Digelar di Hotel Mewah

Avatar photo

Minggu, 16 Maret 2025 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar saat memberikan keterangan kepada awak media di Nusantara III, DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (4/10/2024). //dpr.go.id//

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar saat memberikan keterangan kepada awak media di Nusantara III, DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (4/10/2024). //dpr.go.id//

Metrosiar – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI, Indra Iskandar, menjelaskan alasan rapat panitia kerja (Panja) Komisi I DPR RI bersama pemerintah mengenai Revisi Undang-Undang (RUU) TNI diselenggarakan di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat.

Indra mengatakan pelaksanaan rapat ini sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dan mendapat izin dari pimpinan DPR.

Tata Tertib yang Mengatur Lokasi Rapat Panja

“Ya jadi kita bicara aturan dulu gitu ya, aturan berkaitan dengan rapat-rapat dengan urgensitas tinggi itu dimungkinkan untuk tidak di gedung DPR. Itu diatur di tatib pasal 254 aturannya, dengan izin pimpinan DPR, ini sudah dilakukan,” jelas Indra kepada wartawan, Sabtu (15/3/2025).

Pemilihan Lokasi dengan Pertimbangan Efisiensi dan Kenyamanan

Indra menyebut pihak Sekretariat DPR telah melakukan penjajakan terhadap beberapa hotel untuk menjadi tempat rapat panja ini.

Baca juga:  Tindak Lanjut Arahan Bupati, Kadis Bina Marga SDA Tangerang Letakkan Batu Pertama Bedah Rumah Ibu Laila

Hotel yang dipilih juga mempertimbangkan adanya kerja sama government rate dengan harga yang terjangkau.

“Jadi itu pertimbangannya dan itu sudah prosedur-prosedur itu sudah kita lakukan, karena ini memang rapat-rapat tentu, karena ini sifatnya maraton dan simultan dengan urgensitas tinggi, memang harus dilakukan di tempat yang ada tempat istirahat,” terang Indra.

Pemotongan Anggaran Tidak Mengganggu Pelaksanaan Rapat Panja

Terkait dengan pemotongan anggaran sebesar 50 persen yang diterima DPR akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah, Indra mengungkapkan meskipun anggaran dikurangi, DPR masih memiliki cukup dana untuk melaksanakan rapat panja di hotel.

“Kita masih punya anggaran yang 50%-nya lagi, dan itu tentu menjadi prioritas kita juga karena RUU ini juga bagian dari target legislasi DPR gitu ya. Jadi kalau keterkaitan dengan penghematan, ini kita masih punya anggaran cadangan dari yang 50% dengan sangat hati-hati tentu kita menghitung RUU apalagi yang harus diselesaikan dengan format konsinyir gitu,” jelas Indra.

Baca juga:  Gelora Desak Moratorium Izin Hutan: “Warga Butuh Reparasi, Bukan Bantuan Sesaat”

Persiapan Kamar untuk Peserta Rapat Panja

Indra juga menyebut alokasi kamar bagi peserta rapat panja tetap disiapkan, mengingat durasi rapat yang seringkali tidak dapat diprediksi dan bisa berlangsung hingga dini hari.

“Karena kan tentu selesainya kan nggak bisa ditentukan, ini kadang-kadang dini hari baru selesai, dini hari harus break dulu, harus istirahat. RUU ini kan yang Panja, Panja aja, dan yang lain juga Panja kan yang terlibat,” imbuhnya.(*)

Editor : Kun

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka
Revisi UU Pemilu Disorot, Gelora Dorong Prosedur Lebih Sederhana
DPR Kaji Pembentukan Lembaga Khusus Pengelola Aset Sitaan dan Rampasan Negara
13 Tindak Pidana Masuk RUU Perampasan Aset, Korupsi hingga Pertambangan Jadi Sasaran
Lurah Pakuhaji Pastikan Penyaluran Bansos Beras Lancar dan Tertib
Karhutla Kalteng Jadi Sorotan GMKI Palangka Raya Bukan Sekadar Api
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:01 WIB

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Minggu, 6 September 2026 - 09:57 WIB

PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka

Selasa, 1 September 2026 - 15:02 WIB

Revisi UU Pemilu Disorot, Gelora Dorong Prosedur Lebih Sederhana

Selasa, 1 September 2026 - 13:41 WIB

DPR Kaji Pembentukan Lembaga Khusus Pengelola Aset Sitaan dan Rampasan Negara

Berita Terbaru

Keuangan & Perpajakan

Mahasiswa Global Institut Ajarkan QRIS dan Canva di Desa Gempol Sari

Kamis, 17 Sep 2026 - 13:51 WIB