Metrosiar – Dalam rangka memperingati dua dekade kiprah pemberdayaan, Institut Kemandirian (IK) yang berada di bawah naungan Dompet Dhuafa merayakan 20 tahun dedikasi membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang mandiri dan produktif.
Acara bertajuk “20 Tahun Inspirasi Kebermanfaatan” digelar di Teras Kota, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Banten, pada (27/5/2025).
Kegiatan ini menandai tonggak penting dalam perjuangan menekan angka pengangguran di Indonesia.
Sejak berdiri, IK telah memberikan pelatihan vokasional kepada lebih dari 8.600 peserta dari berbagai latar belakang ekonomi di 29 provinsi.
Lulusan IK tidak hanya siap kerja, namun juga banyak yang sukses menjadi wirausahawan mandiri.
Mengatasi Pengangguran Lewat Pendidikan Vokasional
Direktur Institut Kemandirian, Abdurrahman Usman, menegaskan bahwa pendidikan vokasional dan program inkubasi bisnis adalah solusi strategis untuk memutus rantai pengangguran.
“Di usia ke-20 ini, kami ingin mengingatkan bahwa membangun manusia adalah kunci mengatasi pengangguran. Kami fokus pada pelatihan yang terukur, sistematis, dan sesuai kebutuhan dunia kerja,” ujar Abdurrahman dalam sambutannya.
Ia juga menekankan bahwa momen milad bukan sekadar perayaan, tetapi bentuk komitmen untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang tangguh, adaptif, dan siap bersaing secara global

Peluncuran Platform Baru dan Diskusi Inovatif
Dalam perayaan tersebut, IK meluncurkan platform digital pasukagercep.ID serta memperkenalkan TEKUN (Training Lifecycle Management System) sebagai sistem manajemen pelatihan terbaru.
Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas proses pembelajaran dan pemantauan hasil pelatihan.
Acara juga diramaikan dengan forum diskusi interaktif bertema “0% Pengangguran”, menghadirkan narasumber seperti Dr. Baban Sarbana dan Perawati, yang membahas strategi konkret dalam menciptakan lapangan kerja berbasis keterampilan.
Kisah Sukses Alumni dan Hiburan Inspiratif
Beberapa alumni Institut Kemandirian turut hadir dan membagikan kisah inspiratif mereka. Melisa dan Wandi merupakan contoh nyata bagaimana pelatihan di IK mampu mengubah hidup menjadi lebih mandiri dan bermakna.
Salah satu alumni, Ratna Jumila (28), lulusan program pelatihan Maternity Spa, mengungkapkan bahwa pembinaan dari IK telah membuka jalan karier hingga ke luar negeri.
“Berkat pelatihan dari Institut Kemandirian, tiga dari kami kini bekerja di luar negeri, seperti di Qatar dan Arab Saudi. Saya berharap ke depan, Institut Kemandirian bisa membantu mengurangi pengangguran di Indonesia hingga 0 persen,” ujar Ratna penuh semangat.

Tak hanya itu, suasana acara makin semarak dengan kehadiran penyanyi Hanin Dhiya, yang memberikan sentuhan hiburan yang membangkitkan semangat peserta dan undangan.
Membangun Masa Depan Lewat Kolaborasi dan Inovasi
Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, dan Direktur Program Pendidikan Dompet Dhuafa, Asep Herdiana, turut hadir memberikan dukungan penuh terhadap peran strategis IK dalam pembangunan SDM Indonesia.
Dengan menyeimbangkan hardskill, softskill, dan life skill, Institut Kemandirian menjadi model pemberdayaan yang menjawab tantangan zaman.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, langkah-langkah inovatif dan kolaboratif seperti ini membuktikan bahwa masa depan bangsa dapat dibentuk dari investasi pada manusia.(*)









