Brigade Masjid PRIMA DMI Kutuk Tindakan Kekerasan di Masjid Agung Sibolga

Avatar photo

Jumat, 7 November 2025 - 06:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Metrosiar – Peristiwa tragis yang terjadi di Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara, Sabtu (1/11/2025) lalu, memicu gelombang keprihatinan. Seorang pemuda berusia 21 tahun, Arjuna Tamaraya, meregang nyawa setelah diduga menjadi korban pengeroyokan sejumlah oknum di area rumah ibadah. Menanggapi hal itu, Direktur Brigade Masjid Pimpinan Pusat Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI), Masrur Mustofa, mengutuk keras tindakan kekerasan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang mencederai nilai kemanusiaan dan moralitas umat.

“Kami sangat menyayangkan dan mengecam keras pola-pola kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah oknum terhadap almarhum Arjuna Tamaraya. Tindakan semacam itu tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak kesucian masjid sebagai pusat peradaban umat,” ujar Masrur Mustofa saat dihubungi pada Rabu (5/11/2025).

Menurutnya, masjid seharusnya menjadi ruang yang menghadirkan kedamaian, bukan kekerasan. “Masjid semestinya menjadi tempat yang memakmurkan umat, menjangkau sisi sosial dan kemanusiaan, bukan malah menebar ketakutan. Pola kekerasan seperti ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan ajaran moral universal,” tegasnya.

Baca juga:  Perusahaan Tambang Buka Peluang untuk Lulusan Baru dari Berbagai Jurusan

Masrur menyebut tindakan para pelaku sebagai bentuk sikap feodal dan tidak beradab. Ia menilai, pola pengelolaan masjid yang dilakukan dengan cara-cara kekerasan, prasangka buruk, atau intimidasi, merupakan cermin dari hilangnya nilai keadaban.

“Sudah sangat kampungan kalau pelayanan kepada jamaah dilakukan dengan cara-cara su’udzon dan kekerasan. Seharusnya pengurus masjid mencontoh akhlak mulia dalam melayani umat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa fungsi masjid tidak terbatas pada ibadah ritual semata. “Masjid punya fungsi sosial dan keumatan. Masjid seharusnya bisa mengakomodir kebutuhan umat, termasuk mereka yang hanya ingin singgah, berteduh, bahkan menginap,” ujar pendiri Berkah Sahabat Masjid Indonesia (BSMI) itu.

Masrur menegaskan bahwa tindakan pengeroyokan yang berujung kematian di lingkungan masjid merupakan bentuk pengingkaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan. “Jangankan di masjid, dalam kehidupan sehari-hari pun kita harus saling mengasihi dan membantu. Apalagi di rumah Allah, tempat yang seharusnya menjadi simbol kasih sayang dan perdamaian,” katanya menegaskan.

Sebelumnya, pada Senin (3/11/2025), Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) juga telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait kasus ini. Dalam surat yang ditandatangani Ketua Umum PP DMI yaitu Dr. (H.C.) H. Muhammad Jusuf Kalla dan Sekretaris Jenderal Dr. H. Rahmat Hidayat, DMI menyebut tindakan pengeroyokan itu sebagai perbuatan biadab dan kriminal yang menodai kesucian tempat ibadah.

Baca juga:  Mata di Langit Mulai Mengawasi! Drone Presisi Korlantas Siap Rekam Pelanggaran Tanpa Ampun

“Tindakan kriminal yang terjadi di masjid tersebut, apapun alasannya, tidak dapat dibenarkan. Ini mencederai nilai kemanusiaan, merusak sendi-sendi keumatan, serta menodai kesucian rumah ibadah,” tulis pernyataan resmi DMI.

DMI mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku. “Kami meminta pihak berwenang bertindak cepat dan transparan. Kasus seperti ini tidak boleh terulang, karena masjid adalah tempat suci, bukan arena kekerasan,” tegas pernyataan tersebut.

Tragedi di Masjid Agung Sibolga menjadi pengingat pahit bahwa nilai kemanusiaan harus dijaga di atas segalanya, terlebih di rumah Allah. Kekerasan, dalam bentuk apapun, tak memiliki tempat di tengah umat yang beradab.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raymundus Bena Tuntaskan Penantian Puluhan Tahun! SMP Negeri Rawangkalo Resmi Berdiri, Pendidikan Kini Makin Dekat dengan Rakyat
Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah
3,37 Ton Narkoba Dimusnahkan, Pesan Menko Polkam Langsung Jadi Sorotan
Cara Cek Kena Tilang ETLE atau Tidak Tanpa ke Kantor Polisi, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Menit
Nanik S. Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan Calon Penggantinya: “Adik Saya”
Langkah Nyata Ray Bena Mencetak Generasi Unggul: 4.500 Siswa Terima Seragam Gratis, Kontingen Jambore Emban Misi Daerah
Terbongkar! Modus “Sedot Tangki” BBM Subsidi di Hutan Wolobobo Berakhir, Polres Ngada Sita 670 Liter Pertalite
158 Mahasiswa GENTASKIN Diterjunkan ke Desa-Desa Ngada, Wabup Berni Dhey: Jangan Pulang Hanya Membawa Laporan, Tinggalkan Warisan Perubahan
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:10 WIB

Raymundus Bena Tuntaskan Penantian Puluhan Tahun! SMP Negeri Rawangkalo Resmi Berdiri, Pendidikan Kini Makin Dekat dengan Rakyat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:38 WIB

Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:57 WIB

3,37 Ton Narkoba Dimusnahkan, Pesan Menko Polkam Langsung Jadi Sorotan

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:49 WIB

Cara Cek Kena Tilang ETLE atau Tidak Tanpa ke Kantor Polisi, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Menit

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:50 WIB

Nanik S. Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan Calon Penggantinya: “Adik Saya”

Berita Terbaru

Penyerahan SK oleh Rudi Ongky G selaku Ketua Markas Daerah Provinsi Banten kepada Panji Kuswanto selaku Ketua Markas Cabang Kabupaten Lebak yang baru

Sosial Kemasyarakatan

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:47 WIB