238 Mahasiswa STKIP Citra Bakti ikut KKN, Bupati Ngada Tekankan Pentingnya Teori dan Kenyataan di Masyarakat

Avatar photo

Selasa, 26 Agustus 2025 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

238 Mahasiswa STKIP Citra Bakti ikut KKN, Bupati Ngada Tekankan Pentingnya Teori dan Kenyataan di Masyarakat. (Foto: portal.ngadakab.go.id)

238 Mahasiswa STKIP Citra Bakti ikut KKN, Bupati Ngada Tekankan Pentingnya Teori dan Kenyataan di Masyarakat. (Foto: portal.ngadakab.go.id)

Metrosiar- Bupati Ngada, Raymundus Bena menekankan pentingnya teori dan kenyataan yang dihadapi di masyarakat.

Hal ini diungkapkan Bupati Ngada yang akrab disapa Ray Bena ini ketika melepas 238 Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Citra Bakti untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Kecamatan Bajawa, Senin (23/8/25).

Ray Bena mengaku, teori di kampus dan realitas di masyarakat kadang bertolak belakang.

Karena itu lanjut Dia, untuk memperkaya pengetahuan dan pengalaman hidup, mahasiswa tidak hanya diminta untuk membagi ilmu akademik, tetapi juga harus belajar dari masyarakat itu sendiri.

Sementara itu, Ketua STKIP Citra Bakti, Dr. Dek Ngurah Laba Laksana ketika dikonfrimasi media mengatakan, Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) merupakan salah satu bentuk kegiatan akademik intrakurikuler yang wajib diikuti oleh mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan ini menjadi bagian integral dari implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sekaligus bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

Baca juga:  Ratna Jumila: Kemandirian Perempuan Mewujudkan Aktualisasi Diri

Ngurah menambahkan, sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, STKIP Citra Bakti berkomitmen untuk mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan KKNT lanjut Dia, mahasiswa diberikan ruang untuk menerapkan kompetensi akademik dalam konteks sosial yang nyata, sehingga dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab, etos kerja, dan jiwa kepemimpinan di tengah masyarakat.

Tujuan umum KKN-T adalah untuk membentuk calon guru/tenaga kependidikan yang profesional dan berkarakter melalui kegiatan pelatihan, penyuluhan, dan praktik lapangan baik di sekolah maupun di masyarakat.

Program Kerja KKN Tematik

Lebih lanjut Ngurah memaparkan sejumlah program unggulan kampus yang akan dilaksanakan selama kegiatan KKN-T, antara lain: Bajawa Kota Bunga dan Pengolahan Sampah; Edukasi anti Kekerasan pada Wanita dan Anak; dan, Forum anak yang ada di Kabupaten Ngada.

Selain program unggulan kampus, tutur Ngurah, mahasiswa STKIP Citra Bakti juga akan menjalankan beberapa program kerja Prodi (Program Studi), yakni: Sosialisasi Parenting, Penyuluhan Stunting, Bimbingan Belajar, Bahan bacaan Ramah Anak, Pelatihan Olahraga Prestasi, Jalan dan Senam Sehat, Festival Olahraga Tradisional, Musik Inklusi, Panggung Rakyat, Pengolahan Pupuk (Kompos & Cair), serta Edukasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle), paparnya.

Baca juga:  158 Mahasiswa GENTASKIN Diterjunkan ke Desa-Desa Ngada, Wabup Berni Dhey: Jangan Pulang Hanya Membawa Laporan, Tinggalkan Warisan Perubahan

Lokasi Kegiatan

Kegiatan KKNT Tahun 2025 ungkap Ngurah dilaksanakan di wilayah Kecamatan Bajawa yang meliputi: Desa Beiwali, Desa Mukufoka, Desa Wawowae, Desa Bolonga, dan Desa Naru.
Selanjutnya, Kelurahan Bajawa, Kelurahan Ngedukelu, Kelurahan Tanalodu, Kelurahan Lebijaga, Kelurahan Faobata, Kelurahan Susu, Kelurahan Trikora, dan Kelurahan Kisanata, tandas Ngurah.

Momen Penting Bagi Mahasiswa untuk Belajar

Pelaksanaan KKNT tahun 2025 diharapkan menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk belajar langsung di tengah masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan desa dan kota berbasis potensi lokal, ungkap Ngurah.

“Terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung, terutama kepada Ketua YAPENTRI Ngada, bapa Bupati Ngada, serta pemerintah desa dan kelurahan mitra.” tutupnya.

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: portal.ngadakab.go.id/Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?
Bukan Sekadar Ngopi, Alumni UI Banten Bakal Gelar Pertemuan Spesial
Pemkab Tangerang Punya Gebrakan Baru, Desa Cikuya Jadi Pusat Komoditas
Hari Hak untuk Tahu: Perjalanan Panjang Menuju Keterbukaan Informasi
Dojang Sapto Unjuk Keberanian di PORCAM Taekwondo Pasarkemis: Ajang Seleksi & Tryout POPDA 2028
Tinggal di Pinggir Cisadane, Anak-anak Kampung Cacing Disorot! Ada Apa?
PSMTI Banten Bidik Kerja Sama Pendidikan hingga Pertukaran Mahasiswa dengan UT
10 Sesat Pikir yang Diam-Diam Bisa Menjebak Cara Berpikir
Berita ini 65 kali dibaca
Ray Bena mengaku, teori di kampus dan realitas di masyarakat kadang bertolak belakang. Karena itu, untuk memperkaya pengetahuan dan pengalaman hidup, mahasiswa tidak hanya diminta untuk membagi ilmu akademik, tetapi juga harus belajar dari masyarakat itu sendiri.

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?

Rabu, 30 September 2026 - 10:50 WIB

Bukan Sekadar Ngopi, Alumni UI Banten Bakal Gelar Pertemuan Spesial

Selasa, 29 September 2026 - 13:10 WIB

Pemkab Tangerang Punya Gebrakan Baru, Desa Cikuya Jadi Pusat Komoditas

Senin, 28 September 2026 - 09:59 WIB

Hari Hak untuk Tahu: Perjalanan Panjang Menuju Keterbukaan Informasi

Minggu, 27 September 2026 - 23:37 WIB

Dojang Sapto Unjuk Keberanian di PORCAM Taekwondo Pasarkemis: Ajang Seleksi & Tryout POPDA 2028

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Gabungan Dikerahkan

Senin, 26 Okt 2026 - 11:31 WIB

Pemerintahan

Mantan Panglima TNI Widodo AS Dimakamkan, Sejumlah Tokoh Hadir

Senin, 26 Okt 2026 - 11:16 WIB

Hukum & Kriminal

BYD Tabrak Beruntun, Ojol Terlindas di Panglima Polim

Senin, 26 Okt 2026 - 11:01 WIB

Hukum & Kriminal

54 Ton Batu Hitam Diduga Disamarkan sebagai Kemiri, 5 Orang Ditangkap

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:28 WIB