Metrosiar – Ah, PT Pertamina (Persero), perusahaan energi terbesar di Indonesia, kembali mencuri perhatian dengan aksi-aksi luar biasa yang tentu saja sangat “memuaskan” para pengamat korupsi.
Ternyata, skandal korupsi yang melibatkan pejabat tinggi mereka hanya bagian dari kebiasaan “terbaik” dalam tata kelola perusahaan negara.
Siapa sangka, dengan segala proyek besar, mereka bisa memberikan dampak yang begitu luar biasa—tentunya, merugikan negara, bukan? Berikut ini enam kisah sukses mereka dalam mengelola keuangan Negara.
1. Oplosan BBM yang Rugikan Negara Rp193,7 Triliun
Mari kita mulai dengan yang terbaru—praktik oplosan BBM. Petinggi Pertamina, termasuk Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan, ternyata memiliki “ide cemerlang” dengan mengoplos Pertalite menjadi Pertamax, dan tentunya menjualnya dengan harga Pertamax yang lebih tinggi.
Bagus sekali! Hasilnya, Negara harus merasakan kerugian mencapai Rp193,7 triliun. Tentu saja, ini adalah cara yang sangat kreatif dalam meraup keuntungan, kan?
2. Pengadaan LNG Tanpa Kajian yang Rugi Rp2,1 Triliun
Oh, dan siapa bisa lupa tentang pengadaan LNG tanpa kajian yang lebih mendalam? Karen Agustiawan, mantan Direktur Utama Pertamina, memilih untuk membeli LNG tanpa prosedur yang benar dan tanpa mempertimbangkan kebutuhan pasar.
Akibatnya, surplus LNG pun mengalir, dan Negara harus menanggung kerugian sebesar Rp2,1 triliun. Tapi jangan khawatir, hukuman? Oh, tentu saja, 13 tahun penjara, karena siapa pun butuh sedikit waktu untuk “merenung” tentang keputusan-keputusan brilian semacam ini.
3. Penggelapan Dana Pensiun

Kemudian, ada kisah tentang penggelapan dana pensiun sebesar Rp599 miliar oleh Muhammad Helmi Kamal Lubis. Tentu saja, berinvestasi pada saham yang merugikan perusahaan adalah langkah yang sangat “bijaksana,” dan tak heran jika dana pensiun itu akhirnya hilang begitu saja. Keputusan-keputusan cerdas seperti ini memang layak diapresiasi!
4. Suap Perdagangan Minyak Mentah
Berkat “kreativitas” dalam perdagangan minyak mentah, Bambang Irianto, Managing Director Pertamina Energy Services, berhasil menerima suap sebesar 2,9 juta dolar AS (sekitar 47.296.100.000 triliun rupiah)—hanya untuk mempermudah kerja sama dengan pihak swasta. Tentunya ini adalah cara yang sangat elegan untuk mempercepat segala urusan bisnis, bukan?
5. Investasi Bodong Blok BMG Australia
Pada 2018, Pertamina tampaknya memutuskan untuk menginvestasikan dana sebesar Rp568 miliar dalam proyek yang sangat menjanjikan—Blok Basker Manta Gummy di Australia. Sayangnya, investasi tersebut berakhir bencana karena blok minyak tersebut tidak menguntungkan. Tapi hei, namanya juga investasi, kan? Kadang ada yang untung, kadang ada yang buntung!
6. Korupsi Digitalisasi SPBU
Dan tentu saja, ada proyek digitalisasi SPBU yang luar biasa! Awalnya proyek ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi, tapi ternyata beberapa oknum dengan cerdasnya memanfaatkan proyek tersebut untuk keuntungan pribadi. Wah, begitu mulia niatnya!
Secara keseluruhan, PT Pertamina tampaknya sangat pandai dalam menambah daftar panjang “keberhasilan” yang benar-benar mengesankan dalam dunia korupsi.
Setiap langkah mereka memberi bukti bahwa “keahlian” dalam menyeimbangkan keuntungan pribadi dan kerugian negara memang patut dicontoh.(*)
Editor : Tim Metrosiar
Sumber Berita: Kompas.com, goodstats.id









