Sebuah Catatan untuk Pertamina, Masterclass Korupsi dengan Keahlian Memperdaya Negara

Avatar photo

Kamis, 6 Maret 2025 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan. (Foto: Dok. Kejaksaan Agung RI)

Potret Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan. (Foto: Dok. Kejaksaan Agung RI)

 

Metrosiar – Ah, PT Pertamina (Persero), perusahaan energi terbesar di Indonesia, kembali mencuri perhatian dengan aksi-aksi luar biasa yang tentu saja sangat “memuaskan” para pengamat korupsi.

Ternyata, skandal korupsi yang melibatkan pejabat tinggi mereka hanya bagian dari kebiasaan “terbaik” dalam tata kelola perusahaan negara.

Siapa sangka, dengan segala proyek besar, mereka bisa memberikan dampak yang begitu luar biasa—tentunya, merugikan negara, bukan? Berikut ini enam kisah sukses mereka dalam mengelola keuangan Negara.

1. Oplosan BBM yang Rugikan Negara Rp193,7 Triliun

Mari kita mulai dengan yang terbaru—praktik oplosan BBM. Petinggi Pertamina, termasuk Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan, ternyata memiliki “ide cemerlang” dengan mengoplos Pertalite menjadi Pertamax, dan tentunya menjualnya dengan harga Pertamax yang lebih tinggi.

Bagus sekali! Hasilnya, Negara harus merasakan kerugian mencapai Rp193,7 triliun. Tentu saja, ini adalah cara yang sangat kreatif dalam meraup keuntungan, kan?

2. Pengadaan LNG Tanpa Kajian yang Rugi Rp2,1 Triliun

Baca juga:  Reindustrialisasi sebagai Spirit Pancasila “Perspektif Insinyur dalam Menjawab Tantangan Ekonomi dan Kemandirian Bangsa"

Oh, dan siapa bisa lupa tentang pengadaan LNG tanpa kajian yang lebih mendalam? Karen Agustiawan, mantan Direktur Utama Pertamina, memilih untuk membeli LNG tanpa prosedur yang benar dan tanpa mempertimbangkan kebutuhan pasar.

Akibatnya, surplus LNG pun mengalir, dan Negara harus menanggung kerugian sebesar Rp2,1 triliun. Tapi jangan khawatir, hukuman? Oh, tentu saja, 13 tahun penjara, karena siapa pun butuh sedikit waktu untuk “merenung” tentang keputusan-keputusan brilian semacam ini.

3. Penggelapan Dana Pensiun

Ilustrasi mengenai skandal korupsi di PT Pertamina, termasuk pengoplosan BBM, pengadaan LNG tanpa kajian, hingga penggelapan dana pensiun yang merugikan negara.
PT Pertamina terlibat berbagai skandal korupsi besar, mulai dari pengoplosan BBM hingga penggelapan dana pensiun, merugikan negara miliaran hingga triliunan rupiah. (instagram.com/pertamina)

Kemudian, ada kisah tentang penggelapan dana pensiun sebesar Rp599 miliar oleh Muhammad Helmi Kamal Lubis. Tentu saja, berinvestasi pada saham yang merugikan perusahaan adalah langkah yang sangat “bijaksana,” dan tak heran jika dana pensiun itu akhirnya hilang begitu saja. Keputusan-keputusan cerdas seperti ini memang layak diapresiasi!

4. Suap Perdagangan Minyak Mentah

Berkat “kreativitas” dalam perdagangan minyak mentah, Bambang Irianto, Managing Director Pertamina Energy Services, berhasil menerima suap sebesar 2,9 juta dolar AS (sekitar 47.296.100.000 triliun rupiah)—hanya untuk mempermudah kerja sama dengan pihak swasta. Tentunya ini adalah cara yang sangat elegan untuk mempercepat segala urusan bisnis, bukan?

Baca juga:  Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan

5. Investasi Bodong Blok BMG Australia

Pada 2018, Pertamina tampaknya memutuskan untuk menginvestasikan dana sebesar Rp568 miliar dalam proyek yang sangat menjanjikan—Blok Basker Manta Gummy di Australia. Sayangnya, investasi tersebut berakhir bencana karena blok minyak tersebut tidak menguntungkan. Tapi hei, namanya juga investasi, kan? Kadang ada yang untung, kadang ada yang buntung!

6. Korupsi Digitalisasi SPBU

Dan tentu saja, ada proyek digitalisasi SPBU yang luar biasa! Awalnya proyek ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi, tapi ternyata beberapa oknum dengan cerdasnya memanfaatkan proyek tersebut untuk keuntungan pribadi. Wah, begitu mulia niatnya!

Secara keseluruhan, PT Pertamina tampaknya sangat pandai dalam menambah daftar panjang “keberhasilan” yang benar-benar mengesankan dalam dunia korupsi.

Setiap langkah mereka memberi bukti bahwa “keahlian” dalam menyeimbangkan keuntungan pribadi dan kerugian negara memang patut dicontoh.(*)

Editor : Tim Metrosiar

Sumber Berita: Kompas.com, goodstats.id

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
Kaki Tak Ia Miliki, Tapi Mimpinya Melangkah Jauh: Rinto Moti dan Lukisan yang Menyentuh Jiwa dari Boradho
Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi
Perang Iran–Israel Makin Membara, Benarkah Israel Akan Jadi Musuh Bersama di Kawasan?
Banten Never Changes !
Kaleidoskop 2025: Tahun Pergolakan Parlemen dan Gelombang Protes “Reset Indonesia”
Di Mana Polisi Tidur Saat Reformasi Polri Mulai Bekerja
Krisis Jalur Gaza: Diplomasi Kemanusiaan Indonesia untuk Palestina
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:00 WIB

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:26 WIB

Kaki Tak Ia Miliki, Tapi Mimpinya Melangkah Jauh: Rinto Moti dan Lukisan yang Menyentuh Jiwa dari Boradho

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:33 WIB

Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi

Selasa, 10 Maret 2026 - 05:21 WIB

Perang Iran–Israel Makin Membara, Benarkah Israel Akan Jadi Musuh Bersama di Kawasan?

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:24 WIB

Banten Never Changes !

Berita Terbaru

Penyerahan SK oleh Rudi Ongky G selaku Ketua Markas Daerah Provinsi Banten kepada Panji Kuswanto selaku Ketua Markas Cabang Kabupaten Lebak yang baru

Sosial Kemasyarakatan

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:47 WIB