Refleksi Kemerdekaan di tengah Arus Digitalisasi, Internet Berkecepatan Tinggi hanya Sebuah Sensasi, Inilah Kisah dari Flores Nusa Bunga

Avatar photo

Jumat, 8 Agustus 2025 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret alam Nuca Molas di Manggarai Barat, Flores, NTT. (instagram.com/nucamolas.official)

Potret alam Nuca Molas di Manggarai Barat, Flores, NTT. (instagram.com/nucamolas.official)

Metrosiar – Menjelang usia ke-80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, banyak pencapaian membanggakan telah diraih bangsa ini.

Jalan-jalan terhubung, listrik menerangi, dan teknologi mempercepat arus informasi.

Tetapi, di beberapa sudut indah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kemerdekaan di dunia digital masih menjadi janji yang belum sepenuhnya dirasakan.

Meski internet telah menjadi bagian penting kehidupan modern, dari pendidikan, kesehatan, hingga pariwisata, namun sejumlah desa di Flores masih merasakan sinyal yang datang dan pergi bak ombak di tepi pantai.

Manggarai Timur, Sinyal yang Masih Malu-malu

Di Tanah Rata, Lembur, Komba, Rongga Koe, Mbengan, Pongruan, Ruan, Gunung Baru, dan Gunung, warga merasakan sinyal internet yang sering hadir sebentar lalu menghilang.

Leri, warga setempat, menyebutnya “sinyal timbul tenggelam” hanya cukup untuk mengirim pesan singkat, tetapi belum mampu mengalirkan arus informasi seperti yang dibutuhkan untuk bekerja dan belajar.

Maunori, Nagekeo, Layanan Kesehatan yang Perlu Kecepatan

Menjelang 80 tahun RI, desa-desa di Flores masih menanti kemerdekaan digital demi pendidikan, kesehatan, dan pariwisata yang maju
Potret Pantai Maurao di Maunori Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT. (Foto: DOK. Anseli Sili Doni)

Bagi Leni, petugas kesehatan di Puskesmas Maunori, internet bukan sekadar untuk berselancar di dunia maya.

Baca juga:  Hardiknas 2026 di Bajawa Utara, Antusiasme Peserta Bikin Kagum

Ini adalah nyawa kedua dalam pelayanan pasien. Ketika jaringan lemah, pencatatan data dan koordinasi cepat menjadi tertunda, dan peluang untuk memberikan respons terbaik ikut melambat.

Sikka, Titik-titik yang Masih Menanti Sambungan

Dusun Hepang di Desa Nenbura dan Desa Ndai Mbere di Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, masih berada di zona yang internetnya bagai tamu yang enggan menetap. Di beberapa kampung, sinyal bahkan belum sempat memberi salam.

Satarlenda, Manggarai Barat, Pesona Wisata yang Perlu Dukungan

Menjelang 80 tahun RI, desa-desa di Flores masih menanti kemerdekaan digital demi pendidikan, kesehatan, dan pariwisata yang maju
Potret keindahan alam Nuca Molas, Manggarai Barat, Flores, NTT. (instagram.com/nucamolas.official)

Satarlenda, gerbang menuju surga wisata seperti Wae Rebo dan Nuca Molas, adalah permata yang cahayanya belum sepenuhnya dibantu teknologi.

Tim Bolang Trans7 yang meliput di sana harus mencari rumah warga yang menggunakan Starlink untuk terhubung ke Jakarta.

Bahrin Wahap, nelayan sekaligus petani, menyampaikan dengan nada lirih meski tanah mereka kaya hasil bumi dan potensi wisata, mereka belum benar-benar merdeka di belenggu sinyal internet.

Baca juga:  Bukan Atlet Biasa! 5 Anak dari Satu Keluarga Borong Medali di Tangsel Open 2026

Sekolah, Belajar di Tengah Buruknya Sinyal

Di SMP 4 Kenjoruk, Satarmese Barat, internet untuk guru tersedia lewat WiFi Starlink.

Tetapi, untuk mengerjakan tugas, para siswa seperti Brian harus berjalan mencari rumah warga yang menjual akses internet seharga Rp5.000–Rp10.000.

Sarah Maysah dan Sina Lestari, siswa SMP 4 Satarmese, juga kerap berburu sinyal demi menyelesaikan tugas sekolah.

Harapan yang Mengalir dari Timur Indonesia

Menjelang 80 tahun RI, desa-desa di Flores masih menanti kemerdekaan digital demi pendidikan, kesehatan, dan pariwisata yang maju
Menjelang 80 tahun RI, desa-desa di Flores masih menanti kemerdekaan digital demi pendidikan, kesehatan, dan pariwisata yang maju. (Foto ilustrasi/freepik)

Flores adalah pulau yang kaya dengan keindahan alam, hasil pertanian, perikanan, dan keramahan penduduknya.

Diberikan oleh Sang Pencipta dengan pariwisata yang kian dikenal dunia, kebutuhan akan internet yang cepat dan stabil bukan lagi kemewahan, melainkan jembatan menuju kesejahteraan.

Menjelang delapan dekade Indonesia merdeka, sudah saatnya kemerdekaan juga dirayakan di ranah digital.

Melalui dukungan infrastruktur internet yang merata, desa-desa di Flores tak hanya akan terhubung ke dunia, tapi juga siap memberi sumbangsih lebih besar bagi kemajuan bangsa.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: eNBeIndonesia.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jakut Hub Dorong Gen Z Jakarta Utara Naik Kelas Lewat Teknologi Digital
Pendidikan gratis dibuka,Gograber Dpw Tangsel sasar warga putus sekolah
Promo September Ceria Azka Motor hadir dengan DP motor Honda mulai Rp500 ribu dan pilihan tenor kredit menarik untuk wilayah Jabodetabek.
Masyarakat Sudah Diminta Pilah Sampah, Lalu Pemerintah Mau Apa? Penggiat Lingkungan Soroti Sistem Tangsel
Profil Gus Kikin, Ketua Umum PBNU 2026-2031
Muktamar NU 2026, Harapan KH Marsudi Suhud Membawa Gagasan NU Mandiri, Cerdas, dan Merakyat
Penggiat Lingkungan Tangsel Soroti Sampah: “Masalah Sampah Bukan Soal Anggaran!”
Plafon SDN Kutajaya 2 Nyaris Ambruk, Kepsek Minta Segera Direhab
Berita ini 33 kali dibaca
Potret desa di Flores, NTT, yang masih menanti kemerdekaan digital menjelang 80 tahun Indonesia merdeka. Warga, pelajar, dan tenaga kesehatan berjuang mengakses internet untuk pendidikan, layanan kesehatan, dan pariwisata. Sinyal yang belum stabil membuat aktivitas daring sering tertunda, meski potensi alam dan budaya setempat sangat menjanjikan.

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:59 WIB

Jakut Hub Dorong Gen Z Jakarta Utara Naik Kelas Lewat Teknologi Digital

Jumat, 4 September 2026 - 04:34 WIB

Pendidikan gratis dibuka,Gograber Dpw Tangsel sasar warga putus sekolah

Rabu, 2 September 2026 - 12:01 WIB

Promo September Ceria Azka Motor hadir dengan DP motor Honda mulai Rp500 ribu dan pilihan tenor kredit menarik untuk wilayah Jabodetabek.

Selasa, 1 September 2026 - 22:20 WIB

Masyarakat Sudah Diminta Pilah Sampah, Lalu Pemerintah Mau Apa? Penggiat Lingkungan Soroti Sistem Tangsel

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:38 WIB

Profil Gus Kikin, Ketua Umum PBNU 2026-2031

Berita Terbaru

Nusantara

The Significance of Game Reviews at Sloty Casino NZ

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:14 WIB