Wasit Laga Jepang VS Indonesia

Avatar photo

Selasa, 10 Juni 2025 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrosiar.

Wasit Kalem, Tapi Dompet Kartu Selalu Tebal

Ketika Timnas Indonesia harus meladeni Jepang di Suita, Osaka — tempat yang lebih dingin dari ruang tunggu PSSI saat diinterogasi publik — ada satu nama yang diam-diam bisa menentukan arah pertandingan.
Bukan pelatih. Bukan striker lawan. Tapi… wasit.

Dan bukan sembarang wasit. Ia adalah Kim Jong-hyeok, pria Korea Selatan yang dikenal tenang, kalem, dan… ringan tangan — dalam urusan mengeluarkan kartu kuning.

Kim adalah tipe wasit yang tenang, cukup satu peluit dan sorot mata tajam — pemain sudah tahu, “waduh, habis ini kartu bakalan keluar.”
Berdasarkan data Dari 417 pertandingan resmi, ia mengoleksi:

1.224 kartu kuning (rata-rata 3 per laga — lebih banyak dari kartu nama caleg saat kampanye),

47 kartu merah langsung,

105 penalti (mungkin setara dengan jumlah permintaan maaf federasi karena hasil buruk).

Dengan statistik seperti itu, tak heran kalau wasit satu ini lebih rajin mengeluarkan kartu ketimbang netizen saat cancel selebritas.

🇮🇩 Indonesia Punya Riwayat kurang bagus

Nama Kim juga bukan baru bagi Indonesia. Seperti mantan yang tak bisa dilupakan, Kim sudah dua kali memimpin laga Timnas — dan keduanya tak berakhir bahagia.

Baca juga:  Hasil Liga Champions: PSG Menang Adu Penalti atas Liverpool, Barcelona dan Inter Melaju ke Perempat Final

1. Kualifikasi Piala Asia 2015: Kalah dari Arab Saudi di GBK.
2. Kualifikasi Piala Dunia 2026 (vs Filipina, 2023): Imbang 1-1.

Tapi yang membekas bukan hasilnya, melainkan 3 kartu kuning untuk pemain Indonesia. Asnawi, Struick, dan Saddil jadi korban peringatan keras: “Jangan macam-macam, ya.”

🗾 Jepang Juga Pernah Kena

Oh, jangan kira Kim condong ke negara besar. Jepang pun pernah ‘disapanya’ saat melawan Arab Saudi dan Vietnam.
Nama-nama seperti Takumi Minamino dan Yukinari Sugawara juga pernah dia “kartuin.” Jadi ya, adil… dalam ketegasannya.

Namun tetap saja, di laga hidup-mati seperti ini, netralitas bukan hanya soal asal negara. Tapi soal persepsi publik, dan persepsi itu bisa dibentuk dari satu peluit yang terlalu dini, atau satu penalti yang terlalu “halus.”

🇮🇩🇯🇵 Bukan Soal Bola Saja, Tapi Soal Harga Diri dan kebanggaan

Indonesia datang ke laga ini bukan hanya membawa strategi, tapi juga harapan rakyat kecil yang tiap nonton bola di warung kopi harus rebutan colokan.
Sedangkan Jepang? Ya, mereka datang membawa kecepatan, ketenangan, dan histori panjang.

Baca juga:  Timnas Indonesia Siap Hadapi China di GBK: Penentu Lolos ke Piala Dunia 2026

Tapi jangan salah. Bola itu bundar, dan kadang, nasib satu bangsa bisa ditentukan oleh lengan seorang wasit.

🤫 Jangan Terlalu Percaya Fair Play

Dalam sepak bola modern, fair play itu seperti janji kampanye: bagus di baliho, lain cerita di lapangan. Maka dari itu, kita harus waspada.
Bukan curiga, tapi siaga.

Indonesia harus disiplin. Jangan beri celah. Jangan beri alasan. Karena sekali Kim Jong-hyeok mengangkat tangannya, bukan hanya pemain yang bisa jatuh, tapi juga harapan seluruh negeri.

🔥 Ini Bukan Hanya Soal Siapa Lebih Jago

Ini tentang siapa yang lebih sabar, lebih pintar membaca situasi, dan lebih tahan godaan untuk melakukan pelanggaran Sia sia.

Jepang mungkin unggul di atas kertas. Tapi sejarah kadang berpihak pada yang gigih dan tahu kapan harus diam, bukan hanya teriak.

Osaka akan jadi panggung. Tapi jangan salah, salah satu aktor utamanya bukan pemain — melainkan pria berseragam hitam, berpeluit, dan punya daya magis: Kim Jong-hyeok.

 

Penulis : IDR

Sumber Berita: PSSI

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Ngada untuk Indonesia, Wabup Berni Dhey Resmi Lepas PSN Menuju Liga Nasional
Bukan Sekadar Juara! Wabup Ngada Berni Dhey Kobarkan Semangat Petarung di Penutupan Bowali Cup I, PSN Diminta Harumkan Nama Daerah
Final Derby Belajen Cup 1 Berlangsung Sengit, Makmur Jaya FC Keluar Sebagai Juara
Derby Panas di Partai Puncak Belajen Cup 1: Makmur Jaya FC Tantang Pricom FC
Drama Besar di Turnamen Belajen Cup 1: Makmur Jaya FC Melaju ke Final, Publik Menanti “Final Langka” Senior vs Junior
“Raksasa Roboh di Bowali Cup!” MARSELA LANGA Bungkam GOLEWA RAYA, Stadion Berguncang dan Tiket Final Resmi Dikunci
“Bowali Cup Meledak!” Ketua DPRD Ngada: Dari Lapangan Hijau, Lahir Mesin Baru Wisata Olahraga dan Ekonomi Rakyat
Pecah! SPENDU CUP I Sulap Bajawa Jadi Neraka Voli Putri, Tribun Berguncang oleh Teriakan dan Semangat Juang
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:59 WIB

Dari Ngada untuk Indonesia, Wabup Berni Dhey Resmi Lepas PSN Menuju Liga Nasional

Senin, 18 Mei 2026 - 14:20 WIB

Bukan Sekadar Juara! Wabup Ngada Berni Dhey Kobarkan Semangat Petarung di Penutupan Bowali Cup I, PSN Diminta Harumkan Nama Daerah

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:10 WIB

Final Derby Belajen Cup 1 Berlangsung Sengit, Makmur Jaya FC Keluar Sebagai Juara

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:06 WIB

Derby Panas di Partai Puncak Belajen Cup 1: Makmur Jaya FC Tantang Pricom FC

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:34 WIB

Drama Besar di Turnamen Belajen Cup 1: Makmur Jaya FC Melaju ke Final, Publik Menanti “Final Langka” Senior vs Junior

Berita Terbaru

Sosial Kemasyarakatan

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:28 WIB