Metrosiar – Jordi Cruyff yang baru saja dilantik sebagai penasihat teknis PSSI, mengungkapkan ia memiliki pengalaman yang sejalan dengan para pemain naturalisasi Timnas Indonesia.
Hal ini diyakini akan membantunya lebih memahami perjalanan para pemain keturunan yang kini memperkuat Skuad Garuda untuk membela negara asal mereka.
Cruyff resmi diperkenalkan sebagai penasihat teknis PSSI pada Selasa (11/3/2025). Dalam konferensi pers pertamanya, mantan pemain Barcelona itu berbagi kisah mengenai karier sepak bolanya.
Ia menyebut situasinya sangat mirip dengan para pemain keturunan Indonesia yang tumbuh besar di luar negeri, terutama di Belanda, namun akhirnya memilih membela Timnas Indonesia.
“Pengalaman saya sangat mirip, saya sering main di Spanyol tapi membela Timnas Belanda,” ujar Cruyff kepada media di Jakarta, Rabu (12/3/2025).
Ia juga menambahkan sangat memahami perasaan pemain diaspora yang memilih untuk membela negara leluhurnya meskipun sebagian besar karier mereka dijalani di luar negeri.
“Saya relate dengan pemain timnas yang tinggal dan bermain di negara lain, tapi memutuskan membela Timnas Indonesia,” lanjutnya.
Cruyff menegaskan keputusan para pemain diaspora untuk bergabung dengan Timnas Indonesia adalah hal yang harus dihormati.
Menurutnya, ini menunjukkan kecintaan dan penghormatan mereka terhadap negara leluhur.
“Saya rasa, para pemain (diaspora) ingin datang ke sini untuk membuat negara bangga. Itu adalah hal yang sangat indah dan perlu dihormati, karena itu adalah luar biasa ketika pemain ingin membela negara leluhurnya,” ujar Cruyff.
Sebagai seseorang yang lahir di Belanda namun menghabiskan masa kecilnya di Spanyol, Cruyff memiliki pemahaman mendalam mengenai perjuangan para pemain diaspora yang berjuang untuk negara leluhur mereka.
Ia mengikuti jejak ayahnya, Johan Cruyff, legenda Barcelona, yang memiliki pengaruh besar di klub tersebut.
Cruyff juga mengungkapkan ia tidak pernah bermain di liga Belanda sepanjang kariernya meskipun ia membela Timnas Belanda di level internasional.
Bahkan, ia sempat memiliki kesempatan untuk bermain untuk Timnas Spanyol, namun memilih untuk membela Belanda.
“Saya adalah pemain Timnas Belanda yang tidak pernah main di liga Belanda sama sekali. Saya juga punya pilihan main di Timnas Spanyol, tapi saya pilih untuk main di Belanda. Situasi ini ada kesamaan dengan situasi Timnas Indonesia sekarang,” ujarnya.
Dengan latar belakang dan pengalaman yang serupa, Cruyf dapat memberikan perspektif yang lebih dalam kepada Timnas Indonesia, khususnya dalam mendukung perkembangan para pemain keturunan yang memutuskan untuk mengenakan seragam Merah Putih.(*)










