Terkait Rumah Ridwan Kamil Digeledah KPK, Golkar Sebut Tidak ada Kaitan dengan Partai

Avatar photo

Rabu, 12 Maret 2025 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Logo Partai Golkar  (Dok. partaigolkar.com)

Potret Logo Partai Golkar (Dok. partaigolkar.com)

 

Metrosiar – Wakil Ketua DPP Partai Golkar, Adies Kadir, mengatakan pihaknya tidak mengetahui aktivitas Ridwan Kamil (RK) selama menjabat Gubernur Jawa Barat.

Seperti diketahui rumah RK digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan kasus korupsi di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat (BJB).

Menurut Adies Kadir, Ridwan Kamil adalah kader baru yang belum banyak berkoordinasi dengan pengurus partai.

Golkar Serahkan ke Ridwan Kamil

“Tapi yang pasti ini kan masalah pribadi yang bersangkutan. Tidak ada sangkut pautnya dengan partai Golkar,” ujar Adies Kadir di Kompleks Parlemen Senayan, pada Rabu, 12 Maret 2025.

Meskipun begitu, Adies menyatakan partainya akan tetap mengajak Ridwan Kamil berbicara untuk mengetahui lebih lanjut tentang permasalahan yang sedang dihadapi.

Lanjut Adies, RK juga berencana untuk berkoordinasi dengan Badan Hukum dan HAM Partai Golkar terkait hal ini.

Baca juga:  Muhammadiyah Tentukan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada Senin, 31 Maret 2025

“Kami nanti coba berkoordinasi akan menanyakan kepada yang bersangkutan terkait dengan apa yang menjadi penggeledahan di rumah beliau,” jelas Adies.

Jadi Kader Golkar Sejak Januari 2023

Ridwan Kamil, yang kini menjabat sebagai Ketua DPP Partai Golkar Bidang Kebijakan Politik dan Pemerintahan Dalam Negeri sejak November 2024, baru bergabung dengan Golkar pada Januari 2023.

Sebelumnya, KPK menggeledah kediaman Ridwan Kamil di Jalan Gunung Kencana Mas, Ciumbuleuit, Kota Bandung pada Senin, 10 Maret 2025.

Penggeledahan ini dilakukan terkait dugaan korupsi dana iklan di Bank BJB.

Perluas Penyidikan Kasus Korupsi Dana Iklan

KPK telah menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) untuk mengusut kasus dugaan korupsi dana iklan di BJB.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lain yang juga menangani perkara yang sama.

Baca juga:  99 Persen Bantuan Gempa Ngada Sudah Tersalur, BPBD Kejar Tuntas 100 Persen Pekan Ini

“Ya, karena kami sudah menerbitkan surat perintah penyidikan, kalau memang terinformasi bahwa ada APH lain yang melakukan itu, nanti tugasnya Direktur Penyidikan dan Kasatgas untuk melakukan koordinasi,” kata Setyo, pada Rabu, 5 Maret 2025.

Setyo menjelaskan keputusan lebih lanjut akan diambil setelah koordinasi dilakukan antara KPK dan aparat penegak hukum lainnya, seperti Polda dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, yang juga disebut menangani perkara korupsi di BJB.

Terkait lima tersangka dalam kasus ini, Setyo mengatakan keputusan tersebut sepenuhnya menjadi wewenang penyidik, Direktur Penyidikan, serta Deputi Penindakan dan Eksekusi.

Berdasarkan informasi yang beredar, lima tersangka tersebut termasuk dua petinggi BJB dan tiga pimpinan agensi iklan, salah satunya PT CKSB.(*)

Editor : Kun

Sumber Berita: Tempo.co

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Meta AI WhatsApp Bikin Ibu-Ibu PKK Gempol Sari Punya Cara Baru Promosi UMKM
Tanggap Darurat Usai, Ngada Kebut Huntara dan Bangkitkan Ekonomi Warga Pascagempa
Tanggap Darurat Usai, Polres Ngada Tegaskan Pelayanan Warga Tak Boleh Berhenti
Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu
Tak Kunjung Dibongkar, Bangli di Kutabaru Terancam Ditertibkan Paksa
PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu
Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:11 WIB

Meta AI WhatsApp Bikin Ibu-Ibu PKK Gempol Sari Punya Cara Baru Promosi UMKM

Rabu, 16 September 2026 - 07:22 WIB

Tanggap Darurat Usai, Ngada Kebut Huntara dan Bangkitkan Ekonomi Warga Pascagempa

Rabu, 16 September 2026 - 06:58 WIB

Tanggap Darurat Usai, Polres Ngada Tegaskan Pelayanan Warga Tak Boleh Berhenti

Selasa, 15 September 2026 - 15:01 WIB

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu

Selasa, 15 September 2026 - 05:56 WIB

PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu

Berita Terbaru

Sosial Kemasyarakatan

Meta AI WhatsApp Bikin Ibu-Ibu PKK Gempol Sari Punya Cara Baru Promosi UMKM

Rabu, 16 Sep 2026 - 21:11 WIB

Kapolsek Pasar Kemis AKP Humaedi, S.H. (tengah) bersama jajaran Polresta Tangerang, Polsek Pasar Kemis, dan unsur terkait saat berada di lokasi penyaluran bantuan air bersih bagi warga Kampung Kendal Wetan, Desa Sindang Panon.

Peristiwa & Bencana

Polisi Datang Saat Sumur Warga Kering, Ini yang Terjadi di Sindang Panon

Rabu, 16 Sep 2026 - 08:39 WIB

Keuangan & Perpajakan

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:01 WIB