Refleksi Hari Kebangkitan Nasional 2025: Semangat Kebangsaan di Tengah Tantangan Global

Avatar photo

Selasa, 20 Mei 2025 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bendera Republik Indonesia (RI) dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2025. (Unsplash.com/@BismaMahendra)

Ilustrasi bendera Republik Indonesia (RI) dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2025. (Unsplash.com/@BismaMahendra)

Metrosiar – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2025 ke-117 di Balai Kota Jakarta pada Selasa (20/5/25).

Dalam pidatonya, ia menegaskan peringatan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momen refleksi bagi seluruh warga Indonesia untuk membangkitkan semangat kebangsaan di tengah tantangan global.

*”Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, tepat di tanggal (20/5/25), kita tidak sekadar memperingati sebuah tanggal dalam kalender nasional, kita sedang membuka kembali halaman penting dari sejarah perjuangan bangsa,”* tegas Pramono.

Harkitnas dan Kaitannya dengan Boedi Utomo

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional setiap 20 Mei tidak lepas dari peran Boedi Utomo, organisasi pelopor pergerakan nasional. Awal abad ke-20 menjadi titik balik kesadaran masyarakat Indonesia bahwa mereka adalah satu bangsa, bukan lagi kelompok suku atau daerah yang terpisah.

Baca juga:  Napak Tilas Spiritual 1 Abad NU di Tebuireng Diperkuat Layanan Pengobatan Gratis PWPSNU PAGARNUSA Jatim

Saat itu, penjajahan Belanda dengan kebijakan eksploitatifnya membuat rakyat menderita. Meskipun Politik Etis (kebijakan balas budi Belanda) membuka akses pendidikan, hanya segelintir pribumi yang bisa mengenyamnya. Ketimpangan sosial pun semakin nyata.

Kebangkitan Kaum Intelektual dan Lahirnya Boedi Utomo

Di tengah keterpurukan, muncul kaum intelektual pribumi yang menjadi penggerak perubahan. Boedi Utomo, didirikan pada 20 Mei 1908 oleh Dr. Soetomo dan pelajar STOVIA, menjadi tonggak gerakan nasional terorganisir pertama di Indonesia.

Organisasi ini lahir dari keprihatinan akan penderitaan rakyat dan keinginan mencerdaskan bangsa. Inspirasi ini menyebar ke Sarekat Islam, Muhammadiyah, Taman Siswa, dan lainnya, yang turut memperjuangkan kemajuan bangsa.

Penetapan Harkitnas sebagai Simbol Persatuan

Pada 1948, di tengah krisis mempertahankan kemerdekaan, Presiden Soekarno menetapkan 20 Mei sebagai Harkitnas, bertepatan dengan 40 tahun Boedi Utomo. Tujuannya adalah memperkuat semangat persatuan melawan kolonialisme.

Baca juga:  Hujan dan Angin Robohkan Rumah Warga Kresek, Kapolresta Tangerang Turun Langsung Janjikan Bantuan

Kemudian, melalui Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959, Harkitnas secara resmi ditetapkan sebagai hari nasional non-libur. Sejak itu, 20 Mei diperingati setiap tahun untuk mengenang perjuangan dan semangat kebangkitan nasional.

Harkitnas 2025: Relevansi di Era Globalisasi

Di tengah tantangan modern seperti disrupsi teknologi, ketimpangan sosial, dan ancaman disintegrasi, semangat Harkitnas 2025 relevan untuk memperkuat persatuan dan inovasi bangsa.

Seperti diingatkan Pramono Anung, “Kita harus terus menghidupkan api perjuangan para pendahulu dengan karya nyata untuk Indonesia maju.”

Dengan memahami sejarah, diharapkan generasi muda dapat meneruskan estafet perjuangan menuju Indonesia yang lebih sejahtera dan berdaulat. Selamat Hari Kebangkitan Nasional 2025!(*)

Editor : Konrad

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPENSA Bajawa Gelar Festival Talenta Terbesar, Akademik, Olahraga dan Seni Bersatu dalam Satu Panggung
Kutabumi Bikin Optimistis, Bidik Juara Lomba Kelurahan 2026
Diduga Terlibat Korupsi MBG Beredar 20 Nama Petinggi
Tanda Tanda Keruntuhan Israel Ungkap Wamenlu RI
Cara Polisi Puloampel Jaga Kamtibmas Ini Bikin Warga Makin Dekat
Terbongkar! WN Rusia Bawa 7,8 Kg Hashish ke Bali, Akhirnya Tertangkap
170 Paket Sembako Dibagikan, Aksi Sosial Polda Banten di Karian Curi Perhatian
Ribuan Tenaga Bersatu di Jalur Ekstrem, Ini Pesan Kapolda Banten!
Berita ini 24 kali dibaca
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin peringatan Harkitnas 2025 ke-117 di Balai Kota. Peringatan ini menjadi momen refleksi kebangsaan di tengah tantangan global. Simak kisah inspiratif Boedi Utomo yang menjadi pelopor kebangkitan nasional pada 20 Mei 1908, serta peran Politik Etis Belanda dalam memicu kesadaran berbangsa. Artikel ini mengupas sejarah penetapan Harkitnas oleh Soekarno tahun 1948 dan maknanya bagi generasi masa kini dalam menjaga persatuan Indonesia. Temukan relevansi semangat kebangkitan nasional di era modern ini!

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:16 WIB

SPENSA Bajawa Gelar Festival Talenta Terbesar, Akademik, Olahraga dan Seni Bersatu dalam Satu Panggung

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:30 WIB

Kutabumi Bikin Optimistis, Bidik Juara Lomba Kelurahan 2026

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:35 WIB

Diduga Terlibat Korupsi MBG Beredar 20 Nama Petinggi

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:38 WIB

Tanda Tanda Keruntuhan Israel Ungkap Wamenlu RI

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:03 WIB

Cara Polisi Puloampel Jaga Kamtibmas Ini Bikin Warga Makin Dekat

Berita Terbaru

Lurah Kutabumi bersama Camat Pasar Kemis dan Tim Penilai Kabupaten Tangerang mengikuti sesi pemaparan serta evaluasi dalam rangka Lomba Kinerja Kelurahan Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026.

Olahraga

Kutabumi Bikin Optimistis, Bidik Juara Lomba Kelurahan 2026

Kamis, 11 Jun 2026 - 18:30 WIB

Foto : Mantan Wakil Ketua BGN Sony Sonjaya

Hukum & Kriminal

Diduga Terlibat Korupsi MBG Beredar 20 Nama Petinggi

Rabu, 10 Jun 2026 - 13:35 WIB

Foto : Wamenlu RI Anis Matta

Nusantara

Tanda Tanda Keruntuhan Israel Ungkap Wamenlu RI

Rabu, 10 Jun 2026 - 11:38 WIB