Car Free Day Depok: Wajah Segar Warga Ternoda Pungli Bermodal Rompi Karang Taruna dan Dalih Kebersihan

Avatar photo

Selasa, 6 Mei 2025 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Car Free Day Depok: Wajah Segar Warga Ternoda Pungli Bermodal Rompi Karang Taruna dan Dalih Kebersihan (Ideogram AI)

Car Free Day Depok: Wajah Segar Warga Ternoda Pungli Bermodal Rompi Karang Taruna dan Dalih Kebersihan (Ideogram AI)

Metrosiar – Car Free Day (CFD) perdana di Depok Jawa Barat pada Minggu (4/5/2025) seharusnya jadi momentum manis bagi warga.

Sejak pukul 05.30 WIB, ribuan orang tumpah ruah di Jalan Margonda Raya.

Bersepeda, jogging, hingga jalan santai bersama keluarga jadi pemandangan yang menyejukkan.

Tapi, di balik atmosfer sehat dan semangat hidup aktif, ada aroma tak sedap yang tercium: pungutan liar berkedok “iuran”.

Antusiasme seperti yang dirasakan Rahma (25), warga Beji, dan Dara (30), seketika terasa pahit bagi para pedagang kecil.

Car Free Day Depok: Wajah Segar Warga Ternoda Pungli Bermodal Rompi Karang Taruna dan Dalih Kebersihan
Car Free Day Depok: Wajah Segar Warga Ternoda Pungli Bermodal Rompi Karang Taruna dan Dalih Kebersihan (Ideogram AI/Metrosiar)

Mereka bukan hanya berjuang dari pagi demi rezeki halal, tapi juga harus berhadapan dengan tangan-tangan tak resmi yang doyan narik uang “keamanan dan kebersihan” pakai rompi, tapi tanpa kejelasan asal-usul.

Ahmad (42), penjual minuman, bercerita bahwa dirinya diminta Rp 20.000 oleh seseorang yang mengaku dari karang taruna.

Baca juga:  LASKAR MERAH PUTIH Kabupaten Tangerang Gelar Pembagian Takjil dan Iftar Bersama di Bulan Ramadan

“Katanya buat kebersihan, tapi nggak jelas siapa. Kalau nggak bayar, katanya nama kita dicatat,” keluhnya.

Lucunya, ‘kebersihan’ di sini lebih mirip alasan klasik preman pasar ketimbang tanggung jawab warga.

Sari (35), penjual makanan ringan, tak kalah kecewa.

Bukan karena dagangan sepi, tapi karena merasa dikhianati oleh pemerintah kotanya sendiri.

“Harusnya CFD ini jadi ruang publik yang bebas dari pungli. Tapi nyatanya, yang ngawasi malah entah ke mana,” sindirnya pedas.

Car Free Day Depok: Wajah Segar Warga Ternoda Pungli Bermodal Rompi Karang Taruna dan Dalih Kebersihan
Car Free Day Depok: Wajah Segar Warga Ternoda Pungli Bermodal Rompi Karang Taruna dan Dalih Kebersihan (Ideogram AI/Metrosiar)

Sri Wahyuni (45), pedagang lain di depan ITC Depok, bahkan mengaku bingung harus lapor ke siapa.

“Ada yang minta iuran kebersihan, tapi nggak jelas siapa. Pakai rompi, tapi nggak ada identitas. Kalau dibiarkan, ya lama-lama ini CFD jadi ajang narik duit, bukan ajang sehat-sehatan,” katanya sambil menghitung hasil jualannya yang baru menyentuh Rp 100 ribuan.

Baca juga:  MTQ ke-15 Kecamatan Kemiri Resmi Ditutup, Desa Karanganyar Sabet Predikat Juara Umum

Warga dan pedagang berharap Pemkot Depok Jawa Barat tidak cuma hadir saat potong pita dan foto-foto.

Karena kalau dibiarkan, CFD Margonda bisa berubah jadi pasar liar yang dikelola oleh “oknum berseragam tanpa tanda”.

Pemkot harus hadir, bukan sekadar jadi penonton di tribun kehormatan.

Sayangnya, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Depok soal dugaan pungli ini.

Car Free Day Depok: Wajah Segar Warga Ternoda Pungli Bermodal Rompi Karang Taruna dan Dalih Kebersihan
Car Free Day Depok: Wajah Segar Warga Ternoda Pungli Bermodal Rompi Karang Taruna dan Dalih Kebersihan. (Ideogram AI/Metrosiar)

Mungkin sedang sibuk menghitung jumlah partisipasi, bukan jumlah uang yang ditarik secara ilegal dari pedagang kecil.

CFD seharusnya jadi simbol kota yang peduli kesehatan dan ruang bersama.

Tapi jika pungli berkedok iuran terus dibiarkan, maka yang sehat hanya segelintir, dan yang berkuasa bukan negara melainkan rompi tanpa identitas.(*)

Editor : Nedu Wodo

Sumber Berita: Kompas.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Kampus ke Pelosok Desa, 100 Mahasiswa STIPER Flores Bajawa Bergerak Lawan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda Banten Raih Tanda Kehormatan Samkarya Nugraha Sakanti dari Presiden RI.
BUMDes Sango Sadho Bongkar Laporan Keuangan di Hadapan Warga, Transparansi Jadi Energi Baru Kebangkitan Ekonomi Desa
Rayakan Milad ke-28, Rumah Zakat Salurkan Santunan untuk Anak Yatim di Tangerang
PERNYATAAN BERSAMA TIGA PILAR KELURAHAN KUTABUMI
Pelantikan Tim Pembina dan Pendamping Inovasi Remaja Pelopor Anti Narkoba RW 14 Kelurahan Kutabumi.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Terus Kawal Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin Mauk
130.490 Pemilih Dipastikan Valid, KPU Ngada Perkuat Pondasi Demokrasi: Tak Ada Hak Pilih yang Boleh Hilang
Berita ini 17 kali dibaca
Car Free Day perdana di Depok disambut antusias warga, namun tercoreng oleh pungutan liar terhadap pedagang oleh oknum tak resmi. Berkedok “iuran kebersihan”, praktik ini justru mencerminkan lemahnya pengawasan Pemkot Depok. Alih-alih jadi ruang publik sehat, CFD malah terancam jadi lahan premanisme terselubung. Warga berharap pemerintah turun tangan sebelum semangat CFD berubah jadi kekecewaan massal.

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:29 WIB

Dari Kampus ke Pelosok Desa, 100 Mahasiswa STIPER Flores Bajawa Bergerak Lawan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:40 WIB

HUT ke-80 Bhayangkara, Polda Banten Raih Tanda Kehormatan Samkarya Nugraha Sakanti dari Presiden RI.

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:04 WIB

BUMDes Sango Sadho Bongkar Laporan Keuangan di Hadapan Warga, Transparansi Jadi Energi Baru Kebangkitan Ekonomi Desa

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:53 WIB

Rayakan Milad ke-28, Rumah Zakat Salurkan Santunan untuk Anak Yatim di Tangerang

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:02 WIB

Pelantikan Tim Pembina dan Pendamping Inovasi Remaja Pelopor Anti Narkoba RW 14 Kelurahan Kutabumi.

Berita Terbaru