Metrosiar – Car Free Day (CFD) perdana di Depok Jawa Barat pada Minggu (4/5/2025) seharusnya jadi momentum manis bagi warga.
Sejak pukul 05.30 WIB, ribuan orang tumpah ruah di Jalan Margonda Raya.
Bersepeda, jogging, hingga jalan santai bersama keluarga jadi pemandangan yang menyejukkan.
Tapi, di balik atmosfer sehat dan semangat hidup aktif, ada aroma tak sedap yang tercium: pungutan liar berkedok “iuran”.
Antusiasme seperti yang dirasakan Rahma (25), warga Beji, dan Dara (30), seketika terasa pahit bagi para pedagang kecil.

Mereka bukan hanya berjuang dari pagi demi rezeki halal, tapi juga harus berhadapan dengan tangan-tangan tak resmi yang doyan narik uang “keamanan dan kebersihan” pakai rompi, tapi tanpa kejelasan asal-usul.
Ahmad (42), penjual minuman, bercerita bahwa dirinya diminta Rp 20.000 oleh seseorang yang mengaku dari karang taruna.
“Katanya buat kebersihan, tapi nggak jelas siapa. Kalau nggak bayar, katanya nama kita dicatat,” keluhnya.
Lucunya, ‘kebersihan’ di sini lebih mirip alasan klasik preman pasar ketimbang tanggung jawab warga.
Sari (35), penjual makanan ringan, tak kalah kecewa.
Bukan karena dagangan sepi, tapi karena merasa dikhianati oleh pemerintah kotanya sendiri.
“Harusnya CFD ini jadi ruang publik yang bebas dari pungli. Tapi nyatanya, yang ngawasi malah entah ke mana,” sindirnya pedas.

Sri Wahyuni (45), pedagang lain di depan ITC Depok, bahkan mengaku bingung harus lapor ke siapa.
“Ada yang minta iuran kebersihan, tapi nggak jelas siapa. Pakai rompi, tapi nggak ada identitas. Kalau dibiarkan, ya lama-lama ini CFD jadi ajang narik duit, bukan ajang sehat-sehatan,” katanya sambil menghitung hasil jualannya yang baru menyentuh Rp 100 ribuan.
Warga dan pedagang berharap Pemkot Depok Jawa Barat tidak cuma hadir saat potong pita dan foto-foto.
Karena kalau dibiarkan, CFD Margonda bisa berubah jadi pasar liar yang dikelola oleh “oknum berseragam tanpa tanda”.
Pemkot harus hadir, bukan sekadar jadi penonton di tribun kehormatan.
Sayangnya, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Depok soal dugaan pungli ini.

Mungkin sedang sibuk menghitung jumlah partisipasi, bukan jumlah uang yang ditarik secara ilegal dari pedagang kecil.
CFD seharusnya jadi simbol kota yang peduli kesehatan dan ruang bersama.
Tapi jika pungli berkedok iuran terus dibiarkan, maka yang sehat hanya segelintir, dan yang berkuasa bukan negara melainkan rompi tanpa identitas.(*)
Editor : Nedu Wodo
Sumber Berita: Kompas.com









