Metrosiar – Persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80 di Kecamatan Kemiri diwarnai kekecewaan.
Rapat koordinasi yang digelar di kantor kecamatan setempat, Senin (07 Juli 2025), justru dihadiri sangat minim oleh pihak-pihak yang seharusnya jadi motor penggerak kegiatan.
Ironisnya, dari jajaran kepala desa se-Kecamatan Kemiri, hanya Kepala Desa Klebet yang hadir dalam rapat tersebut. Mayoritas kepala desa lainnya absen tanpa kejelasan.
Tidak hanya itu, organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna (Katar) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Kemiri juga tidak menampakkan batang hidungnya. Bahkan, unsur olahraga seperti KOK atau KONI Kecamatan Kemiri juga sama sekali tidak hadir.
Ketidakhadiran mereka memicu reaksi keras dari sejumlah pihak yang menilai semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tingkat kecamatan makin merosot.
“Bagaimana mau menggerakkan masyarakat kalau kepala desanya saja tidak hadir? Organisasi pemuda juga absen. Ini contoh buruk. Harusnya jadi garda depan untuk memeriahkan HUT RI,” ungkap salah satu peserta rapat dengan nada geram.
Rapat yang sejatinya menjadi momen penting untuk membahas rangkaian acara, pembagian peran, dan penguatan sinergi lintas sektor tersebut malah tampak sepi. Padahal, HUT RI adalah perayaan kebangsaan yang memerlukan kebersamaan semua unsur.
Sejumlah warga yang mengetahui kabar rapat sepi itu juga tak bisa menyembunyikan kekecewaan.
“HUT RI itu milik rakyat. Malu kalau acaranya nanti asal-asalan gara-gara pejabat dan pemuda kita tidak mau repot duduk rapat,” sindir seorang warga.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari para kepala desa yang absen maupun dari pengurus Katar, KNPI, dan KOK/KONI Kecamatan Kemiri.
Masyarakat pun menunggu langkah nyata agar rencana perayaan HUT RI ke-80 di Kecamatan Kemiri tidak hanya jadi formalitas belaka.
Editor : Ahmad
Sumber Berita: metrosiar.com









