Jombang Kota Santri Terancam, PNIB Angkat Suara

Avatar photo

Jumat, 23 Mei 2025 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PNIB tolak tegas perubahan slogan Jombang dari Kota Santri ke The Root of Java, sebut langgar sejarah dan identitas budaya lokal. (Foto: Dok. PNIB)

PNIB tolak tegas perubahan slogan Jombang dari Kota Santri ke The Root of Java, sebut langgar sejarah dan identitas budaya lokal. (Foto: Dok. PNIB)

Metrosiar – Rencana Pemerintah Kabupaten Jombang yang berwacana mengubah semboyan kota dari “Kota Santri” menjadi “The Root Of Java” menuai penolakan keras dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari organisasi kemasyarakatan Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), yang menyuarakan ketidaksetujuannya secara tegas.

Bupati Jombang Warsubi sebelumnya menyampaikan gagasan tersebut dalam sebuah acara resmi di rumah dinasnya.

Namun, Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal, menilai rencana ini tidak sejalan dengan jati diri dan sejarah panjang Jombang sebagai pusat pendidikan pesantren.

“Jombang kota Santri yang toleransi dan menghargai pluralisme tidak butuh dirubah kebarat-baratan hanya untuk terlihat modern. The Root Of Java tidak memiliki legitimasi dalam sejarah Jombang. Bupati Jombang harus belajar sejarah Jombang lagi agar pemahamannya tidak bengkok aneh-aneh,” ujar Gus Wal kepada media.

Baca juga:  Bhayangkari Banten Gerak Serentak: Eco Enzyme Jadi Senjata Baru Selamatkan Lingkungan?

Sejak berdiri pada 2012, PNIB yang berbasis di Jombang dikenal aktif melawan radikalisme, khilafah, dan terorisme lintas daerah.

Dalam konteks ini, perubahan slogan dianggap sebagai bentuk pengaburan identitas kultural dan religius Jombang yang selama ini dikenal sebagai kota dengan ratusan pondok pesantren.

“Semboyan atau slogan lahir dari kultur dan budaya yang ada, bukan tiba-tiba diciptakan. Sebagai kota dengan ratusan pondok pesantren dan sudah mencetak ratusan ribu bahkan jutaan santri, slogan sebagai Kota Santri sudah mendarah daging dan menjadi kebanggan kita semua,” tegas Gus Wal.

Ia juga menilai, alasan perubahan semboyan untuk menarik minat investor adalah langkah keliru yang berpotensi mencederai perasaan komunitas pesantren di Jombang.

“Bupati mengatakan perubahan semboyan untuk menarik minat investor, itu sesuatu kenaifan. Hal tersebut tentunya sangat menyakitkan bagi kaum sarungan yang terkesan menghina dan merendahkan secara tidak langsung keberadaan santri,” ungkapnya.

Baca juga:  Di Balik Panggung HPN 2026, Ada Pesan Kuat dari Wakapolda Banten untuk Insan Pers

“Investor datang tidak melihat slogan kotanya tetapi bagaimana pemda memahami identitas kota Santri sebagai filter investasi. Contohnya Wonosalam Boarding School investasi pendidikan dari luar negeri seluas 90 hektar lebih. Mereka berkedok membuat sekolah pesantren Internasional namun sesungguhnya berpaham wahabi khilafah. Itu saja yang harus Bapak Bupati selesaikan,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Gus Wal menyampaikan ancaman akan menggelar referendum masyarakat jika Bupati tetap memaksakan perubahan semboyan.

“Jika bupati Warsubi ngotot ingin merubah semboyan Jombang menjadi The Root of Java, maka kami juga akan persiapkan untuk menggelar referendum masyarakat Jombang: ganti semboyan Jombang Kota Santri menjadi The Root of Java atau Jombang tetap dengan semboyan Kota Santri dan Ganti Bupati,” pungkasnya.(*)

Editor : Lisan Al-Ghaib

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis
Kapolres Baru Langsung Diuji! GMNI Ngada Tantang Berantas Dugaan Rokok Ilegal: “Jangan Sampai Hukum Tumpul ke Pelanggar”
Efisiensi Anggaran Tak Halangi Mimpi Anak Ngada! Strategi RB-BDN Gaet 15 Kampus, 464 Calon Mahasiswa Siap Kuliah dengan Beasiswa Miliaran Rupiah
Omoda & Jaecoo Optimis raih target 4000 SPK di GIIAS 2026, antusiasme konsumen terus meningkat
BAZNAS Kabupaten Tangerang Dukung Khitanan Massal dan Gebyar Bakti Sosial RW 05 Kutabaru
Viral! Kereta Nusantara Explorer Hadir dengan Kabin Hotel, Lounge Piano, dan Balkon VIP
JAECOO OMODA Tampil percaya diri di GIIAS 2026, minat Konsumen terus meningkat.
DP3AKKB Provinsi Banten: Gebyar Bakti Sosial RW 05 Kutabaru, Wujud Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat
Berita ini 21 kali dibaca
Rencana perubahan slogan Jombang dari "Kota Santri" menjadi "The Root of Java" menuai penolakan keras dari Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB). Ketua Umum PNIB, Gus Wal, menegaskan bahwa slogan Kota Santri sudah melekat kuat dalam sejarah dan budaya Jombang sebagai pusat pendidikan pesantren yang menjunjung tinggi toleransi dan pluralisme. Ia menyebut slogan baru tidak memiliki legitimasi historis dan hanya demi pencitraan modern semu. PNIB menilai langkah tersebut mengabaikan identitas lokal dan justru bisa mengancam warisan budaya kota. Jika wacana terus dipaksakan, PNIB siap gelar referendum untuk mempertahankan semboyan Kota Santri dan bahkan mengganti bupati.

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Kapolres Baru Langsung Diuji! GMNI Ngada Tantang Berantas Dugaan Rokok Ilegal: “Jangan Sampai Hukum Tumpul ke Pelanggar”

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Efisiensi Anggaran Tak Halangi Mimpi Anak Ngada! Strategi RB-BDN Gaet 15 Kampus, 464 Calon Mahasiswa Siap Kuliah dengan Beasiswa Miliaran Rupiah

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:17 WIB

Omoda & Jaecoo Optimis raih target 4000 SPK di GIIAS 2026, antusiasme konsumen terus meningkat

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:05 WIB

Viral! Kereta Nusantara Explorer Hadir dengan Kabin Hotel, Lounge Piano, dan Balkon VIP

Berita Terbaru