SERANG, Metrosiar — Bhayangkari seluruh Indonesia menggelar Workshop Eco Enzyme secara serentak pada Jumat (28/11), termasuk di Aula Gawekuta Baluarti. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Bhayangkari dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui langkah sederhana namun berdampak besar.
Ketua Bhayangkari Daerah Banten, Ny. Ulfa Hengki, memimpin langsung kegiatan yang turut dihadiri Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Banten, jajaran Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari, tim Eco Enzyme Daerah Banten, serta seluruh peserta workshop.
Dalam sambutannya, Ny. Ulfa Hengki menyoroti ancaman penumpukan limbah rumah tangga dan industri yang dapat merusak kelestarian lingkungan di masa depan.
“Kegiatan ini adalah wujud kepedulian Bhayangkari terhadap kelestarian bumi. Langkah kecil yang membawa dampak besar bagi lingkungan,” ujarnya.

Eco Enzyme, cairan fermentasi serbaguna berbahan sisa sayur dan kulit buah, diperkenalkan sebagai solusi ramah lingkungan yang mudah dibuat. Peserta mempraktikkan langsung proses pembuatannya, mulai dari mencampur bahan hingga memahami masa fermentasi 90 hari.
Setelah jadi, Eco Enzyme dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, seperti pembersih lantai, pengganti sabun cuci piring, penghilang pestisida, obat kumur, hingga penyubur tanah dan peningkat kualitas air. Ampasnya pun tetap berguna—dapat diolah menjadi pupuk organik, pembersih saluran air, hingga pengharum mobil.
Ny. Ulfa Hengki menegaskan bahwa manfaat terbesar Eco Enzyme adalah pelestarian bumi untuk generasi mendatang.
“Eco Enzyme adalah upaya menjaga lingkungan demi masa depan anak cucu kita. Mari kita lakukan bersama-sama dengan tulus,” ungkapnya.
Beliau berharap workshop ini menambah pengetahuan sekaligus mendorong peserta menerapkan Eco Enzyme dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga kegiatan ini bermanfaat, menambah ilmu, dan dapat kita praktikkan dalam aktivitas sehari-hari,” tutupnya.









