Metrosiar – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan kunjungan ke Kabupaten Karawang, pada Selasa, 4 Maret 2025, untuk meninjau wilayah yang sering dilanda banjir.
Salah satu daerah yang menjadi sorotan adalah Desa Karangligar, Telukjambe Barat, yang dikenal sebagai daerah langganan banjir.
Banjir yang kerap merendam kawasan tersebut menjadi keresahan warga setempat, dengan ketinggian air banjir yang bisa mencapai 5 meter.
Menanggapi masalah ini, Dedi Mulyadi menawarkan solusi dengan merencanakan pembangunan seribu rumah panggung bagi warga Desa Karangligar.
Rumah-rumah tersebut dirancang memiliki kolong setinggi 2,5 meter, sehingga dapat mengurangi dampak banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut.
“Jadi solusinya untuk warga Karangligar, seribu rumah ini pemerintah provinsi menyiapkan bangunan panggung,” ujar Dedi melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, pada hari yang sama.
Ia menambahkan bahwa dengan rumah panggung, warga tidak akan kesulitan lagi saat banjir datang.
Dalam unggahan tersebut, Dedi juga meminta persetujuan dari warga setempat terkait rencana pembangunan ini.
Dalam video yang diunggah, Dedi bertanya, “Setuju tidak?” kepada beberapa warga yang tampak dalam cuplikan tersebut. Warga dengan antusias menjawab, “Setuju,” sambil mengacungkan jempol.
Dedi kemudian mengingatkan warga untuk tidak berubah pikiran setelah proyek dimulai. “Awas jangan setuju-setuju, pas nanti pembangunan menolak,” ujarnya dengan tegas.
Selain itu, Dedi juga menekankan pentingnya penyelesaian proyek pembangunan bendungan Cibeet dan Cijuray oleh Kementerian PUPR.
Menurutnya, kedua bendungan tersebut sangat diperlukan untuk mengatasi banjir yang terjadi di beberapa wilayah Jawa Barat, terutama yang disebabkan oleh meluapnya dua sungai tersebut.
“Tapi kalau kemarin-kemarin mah banjir di hilir. Sekarang mah di puncaknya juga banjir,” pungkas Dedi.
Proyek pembangunan rumah panggung diperkirakan akan dimulai pada tahun 2025 dan menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi masalah banjir yang terus menjadi masalah utama bagi sebagian besar warga di Karawang.(*)









