Gelombang PHK Awal 2025: Lebih dari 18 Ribu Pekerja Kehilangan Pekerjaan, Lonjakan Tajam Terjadi di Jawa Tengah

Avatar photo

Minggu, 6 April 2025 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi PHK tertinggi pada Januari sebanyak 2.650 orang, tidak mengalami penambahan pada Februari (Istimewa)

Ilustrasi PHK tertinggi pada Januari sebanyak 2.650 orang, tidak mengalami penambahan pada Februari (Istimewa)

 

Metrosiar – Awal tahun 2025 menjadi periode kelabu bagi ribuan pekerja di Indonesia.

Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan sebanyak 18.610 orang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga Februari.

Jumlah ini melonjak drastis dibandingkan Januari yang hanya mencatat 3.325 orang.

Dalam waktu satu bulan, angka PHK meningkat hampir empat kali lipat, mencerminkan tekanan besar yang sedang dialami sektor ketenagakerjaan nasional.

Kementerian merilis data ini melalui situs Satu Data Kemnaker pada Minggu (6/4/2025).

Baca juga:  Tak Lagi Sekadar Alternatif: Dari Pistachio hingga Singkong Inovasi Susu Nabati Makin Beragam, Peluang Usaha Lokal Makin Terbuka

Lonjakan paling mencolok terjadi di Provinsi Jawa Tengah.

Wilayah ini menjadi episentrum gelombang PHK dengan menyumbang lebih dari separuh kasus, tepatnya 57,37 persen dari total pekerja yang di-PHK, meskipun di bulan Januari tidak tercatat ada PHK sama sekali di provinsi ini.

Jakarta, yang mencatat jumlah PHK tertinggi pada Januari sebanyak 2.650 orang, tidak mengalami penambahan pada Februari.

Sebaliknya, daerah lain mengalami lonjakan signifikan, seperti Provinsi Riau yang mencatat kenaikan dari 323 menjadi 3.530 orang.

Baca juga:  18 Titik Tawuran dan 11 Balap Liar Jadi Sorotan Jelang Ramadan di Tangerang

Provinsi Jawa Timur dan Banten juga tak luput dari tren serupa

Jawa Timur melaporkan 978 kasus PHK pada Februari setelah nihil di bulan sebelumnya.

Sementara itu, Banten mencatat peningkatan dari 149 menjadi 411 kasus.

Data ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah dan pelaku industri untuk segera mengambil langkah strategis dalam menjaga stabilitas

ketenagakerjaan dan mengantisipasi gelombang PHK lanjutan di bulan-bulan mendatang.(*)

Editor : Ahmad

Sumber Berita: detik.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rp24,8 Miliar untuk Gempa Ngada, Banpres Rp20 Miliar Jadi Suntikan Terbesar
99 Persen Bantuan Gempa Ngada Sudah Tersalur, BPBD Kejar Tuntas 100 Persen Pekan Ini
Tinggal 3 Hari Tanggap Darurat, Gubernur NTT Kejar Data Gempa Ngada: Semua Warga Harus Terdata
Rumah Zakat Bagikan 800 Masker di Stasiun Tangerang Pascaterjadinya Erupsi Gunung Krakatau
RDTR-KLHS Ngada Jangan Jadi Dokumen Mati, Ray Bena: Pembangunan Tak Boleh Korbankan Rakyat dan Lingkungan
Mendagri Pasang Target Percepatan Pemulihan Gempa Flores, Warga Diharapkan Natal di Rumah Sendiri
Kuasa Hukum ED Tegaskan Laporan Polisi Bukan Vonis: Tak Semua Pelapor Berakhir dengan Tersangka
Enam Gunung Api Erupsi Bersamaan, Driver Ojol Diminta Waspada
Berita ini 22 kali dibaca
Sementara itu, Banten mencatat peningkatan dari 149 menjadi 411 kasus PHK. Data ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah dan pelaku industri untuk segera mengambil langkah strategis dalam menjaga stabilitas.

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 21:29 WIB

Rp24,8 Miliar untuk Gempa Ngada, Banpres Rp20 Miliar Jadi Suntikan Terbesar

Kamis, 10 September 2026 - 20:56 WIB

99 Persen Bantuan Gempa Ngada Sudah Tersalur, BPBD Kejar Tuntas 100 Persen Pekan Ini

Rabu, 9 September 2026 - 20:35 WIB

Tinggal 3 Hari Tanggap Darurat, Gubernur NTT Kejar Data Gempa Ngada: Semua Warga Harus Terdata

Rabu, 9 September 2026 - 12:34 WIB

Rumah Zakat Bagikan 800 Masker di Stasiun Tangerang Pascaterjadinya Erupsi Gunung Krakatau

Rabu, 9 September 2026 - 11:15 WIB

Mendagri Pasang Target Percepatan Pemulihan Gempa Flores, Warga Diharapkan Natal di Rumah Sendiri

Berita Terbaru