Heboh Potongan Dana Kompensasi, Dedi Mulyadi Siap Tempuh Jalur Hukum

Avatar photo

Sabtu, 5 April 2025 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kisruh Kompensasi Angkot Puncak: Sukarela atau Dipatok Rp200 Ribu? Potret Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Istimewa)

Kisruh Kompensasi Angkot Puncak: Sukarela atau Dipatok Rp200 Ribu? Potret Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Istimewa)

 

Metrosiar – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor mengatakan bahwa para sopir angkot di kawasan Puncak, Bogor, dengan sukarela memberikan sebagian uang kompensasi yang mereka terima dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, menyampaikan para sopir secara sukarela menyerahkan dana tersebut kepada Kelompok Koperasi Serba Usaha (KKSU).

“Awalnya, sopir memberi sumbangan secara sukarela kepada KKSU. Namun, belakangan berkembang menjadi pemotongan tetap sebesar Rp200.000,” ujar Dadang di Pos Dishub Gadog, Puncak, Jumat (4/4/2025).

Dadang membantah adanya keterlibatan Dishub maupun Organda dalam pemotongan tersebut, menyebut kabar di media sosial sebagai akibat dari miskomunikasi antar kedua pihak.

“Terkait informasi simpang siur soal peran Organda, Dishub, KKSU, maupun pemilik kendaraan, sudah diklarifikasi bahwa informasi yang sampai ke Gubernur itu tidak benar dan muncul karena salah paham,” tambahnya.

Baca juga:  Jembatan Gantung vs Jembatan Rangka, Dua Akses Penghubung Warga Papi–Garutu di Enrekang

Ia menjelaskan masalah ini telah diselesaikan, dan pihaknya telah memfasilitasi pengembalian dana yang sebelumnya sempat dipotong.

Total dana sebesar Rp11,2 juta telah dikembalikan kepada para sopir.

“Hari ini sudah kami saksikan langsung, potongan sebesar Rp200.000, Rp100.000, hingga Rp50.000, yang totalnya Rp11,2 juta telah dikembalikan kepada para sopir,” jelas Dadang.

Menurutnya, pungutan tersebut murni berasal dari KKSU dan pada awalnya dianggap sebagai bentuk kerelaan dari para sopir.

Sebelumnya, sejumlah sopir angkot mengaku uang kompensasi dari Gubernur Jawa Barat telah dipotong oleh oknum.

Salah seorang sopir, Emen, menyebut sumbangan yang disebut sukarela itu sebenarnya dipatok Rp200.000 per orang.

Kompensasi diberikan oleh Dedi Mulyadi menjelang Lebaran 2025 sebagai bentuk dukungan kepada para sopir agar tidak beroperasi selama masa arus mudik dan balik.

Baca juga:  Persentase Penduduk Miskin di Ngada Turun 0,65 Persen

Dana kompensasi berasal dari Bank Jabar Peduli dan Baznas, dengan total bantuan Rp1 juta dalam bentuk uang dan Rp500 ribu berupa paket sembako.

“Bantuannya bukan dari saya pribadi, tetapi dari Bank Jabar Peduli dan Baznas. Uangnya Rp1 juta dan sembako senilai Rp500 ribu. Tapi apa yang terjadi di lapangan?” ujar Dedi Mulyadi, seperti dikutip dari kanal YouTube-nya.

Dedi menegaskan akan menindak secara hukum dugaan pemotongan dana oleh oknum dari Organda dan KKSU.

Ia pun berjanji akan mengganti dana yang dipotong tersebut kepada para sopir.

“Saya tidak suka praktik-praktik premanisme. Rp200.000 sangat berarti bagi mereka, cukup untuk makan selama beberapa hari,” ujar Dedi dalam unggahan Instagram-nya pada Jumat (4/4/2025).(*)

Editor : Ndaya Coya

Sumber Berita: https://Kompas.tv

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Partai Gelora Kota Tangerang Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Program Makan Gratis untuk Warga
Pengemudi Ojek Online dan Warga Sambut Antusias Program Makan Gratis dari Partai Gelora Kota Tangerang.
Pahlawan Nasional dari Papua yang Mengukuhkan Semangat Persatuan Indonesia
Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis
Kapolres Baru Langsung Diuji! GMNI Ngada Tantang Berantas Dugaan Rokok Ilegal: “Jangan Sampai Hukum Tumpul ke Pelanggar”
Efisiensi Anggaran Tak Halangi Mimpi Anak Ngada! Strategi RB-BDN Gaet 15 Kampus, 464 Calon Mahasiswa Siap Kuliah dengan Beasiswa Miliaran Rupiah
Omoda & Jaecoo Optimis raih target 4000 SPK di GIIAS 2026, antusiasme konsumen terus meningkat
BAZNAS Kabupaten Tangerang Dukung Khitanan Massal dan Gebyar Bakti Sosial RW 05 Kutabaru
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Partai Gelora Kota Tangerang Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Program Makan Gratis untuk Warga

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Pengemudi Ojek Online dan Warga Sambut Antusias Program Makan Gratis dari Partai Gelora Kota Tangerang.

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:57 WIB

Pahlawan Nasional dari Papua yang Mengukuhkan Semangat Persatuan Indonesia

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Efisiensi Anggaran Tak Halangi Mimpi Anak Ngada! Strategi RB-BDN Gaet 15 Kampus, 464 Calon Mahasiswa Siap Kuliah dengan Beasiswa Miliaran Rupiah

Berita Terbaru