Benarkah Wanita Dilarang Ziarah Kubur Menjelang Ramadan? Ini Penjelasan Gus Baha

Avatar photo

Sabtu, 22 Februari 2025 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi berdoa dengan khusyuk di sekitar pusara, menciptakan suasana yang syahdu. Lalu, benarkah wanita dilarang ziarah kubur? Begini penjelasan Gus Baha. (Freepik)

Foto: Ilustrasi berdoa dengan khusyuk di sekitar pusara, menciptakan suasana yang syahdu. Lalu, benarkah wanita dilarang ziarah kubur? Begini penjelasan Gus Baha. (Freepik)

Metrosiar – Saat bulan Sya’ban hampir berakhir, umat Islam bersiap menyambut bulan suci Ramadan 1446 Hijriah. Salah satu tradisi yang kerap dilakukan masyarakat Indonesia menjelang Ramadan adalah ziarah kubur.

Tradisi ini memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah mengingatkan manusia akan kematian dan ketidakabadian kehidupan dunia.

Namun, muncul pertanyaan mengenai apakah perempuan diperbolehkan melakukan ziarah kubur. Untuk menjawab hal ini, ulama terkemuka asal Rembang, KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha), memberikan penjelasan yang jelas.

Dalil Boleh Wanita Ziarah Kubur

Gus Baha menjelaskan bahwa perempuan diperbolehkan berziarah kubur dengan merujuk pada hadis yang menyebutkan jawaban Rasulullah SAW terhadap pertanyaan Sayyidah Fatimah.

“Andaikan semua perempuan itu haram ziarah, Nabi tidak akan menjawab pertanyaan Sayyidah Aisyah,” paparnya dikutip dari tayangan YouTube @RasyidChannel_2F, Sabtu (22/2/2025).

Dalam hadis tersebut, Sayyidah Fatimah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, kalau saya ziarah kubur itu baca apa?” Jika ziarah kubur diharamkan bagi perempuan, tentu Nabi akan melarangnya.

Namun, yang terjadi justru Nabi mengajarkan doa yang dibaca saat ziarah, yakni:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ

Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW memperbolehkan Sayyidah Aisyah berziarah kubur, yang berarti hukum tersebut juga berlaku bagi perempuan lain.

Baca juga:  Tak Hanya Hobi, Komunitas Motor Listrik COMOD Berbagi 100 Takjil untuk Masyarakat

Selain itu, berdasarkan keterangan dari Gus Baha, Rasulullah SAW tidak melarang wanita yang menziarahi makam putranya.

Hal serupa juga dilakukan Sayyidah Fatimah, yang rutin berziarah ke makam Hamzah bin Abdul Muthalib setiap hari Jumat.

“Nabi juga sering ketemu perempuan yang menunggui atau ziarah ke makam putranya, Nabi juga tidak mengingkari,” jelasnya.

“Sayyidah Fatimah juga ziarah ke makam Sayyid Hamzah setiap hari Jumat,” imbuhnya.

Larangan Ziarah Kubur dalam Islam

Mengutip NU Online, larangan dalam ziarah kubur bukan terletak pada gender, melainkan pada praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti pemujaan, penyembahan, atau meminta sesuatu kepada penghuni kubur.

Hadis yang menyebutkan larangan ziarah kubur bagi perempuan telah dicabut, sehingga hukum berziarah, baik bagi laki-laki maupun perempuan, adalah sunah.

Dalam kitab Sunan at-Tirmidzi dijelaskan, larangan tersebut berlaku sebelum Nabi SAW membolehkan umatnya untuk berziarah kubur.

Setelah diperbolehkan, hukum tersebut berlaku baik untuk laki-laki maupun perempuan.

Baca juga:  Kapolda Banten Hadiri Wisuda Purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi, Pesan Ini Jadi Sorotan

Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Fatawa al-Kubra al-Fiqhiyah oleh Ibnu Hajar al-Haitami, ziarah ke makam para wali bahkan termasuk ibadah yang disunahkan.

وَسُئِلَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ زِيَارَةِ قُبُوْرِالأَوْلِيَآءِ فِيْ زَمَنٍ مُعَيَّنٍ مَعَ الرِّحْلَةِ إِلَيْهَا… فَأَجَابَ بِقَوْلِهِ ِزِيَارَةُ قُبُوْرِ الأَوْلِيَاءِ قُرْبَةٌ مُسْتَحَبَّةٌ وَكَذَا الرِّحْلَةُ إِلَيْهَا

Artinya: Ibnu Hajar al-Haitami pernah ditanya tentang ziarah ke makam para wali pada waktu tertentu dengan melakukan perjalanan khusus ke makam mereka.

Beliau menjawab: “Berziarah ke makam para wali adalah ibadah yang disunahkan. Demikian pula dengan perjalanan ke makam mereka.” (Al-Fatawa al-Kubra al-Fiqhiyah, juz II: 24).

Berdasarkan dalil-dalil yang telah disampaikan, ziarah kubur bagi perempuan tidaklah dilarang. Justru, Nabi SAW sendiri memberikan contoh dan membolehkan wanita untuk berziarah, sebagaimana yang dilakukan oleh Sayyidah Aisyah dan Sayyidah Fatimah.

Namun yang dilarang adalah praktik-praktik yang menyimpang dari ajaran Islam, seperti menyembah atau meminta sesuatu kepada penghuni kubur.

Oleh karena itu, ziarah kubur tetap menjadi amalan yang dianjurkan, baik bagi laki-laki maupun perempuan, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.(*)

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: YouTube

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanda Tanda Keruntuhan Israel Ungkap Wamenlu RI
Cara Polisi Puloampel Jaga Kamtibmas Ini Bikin Warga Makin Dekat
Terbongkar! WN Rusia Bawa 7,8 Kg Hashish ke Bali, Akhirnya Tertangkap
170 Paket Sembako Dibagikan, Aksi Sosial Polda Banten di Karian Curi Perhatian
Ribuan Tenaga Bersatu di Jalur Ekstrem, Ini Pesan Kapolda Banten!
Jembatan Vital di Ciomas Disulap, Aksi Ditsamapta Polda Banten Jadi Sorotan
Jalan Lebar Preman Menuju Kekuasaan
Terungkap! Dua Pelaku Penganiayaan Anggota Brimob Kembali Dibekuk Polda Banten
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:38 WIB

Tanda Tanda Keruntuhan Israel Ungkap Wamenlu RI

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:03 WIB

Cara Polisi Puloampel Jaga Kamtibmas Ini Bikin Warga Makin Dekat

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:14 WIB

Terbongkar! WN Rusia Bawa 7,8 Kg Hashish ke Bali, Akhirnya Tertangkap

Senin, 8 Juni 2026 - 22:12 WIB

170 Paket Sembako Dibagikan, Aksi Sosial Polda Banten di Karian Curi Perhatian

Senin, 8 Juni 2026 - 20:32 WIB

Jembatan Vital di Ciomas Disulap, Aksi Ditsamapta Polda Banten Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Foto : Wamenlu RI Anis Matta

Nusantara

Tanda Tanda Keruntuhan Israel Ungkap Wamenlu RI

Rabu, 10 Jun 2026 - 11:38 WIB

Foto : Victor Lai

Olahraga

Menyenangkan Bertanding di Istora

Rabu, 10 Jun 2026 - 10:48 WIB