Alasan Prabowo Subianto Gelar Town Hall Meeting Danantara Secara Tertutup

Avatar photo

Senin, 28 April 2025 - 21:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Presiden Prabowo Subianto (BPMI Setpres)

Potret Presiden Prabowo Subianto (BPMI Setpres)

Metrosiar – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasan mengapa acara Town Hall Meeting Danantara di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Senin (28/4), digelar secara tertutup.

Ia menyebut banyak memberikan teguran kepada direksi Danantara sehingga merasa kurang nyaman jika hal itu disaksikan oleh media.

“Ya tertutup karena saya banyak negur juga direksi-direksi, kan gak enak kalau ditegur depan kalian [wartawan],” kata Prabowo di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (28/4).

Baca juga:  Reshuffle Kabinet Merah Putih 2025: Gerindra Dominan, Ini Daftar Lengkap Menteri Baru

Dalam arahannya, Prabowo menyampaikan beberapa poin penting, terutama mengenai peran strategis Danantara sebagai aset bangsa Indonesia.

Ia menegaskan pentingnya pengelolaan Danantara dengan prinsip transparansi dan sistem yang ketat.

“Harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dijaga, dirawat dengan sistem yang transparan dan sangat ketat karena ini adalah kekayaan yang luar biasa dan bisa mendorong kebangkitan kita,” ucap dia.

Acara Town Hall Meeting tersebut menghadirkan sejumlah perwakilan dari BUMN.

Namun, seluruh awak media diminta keluar ruangan sebelum Prabowo memberikan arahan.

Baca juga:  Hari Libur, Polisi Turun Jalan: Ada yang Berbeda di Operasi Keselamatan Maung 2026

Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Kepala Danantara, Rosan Roeslani, yang kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video kinerja Kabinet Merah Putih selama 180 hari kerja.

Sesuai agenda, Prabowo dijadwalkan untuk menyampaikan sambutan setelah video tersebut.

Namun, sebelum ia berbicara, pembawa acara meminta seluruh media untuk meninggalkan ruangan.

“Karena satu dan lain hal, teman-teman media diminta meninggalkan ruangan,” ujar pembawa acara.(*)

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas
Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa
Tangis Iringi Kepergian Ibu Maria Felnditi
Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada
Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan
Polres Ngada Bongkar 3 Kasus Kriminal: Motor Digondol, Pertalite Disedot, hingga Kasus Seksual Anak
PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:07 WIB

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 September 2026 - 07:03 WIB

Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas

Minggu, 13 September 2026 - 06:21 WIB

Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa

Jumat, 11 September 2026 - 18:43 WIB

Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada

Jumat, 11 September 2026 - 18:00 WIB

Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan

Berita Terbaru

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB

Sejumlah tokoh menghadiri pembukaan pameran seni “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Para pengunjung tampak mengamati karya-karya yang dipamerkan.

Nusantara

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:07 WIB