Banjir dan Longsor di Sumatera Tewaskan 1.000 Jiwa lebih, WALHI Sebut Dampak Deforestasi 1,4 Juta Hektar

Avatar photo

Senin, 22 Desember 2025 - 23:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu potret bencana alam di Sumatera 2025. (Istimewa)

Salah satu potret bencana alam di Sumatera 2025. (Istimewa)

Jakarta, Metrosiar – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat perlu dipandang sebagai lebih dari sekadar peristiwa alam.

Tragedi yang terjadi pada November 2025, yang menewaskan lebih dari 1.000 orang dan mengungsikan lebih dari satu juta warga, merupakan dampak nyata dari hilangnya fungsi ekologis hutan secara sistematis.

Data yang dirilis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengungkapkan, dalam kurun 2016–2024, lebih dari 1,4 juta hektare hutan di ketiga provinsi tersebut telah hilang.

Angka ini memperlihatkan bagaimana lenyapnya sistem penyangga kehidupan yang selama ini melindungi masyarakat dari bencana hidrometeorologis.

Laju deforestasi di wilayah ini, khususnya di Aceh dan Sumatera Utara, tercatat sebagai salah satu yang tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan data Global Forest Watch dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), hilangnya hutan tersebut beriringan dengan ekspansi perkebunan sawit yang masif.

Ekspansi Sawit dan Hilangnya Penyangga Alam

Dalam satu dekade terakhir, luas kebun sawit di Aceh meningkat signifikan menjadi sekitar 565.135 hektare pada 2024.

Baca juga:  Kades Kemiri Tanggapi Isu Negatif: Pintu Kantor Desa Terbuka untuk Semua

Di Sumatera Barat, angka serupa tercatat mencapai 555.076 hektare, sementara di Sumatera Utara ekspansi bahkan lebih besar, melampaui 1,5 juta hektare.

Analisis ilmiah menunjukkan korelasi kuat antara pertumbuhan areal sawit monokultur dan penyusutan tutupan hutan. Monokultur sawit tidak mampu menggantikan fungsi ekologis hutan alam dalam menyerap air, menahan erosi, dan menstabilkan tanah.

Akibatnya, saat curah hujan ekstrem melanda, air langsung menjadi aliran permukaan yang memicu banjir dan longsor.

Dampak Nyata di Tingkat Daerah Aliran Sungai (DAS)

BMKG dan BNPB telah menegaskan bahwa faktor utama peningkatan dampak bencana adalah kerusakan lingkungan akibat deforestasi dan konversi lahan.

Di Aceh, 43% tutupan hutan di DAS Krueng Trumon telah hilang sejak 2016. Sementara itu, ekosistem Batang Toru di Sumatera Utara kehilangan 72.938 hektare hutannya.

Studi menunjukkan bahwa setelah hutan dibuka, frekuensi banjir dapat meningkat drastis hingga 18 kali lipat dengan tingkat keparahan lebih dari dua kali lipat.

Di Aceh, wilayah dengan tutupan pohon rendah dan dominasi sawit tercatat memiliki probabilitas banjir tertinggi.

Baca juga:  PLN Indonesia Power UBP Lontar Adakan Pelatihan Membatik di MI Al-Husna: Wujud Inklusivitas Bersama Kelompok Nol Satu Tangerang

Kebijakan sebagai Akar Masalah

Bencana ini menguak kegagalan tata kelola ruang dan penegakan hukum. Regulasi serta peta kawasan rawan bencana sebenarnya telah tersedia, namun keberanian politik untuk menegakkannya sering kali tunduk pada tekanan investasi dan kepentingan korporasi.

Pemberian izin usaha di kawasan hulu yang seharusnya dilindungi telah berkontribusi pada akumulasi risiko ekologis.

Tanggung jawab utama untuk mencegah terulangnya bencana serupa berada di tangan negara.

Bantuan kemanusiaan dari masyarakat dan publik figur, meski penting sebagai wujud solidaritas, tidak dapat menggantikan peran pemerintah dalam melakukan koreksi kebijakan agraria dan ekonomi yang selama ini permisif terhadap perusakan hutan.

Sumatera saat ini tidak hanya berhadapan dengan cuaca ekstrem, melainkan dengan krisis ekologis struktural akibat kebijakan yang mengorbankan fungsi lingkungan.

Tanpa perubahan mendasar dalam paradigma pembangunan dan penegakan hukum lingkungan yang konsisten, bencana serupa hanya menjadi persoalan waktu yang menunggu untuk terulang kembali.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anis Matta: “Partai Politik Kalau Hanya Ikut Arus, Kita Bukan Pemimpin!”
Pesan Menyentuh Kapolres Cilegon di Hari Donor Darah Sedunia, Ajak Warga Selamatkan Nyawa
Rapimnas LMP 2026 Bongkar Arah Baru Organisasi
Anis Matta Yakin Gelora Tembus Senayan 2029, Ini Strateginya
Posyandu Pasar Kemis Dibidik Jadi yang Terbaik di Banten, Tim Kabupaten Turun Langsung!
Gelar Perkara Tuntas, Polda Banten Hentikan Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen
Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
Bulan Muharram Bulannya Allah Ini Amalan dan Keutamannya
Berita ini 28 kali dibaca
Bencana banjir-longsor di Sumatera akibat deforestasi 1,4 juta hektare untuk sawit. Data WALHI & KLHK ungkap krisis ekologis struktural.

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 11:51 WIB

Anis Matta: “Partai Politik Kalau Hanya Ikut Arus, Kita Bukan Pemimpin!”

Senin, 15 Juni 2026 - 11:21 WIB

Pesan Menyentuh Kapolres Cilegon di Hari Donor Darah Sedunia, Ajak Warga Selamatkan Nyawa

Senin, 15 Juni 2026 - 10:15 WIB

Rapimnas LMP 2026 Bongkar Arah Baru Organisasi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:21 WIB

Posyandu Pasar Kemis Dibidik Jadi yang Terbaik di Banten, Tim Kabupaten Turun Langsung!

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:18 WIB

Gelar Perkara Tuntas, Polda Banten Hentikan Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen

Berita Terbaru

Emas mulai naik di awal pekan, Investor mulai semangat lagi mengamankan emas sebagai Safe Haven sebelum harga emas semakin naik tinggi.

Bisnis & Investasi

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Senin, 15 Jun 2026 - 12:37 WIB

Politik & Pemerintahan

Anis Matta: “Partai Politik Kalau Hanya Ikut Arus, Kita Bukan Pemimpin!”

Senin, 15 Jun 2026 - 11:51 WIB

Jajaran pengurus pusat dan daerah Laskar Merah Putih berfoto bersama usai pelaksanaan Rapimnas 2026 di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Sabtu (13/6/2026).

Nusantara

Rapimnas LMP 2026 Bongkar Arah Baru Organisasi

Senin, 15 Jun 2026 - 10:15 WIB

Suasana penyampaian keterangan kepada awak media usai rapat paripurna DPRD DKI Jakarta terkait pengesahan Peraturan Daerah tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN), di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Hukum & Kriminal

137 Wilayah Jakarta Rawan Narkoba, DPRD Sahkan Perda Baru!

Senin, 15 Jun 2026 - 07:14 WIB