Metrosiar – Tanaman jarak sudah lama dikenal sebagai herbal dengan segudang manfaat. Hampir semua bagian dari tanaman Ricinus communis L ini bisa dimanfaatkan, salah satunya bagian daun yang populer digunakan sebagai obat tradisional.
Dalam buku A Guide Book of Invasive Plant Species in Indonesia terbitan KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, disebutkan bahwa daun jarak memiliki 5–11 lobus iris dengan warna hijau keunguan atau kemerahan dan permukaan mengkilap.
Menurut jurnal dari National Center for Biotechnology Information (NCBI), tanaman jarak masuk dalam famili Euphorbiaceae.
Daunnya mengandung berbagai senyawa aktif yang bersifat antidiabetik, antiinflamasi, antimikroba, antioksidan, antifertilitas, hingga insektisida.
Namun, penting diingat bahwa beberapa senyawa dalam tanaman jarak juga dapat menjadi racun bila dikonsumsi berlebihan. Oleh karena itu, penggunaannya harus sesuai takaran dan sebaiknya didampingi saran medis.
Manfaat Daun Jarak untuk Kesehatan
Berikut adalah berbagai khasiat daun jarak yang sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional:
- Mengobati Bengkak – Daun jarak dikukus hingga layu, lalu ditempelkan pada area yang bengkak.
- Meredakan Hernia – Lumatkan daun jarak dengan sedikit garam, kemudian tempelkan pada titik tengah telapak kaki.
- Mengatasi Luka Koreng – Tempelkan daun jarak segar yang sudah direndam air panas pada luka.
- Menurunkan Gula Darah – Rebus daun jarak dan minum airnya untuk membantu menstabilkan kadar gula darah.
- Mengobati Sariawan – Getah daun jarak bisa langsung dioleskan pada sariawan.
- Meredakan Perut Kembung – Daun jarak dilayukan di atas api lalu dioleskan bersama minyak kayu putih atau minyak telon di perut.
- Mengurangi Ruam Popok pada Bayi – Campuran minyak jarak dan tumbukan daun jarak membantu meredakan iritasi kulit bayi.
- Menurunkan Demam pada Bayi – Kompres campuran daun jarak dan minyak kayu putih di tubuh bayi.
- Mengencangkan Payudara – Oleskan tumbukan daun jarak pada payudara selama 15 menit secara rutin.
- Mengurangi Risiko Kanker Payudara – Air rebusan daun jarak dipercaya memiliki sifat antikanker.
- Meredakan Nyeri Haid (Dismenorea) – Minum air rebusan daun jarak selama masa menstruasi.
- Melindungi Hati dari Kerusakan – Rebus sekitar 20 lembar daun jarak, lalu minum dua kali sehari untuk membantu kesehatan liver.
- Mengatasi Sembelit – Daun jarak yang dikukus bisa dijadikan lalapan untuk melancarkan pencernaan.
- Mengurangi Nyeri Rematik – Air rebusan daun jarak bermanfaat untuk meredakan nyeri sendi.
- Meredakan Sakit Gigi – Getah daun jarak bisa dioleskan pada gigi yang sakit.
- Mengencerkan Dahak dan Mengatasi Batuk – Minum rebusan daun jarak secara rutin.
- Mengatasi Ketombe – Tumbukan daun jarak dioleskan pada kulit kepala untuk mengurangi ketombe.
- Meredakan Radang – Air rebusan daun jarak diminum secara rutin untuk mengurangi peradangan.
- Sebagai Antiserangga Alami – Daun jarak yang digosokkan ke kulit dapat mencegah gigitan nyamuk.
- Mengurangi Gatal pada Kulit – Air rebusan daun jarak bisa digunakan untuk mandi atau dioles bersama minyak kelapa.
Efek Samping Daun Jarak
Walau memiliki banyak manfaat, konsumsi daun jarak secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping, seperti:
- Mual dan muntah
- Diare
- Kram perut
- Gangguan pencernaan lainnya.
Oleh sebab itu, sebaiknya penggunaan daun jarak tidak sembarangan dan lebih aman jika mengikuti petunjuk tenaga medis atau herbalis berpengalaman.*
Editor : Konradus Fedhu
Sumber Berita: Metrosiar









