Metrosiar – Perusahaan manajemen baru Xiumin, INB100, pada hari Selasa menuduh SM Entertainment telah mengintervensi KBS untuk menghalangi penampilan penyanyi EXO tersebut di acara musik “Music Bank.”
Keesokan harinya, MC Mong, salah satu pendiri One Hundred, turut mengkritik SM Entertainment atas dugaan pengaruh yang mereka berikan kepada stasiun penyiaran tersebut.
Tuduhan Blokir Penampilan Xiumin di “Music Bank”
One Hundred, perusahaan induk INB100 yang menaungi Xiumin, mengungkapkan bahwa mereka tidak mendapatkan respons dari KBS meskipun telah berulang kali mencoba mengatur jadwal penampilan Xiumin di program tersebut.
Mereka juga menyebutkan KBS secara informal memberi tahu bahwa “Xiumin tidak akan diizinkan tampil di acara tersebut bersama artis-artis dari SM Entertainment.”
MC Mong Kecam SM Entertainment di Media Sosial
MC Mong juga memposting kritik keras melalui media sosialnya: “Apakah kalian ingat datang ke rumah saya untuk meminta maaf? Sekarang, kalian mengisolasi diri, bertindak biadab dan kekerasan. Itu sangat memalukan.”
Postingan tersebut kini telah dihapus.
KBS Membantah Tuduhan Pengucilan
Namun, KBS membantah klaim tersebut dengan menyatakan bahwa pembicaraan terkait penampilan Xiumin masih berlangsung dan tidak ada niat untuk mengecualikan dirinya.
Perpecahan Antara Xiumin dan SM Entertainment
Xiumin memutuskan untuk meninggalkan SM Entertainment pada 2023 dan bergabung dengan INB100, agen yang didirikan oleh sesama anggota EXO, Baekhyun dan Chen.
Isu ini muncul setelah perselisihan hukum sebelumnya yang melibatkan Baekhyun, Chen, dan Xiumin mengenai kontrak mereka dengan SM Entertainment, yang mengarah pada kesepakatan di bulan Agustus agar ketiga anggota tersebut melanjutkan kegiatan EXO di bawah SM sambil mengejar karier solo mereka.
Perseteruan yang Melibatkan MC Mong dan Big Planet Made
SM Entertainment sebelumnya menuduh MC Mong dan Big Planet Made berusaha merekrut anggota EXO, tuduhan yang dibantah oleh kedua belah pihak. Saat itu, MC Mong menjabat sebagai direktur internal BPM.
Pengaruh Agensi Terhadap Industri K-pop
Kritikus musik Lim Hee-yun mengungkapkan bahwa jika klaim One Hundred terbukti benar, masalah ini menunjukkan ketimpangan dalam industri K-pop, di mana saluran penyiaran utama dan agensi besar memiliki kendali besar atas promosi artis.
Menurutnya, dengan keterbatasan jumlah perusahaan produksi dan penyiaran berpengaruh, kasus seperti ini bisa saja terjadi.
Peran Penggemar dalam Konflik Industri K-pop
Stephanie Choi, seorang peneliti pascadoktoral di State University of New York di Buffalo, menambahkan bahwa perusahaan K-pop kini semakin mengandalkan penggemar untuk mendukung artis mereka dalam konflik industri.
Dengan semakin berkembangnya media sosial, perusahaan-perusahaan K-pop kini sangat bergantung pada penggemar untuk promosi, meskipun hal ini bisa berisiko merusak citra artis jika kontroversi semacam ini muncul.(*)
Editor : Konrad
Sumber Berita: koreaherald.com









