Rekor, Rupiah Jeblok ke Rp17.000 per Dolar AS di Pasar NDF, Imbas Perang Dagang Memanas

Avatar photo

Sabtu, 5 April 2025 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Ilustrasi mata uang Rupiah tak berdaya dihadapan dolar AS. (Istimewa)

Potret Ilustrasi mata uang Rupiah tak berdaya dihadapan dolar AS. (Istimewa)

 

Metrosiar – Nilai  tukar rupiah terhadap dolar AS melemah seiring dengan memanasnya perang dagang usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif baru untuk sejumlah negara mitra dagang.

Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (4/4/2025) hingga pukul 20.53 WIB, kontrak rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) yang diperdagangkan di pasar luar negeri ambrol ke level Rp17.006 per dolar AS atau mengalami penurunan 1,58%.

Kebijakan tarif impor yang diterapkan Presiden AS Donald Trump telah diperkirakan dapat melemahkan nilai tukar rupiah.

Baca juga:  Indonesia Dinilai Siap Hadapi Tantangan Geopolitik Lewat Strategi Ekonomi Terintegrasi

Trump diketahui mengumumkan kebijakan tarif resiprokal yang berdampak signifikan bagi sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Dalam kebijakan ini, produk non-migas Indonesia dikenakan tarif sebesar 32% saat memasuki pasar AS.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan kebijakan tarif Trump membuat nilai rupiah kembali mengalami tekanan.

Dia memperkirakan rupiah akan melemah hingga ke level Rp17.000 per dolar AS.

“Perang dagang ini bisa membuat mata uang rupiah kembali melemah, dan kemungkinan besar dalam minggu-minggu ini pembukaan pasar di level Rp16.900 dan ada kemungkinan besar pecah telur juga di Rp17.000,” kata Ibrahim.

Baca juga:  Trump Tangguhkan Tarif Timbal Balik 90 Hari, Naikkan Tarif Impor China Jadi 125%

Adapun, kondisi perang dagang memanas usai China mengumumkan tarif balasan terhadap AS.

China bakal mengenakan tarif tambahan sebesar 34% untuk semua produk asal AS.

“Tarif tersebut akan berada di atas tarif yang berlaku saat ini,” demikian keterangan Kementerian Keuangan China.

Sementara, Kementerian Perdagangan China menyampaikan pembatasan ekspor sejumlah komoditas ke AS, seperti samarium, gadolinium, terbium, diprosium, lutetium, scandium, dan itrium.(*)

Editor : Ndaya Coya

Sumber Berita: Market

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, WNI Diminta Waspada
Mahasiswa Global Institut Ajarkan QRIS dan Canva di Desa Gempol Sari
Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
Markas Baru Ronaldinho di Italia: Stadio Bruno Benelli Siap Jadi Panggung Comeback R10
Ronaldinho Comeback di Usia 46 Tahun, Bidik Gol ke-300 Bersama Ravenna FC
Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol
Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 10:32 WIB

Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, WNI Diminta Waspada

Kamis, 17 September 2026 - 13:51 WIB

Mahasiswa Global Institut Ajarkan QRIS dan Canva di Desa Gempol Sari

Selasa, 15 September 2026 - 15:01 WIB

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Markas Baru Ronaldinho di Italia: Stadio Bruno Benelli Siap Jadi Panggung Comeback R10

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Tawuran dan Balap Liar Dibubarkan, Dua Pemuda Ditangkap di Jaktim

Minggu, 27 Sep 2026 - 12:06 WIB

Hukum & Kriminal

Lapas Cibinong Disorot, Temuan “Kluster Mewah” Picu Pertanyaan Besar

Minggu, 27 Sep 2026 - 10:27 WIB

Sosial Kemasyarakatan

Ribuan Ojol Padati Kodam Jaya, HUT TNI Diwarnai Aksi Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 - 11:14 WIB

Kesehatan

10 Sesat Pikir yang Diam-Diam Bisa Menjebak Cara Berpikir

Sabtu, 26 Sep 2026 - 09:41 WIB