Paus Leo XIV dan Arah Baru Gereja: Menjawab Tantangan Revolusi Industri Kecerdasan Buatan

Avatar photo

Minggu, 11 Mei 2025 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pidato resmi perdana Paus Leo XIV di depan Dewan Kardinal (Foto: Vatikan Media)

Pidato resmi perdana Paus Leo XIV di depan Dewan Kardinal (Foto: Vatikan Media)

Metrosiar – Dalam pidato resminya yang pertama kepada Dewan Kardinal, Paus Leo XIV mengungkapkan alasan di balik pemilihan nama kepausannya.

Nama tersebut, menurutnya, mencerminkan kesinambungan misi Gereja dalam menjunjung tinggi martabat manusia dan keadilan sosial.

“Pope Leo XIII, with the historic Encyclical Rerum novarum, addressed the social question in the context of the first great industrial revolution,” ujar Paus Leo. “Today, the Church offers to all her treasure of social teaching in response to another industrial revolution and the developments of artificial intelligence.”

Pernyataan ini memperlihatkan bahwa nama yang ia pilih tidak hanya berakar pada sejarah, tetapi juga memiliki pandangan jauh ke depan dalam merespons perubahan zaman, khususnya di era teknologi dan kecerdasan buatan yang kini berkembang pesat.

Mengemban Amanah Suci di Tengah Duka Gereja

Berbicara kepada para kardinal yang disebutnya sebagai “closest collaborators of the Pope,” Paus Leo XIV menyampaikan pidato pertamanya sebagai penerus Tahta Suci.

Dalam suasana yang penuh refleksi, ia mengaku sangat menyadari beratnya tanggung jawab yang kini berada di pundaknya.

“This yoke,” katanya, “is clearly far beyond my strength – as it would be for anyone.”

Sebelum pemilihannya, Gereja berada dalam suasana berkabung karena wafatnya Paus Fransiskus. Paus Leo menggambarkan momen duka itu dan proses Konklaf sebagai “a paschal event,” yakni peristiwa iman yang diterangi cahaya Kebangkitan.

Baca juga:  Reaksi Pemerintah RI Setelah Pemerintah AS Menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Dalam penghormatan kepada pendahulunya, Paus Leo mengenang pribadi Paus Fransiskus sebagai sosok yang sederhana dan total dalam pelayanan.

Ia berkata, “Let us treasure this precious legacy and resume our journey, animated by the same hope that comes from faith.”

Sebuah seruan untuk meneruskan perjalanan rohani Gereja dengan semangat yang sama.

Misi Gereja dan Bisikan Roh Kudus di Era Modern

Paus Leo mengingatkan umat bahwa kehadiran Kristus yang Bangkit tidak selalu dinyatakan dalam gemuruh, tetapi justru dalam kesenyapan yang lembut.

“Not in the roar of thunder and earthquake,” ucapnya, “but in the whisper of a gentle breeze.”

Di sanalah, katanya, manusia paling intim menjumpai Allah. Ia menegaskan perjumpaan itu adalah pusat dari misi Gereja masa kini.

Lebih lanjut, ia menggambarkan Gereja dengan metafora yang kuat—sebagai “womb” dan “flock,” “field” dan “temple.”

Ia memuji semangat kesatuan umat dalam masa berkabung, yang menurutnya telah “revealed the true greatness of the Church.”

Melanjutkan Jalan Konsili dan Evangelisasi Sosial

Menatap ke depan, Paus Leo XIV menegaskan kembali komitmen Gereja terhadap visi Konsili Vatikan II, yang semakin ditegaskan oleh Paus Fransiskus.

Baca juga:  Program Netflix Meghan Markle yang Tampilkan Kehidupannya, Ditunda hingga Maret 2025 Pasca Kebakaran Besar di Los Angeles

Ia menekankan pentingnya prinsip-prinsip utama dari Evangelii Gaudium, seperti primasi Kristus, sinodalitas, sensus fidei, kesalehan umat, perhatian terhadap kaum miskin, dan keberanian terlibat dalam dunia modern.

“These are Gospel principles through which the merciful face of the Father has been revealed and continues to be revealed in the Son made man,” ujarnya dengan keyakinan.

Ajaran Injil, bagi Paus Leo, tetap menjadi kompas moral dalam menjawab dinamika global yang terus berubah.

Doa, Komitmen, dan Harapan bagi Dunia

Menutup pidatonya, Paus Leo XIV mengajak seluruh Gereja dan para kardinal untuk terus menapaki jalan iman ini dengan ketekunan dan dedikasi.

“Prayer and commitment,” katanya, adalah bekal utama dalam perjalanan ini.

Ia menutup dengan kutipan doa Paus Paulus VI, berharap agar “a great flame of faith and love” kembali menyala di seluruh dunia, membawa terang bagi semua orang yang berkehendak baik.(*)

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: vaticannews

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Geger Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih, Ini Sosok Cole Tomas Allen, Sang Guru Terbaik yang Menjadi Pelaku
Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Awas! Share Video Serangan di Saudi Bisa Dipidana
Haji 2026 Tetap Jalan di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Jaminan Saudi
Sahabat Nabi Muhammad SAW Yang Diyakini Masih Hidup Hingga Saat Ini
Mahfuz Sidik: Jika Serangan AS–Israel Berlanjut, Iran Berpotensi Alami Genosida seperti Gaza
Timur Tengah di Ambang Ledakan Besar? Mahfuz Sidik Ungkap Lima Dampak Serius Jika Perang Berlarut
Iran Diserang, Timur Tengah Bergejolak: Mahfuz Beberkan Skenario Besar di Baliknya
Berita ini 14 kali dibaca
Paus Leo XIV menyampaikan pidato perdana kepada para kardinal setelah terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik, menekankan pentingnya martabat manusia dan keadilan sosial di tengah tantangan revolusi industri baru dan perkembangan kecerdasan buatan. Dalam pidatonya, ia mengenang warisan Paus Fransiskus serta menyerukan agar Gereja melanjutkan semangat Konsili Vatikan II dengan doa dan komitmen untuk membawa harapan serta cahaya iman bagi dunia masa kini.

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 15:44 WIB

Geger Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih, Ini Sosok Cole Tomas Allen, Sang Guru Terbaik yang Menjadi Pelaku

Senin, 20 April 2026 - 07:46 WIB

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Senin, 30 Maret 2026 - 13:00 WIB

Awas! Share Video Serangan di Saudi Bisa Dipidana

Senin, 30 Maret 2026 - 12:45 WIB

Haji 2026 Tetap Jalan di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Jaminan Saudi

Senin, 9 Maret 2026 - 14:13 WIB

Sahabat Nabi Muhammad SAW Yang Diyakini Masih Hidup Hingga Saat Ini

Berita Terbaru

Dandim 0510/Tigaraksa Letkol Inf Yudho Setyono (tengah) bersama unsur Forkopimcam dan warga berfoto usai penyerahan bantuan kepada penerima program RTLH di Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

TNI POLRI

TNI Bedah Rumah Warga Miskin di Kresek, Hasilnya Bikin Takjub

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:05 WIB

Tim Resmob Satreskrim Polres Serang saat mengamankan terduga pelaku penculikan balita di kawasan Pelabuhan Merak, Banten.

Hukum & Kriminal

Balita Dibawa Kabur ke Sumatera, Pelaku Ditangkap di Pelabuhan Merak

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:13 WIB

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah (tengah kiri) bersama jajaran Polresta Tangerang menunjukkan barang bukti hasil pengungkapan kasus peredaran obat keras ilegal di Mapolresta Tangerang.

Hukum & Kriminal

37 Ribu Obat Keras Ilegal Digerebek di Tangerang, Dua Bandar Diciduk

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:54 WIB