Metrosiar – Pihak kepolisian Korea Selatan (Korsel) melaporkan bahwa tidak ada indikasi kriminal atau penyusupan orang luar di lokasi kejadian saat ditemukan bahwa Kim Sae-ron telah meninggal dunia.
Namun, mereka belum memberikan jawaban pasti mengenai penyebab kematian aktris berusia 24 tahun tersebut.
Keterangan Polisi Terkait Penyelidikan Kematian
“Sejauh ini, belum ada bukti aktivitas kriminal, seperti tanda-tanda penyusupan eksternal, yang telah dikonfirmasi,” ujar pihak kepolisian pada Minggu (16/2), seperti dilansir Yonhap.
Mereka juga menegaskan keadaan sekitar kematian tersebut masih dalam penyelidikan.
Penyebab Kematian Masih Dalam Penyidikan
Menurut laporan dari Sports Chosun, sempat beredar informasi bahwa Kim Sae-ron diduga mengalami serangan jantung saat ditemukan tak sadarkan diri di rumahnya.
Ia segera dibawa ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak dapat diselamatkan. Meski demikian, penyebab kematian masih belum diungkapkan.
“Kami sedang menyelidiki penyebab kematian sebenarnya,” kata pihak kepolisian.
Penemuan Jenazah di Rumah Kim Sae-ron
Kim Sae-ron ditemukan meninggal dunia di kediamannya yang terletak di kawasan Seongdong, Seoul, pada Minggu (16/2).
Polisi menerima laporan mengenai kejadian tersebut pada pukul lima sore waktu setempat, yang datang dari teman dekat Kim Sae-ron, yang sebelumnya telah berjanji untuk bertemu dengan korban.
Karier Cemerlang Kim Sae-ron yang Terhenti
Kim Sae-ron, yang lahir pada 31 Juli 2000, mulai berkarier di dunia hiburan sejak usia sembilan tahun.
Ia dikenal lewat sejumlah film, seperti A Brand New Life (2009) dan The Man From Nowhere (2010). Kariernya terus berkembang seiring berjalannya waktu.
Namun, pada 2022, Kim Sae-ron terjerat masalah besar setelah terlibat dalam kecelakaan mobil akibat berkendara di bawah pengaruh alkohol di kawasan Gangnam.
Akibat kecelakaan tersebut, ia mendapat kecaman keras, yang menyebabkan kariernya terhenti. Kim Sae-ron bahkan sempat dilarang muncul di televisi nasional dan dikenai denda besar.
Depresi adalah masalah serius yang tidak boleh dianggap sepele. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami perasaan putus asa, cemas, atau memiliki kecenderungan untuk bunuh diri, sangat disarankan untuk mencari bantuan profesional.
Anda dapat mengakses layanan hotline gratis pencegahan bunuh diri Kementerian Kesehatan dan RS Marzoeki Mahdi melalui www.healing199.id, atau menghubungi nomor 119 extension 8, serta melalui WhatsApp yang tersedia di situs tersebut.
Layanan ini terhubung langsung dengan konselor dari Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi dan psikolog klinis Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia.
Semua percakapan akan diperlakukan dengan sepenuh hati, dan privasi Anda akan dilindungi.***









