Paus Fransiskus Kunjungi 68 Negara dalam 12 Tahun, Bawa Pesan Damai dan Kasih ke Penjuru Dunia

Avatar photo

Selasa, 22 April 2025 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paus Fransiskus menaiki pesawat menuju Irlandia pada Agustus 2018 di Bandara Fiumicino, Roma. (Foto: Dok. Vaticannews)

Paus Fransiskus menaiki pesawat menuju Irlandia pada Agustus 2018 di Bandara Fiumicino, Roma. (Foto: Dok. Vaticannews)

Metrosiar – Selama 12 tahun masa kepausannya, Paus Fransiskus telah mengunjungi 68 negara, menjalankan misi tanpa lelah untuk membawa Sabda Tuhan dan kasih-Nya ke seluruh umat manusia.

Dari Rio de Janeiro hingga Ajaccio, ia melakukan 47 Perjalanan Apostolik lintas benua. Jika dihitung dari jarak tempuh, Paus Fransiskus telah berkeliling dunia berkali-kali, menyampaikan pesan kedekatan dan harapan ke berbagai belahan bumi.

Perjalanan internasional pertamanya adalah ke Lampedusa, pulau kecil di selatan Italia yang menjadi pintu masuk bagi para migran ke Eropa.

Paus Fransiskus mengunjungi 68 negara, membawa pesan damai dan kasih, serta menunjukkan kepedulian kepada kaum miskin dan terpinggirkan.
Paus Fransiskus menyapa Linda Bordoni di dalam pesawat kepausan selama Perjalanan Apostoliknya ke Asia dan Oseania pada September 2024. (Foto: Dok. Vaticannews)

Kunjungan ini menandai perhatiannya kepada kaum miskin, pengungsi, dan mereka yang terpinggirkan, suatu tema yang terus ia angkat sepanjang kepemimpinannya.

Dalam setiap kunjungannya, Paus Fransiskus selalu tampil sederhana. Ia dikenal membawa sendiri tas kecil hitamnya, menyapa langsung para wartawan di dalam pesawat, dan memilih kendaraan terbuka untuk berinteraksi dengan masyarakat.

Baca juga:  Hari ke-11 Operasi Maung 2026, Satlantas Polresta Tangerang Sasar Jalur Serang yang Paling Rawan

Ia lebih memilih sambutan hangat rakyat daripada protokol mewah kenegaraan.

Paus Fransiskus mengunjungi 68 negara, membawa pesan damai dan kasih, serta menunjukkan kepedulian kepada kaum miskin dan terpinggirkan.
Paus Fransiskus berdoa bersama para migran saat kunjungannya ke Lampedusa pada tahun 2013. (Foto: Dok. Vaticannews)

Paus tak segan menyampaikan kritik langsung kepada pemimpin negara yang ia kunjungi, menuntut keadilan dan kesejahteraan umum. Namun bagi umat dan para pelayan Gereja, ia selalu hadir dengan pesan penghiburan dan rasa terima kasih.

Di tengah tantangan sekularisasi dan krisis internal Gereja, ia juga mengunjungi negara-negara Eropa seperti Belgia mengangkat isu sensitif seperti penyalahgunaan kekuasaan, gender, dan aborsi seraya tetap menyerukan persatuan dan rekonsiliasi.

Baca juga:  Telepon 110 Dijamin Dijawab 10 Detik, Kapolri Bongkar Strategi Polisi Jadi Pelayan Masyarakat
Paus Fransiskus mengunjungi 68 negara, membawa pesan damai dan kasih, serta menunjukkan kepedulian kepada kaum miskin dan terpinggirkan.
Paus Fransiskus mengunjungi sebuah sekolah untuk anak-anak penyandang disabilitas yang dikelola oleh Suster Alma di Dili, Timor-Leste, pada 10 September 2024 (VATICAN MEDIA Divisi Foto).

Beberapa kunjungannya bertujuan sebagai “ziarah perdamaian”, seperti ke Kolombia, Sudan Selatan, Irak, dan Kanada. Di Mongolia, ia menunjukkan perhatian bahkan kepada komunitas Katolik kecil yang hanya berjumlah 1.500 orang.

Paus Fransiskus mengunjungi 68 negara, membawa pesan damai dan kasih, serta menunjukkan kepedulian kepada kaum miskin dan terpinggirkan.
Paus Fransiskus menerima sambutan hangat di Ulaanbaatar pada awal Perjalanan Apostoliknya ke Mongolia, pada 1 September 2023 (Vatican Media).

Meski kondisi fisiknya semakin menurun hingga harus menggunakan kursi roda dan membatalkan sejumlah kunjungan, semangatnya tidak pernah luntur.

Ia tetap hadir untuk umatnya, termasuk di daerah terpencil seperti Papua Nugini, di mana masyarakat adat menyambutnya dengan semangat luar biasa.

Paus Fransiskus mengunjungi 68 negara, membawa pesan damai dan kasih, serta menunjukkan kepedulian kepada kaum miskin dan terpinggirkan.
Paus Fransiskus menyapa seorang pemimpin suku di Vanimo, Papua Nugini, pada 8 September 2024 (VATICAN MEDIA Divisi Foto).

Satu kunjungan yang belum pernah terjadi dan masih dinanti adalah ke tanah kelahirannya sendiri, Argentina. Namun tampaknya, bagi Paus Fransiskus, rumah adalah di mana pun ia berada, karena setiap orang adalah saudara dan saudarinya.(*)

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: vaticannews

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Geger Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih, Ini Sosok Cole Tomas Allen, Sang Guru Terbaik yang Menjadi Pelaku
Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Awas! Share Video Serangan di Saudi Bisa Dipidana
Haji 2026 Tetap Jalan di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Jaminan Saudi
Sahabat Nabi Muhammad SAW Yang Diyakini Masih Hidup Hingga Saat Ini
Mahfuz Sidik: Jika Serangan AS–Israel Berlanjut, Iran Berpotensi Alami Genosida seperti Gaza
Timur Tengah di Ambang Ledakan Besar? Mahfuz Sidik Ungkap Lima Dampak Serius Jika Perang Berlarut
Iran Diserang, Timur Tengah Bergejolak: Mahfuz Beberkan Skenario Besar di Baliknya
Berita ini 34 kali dibaca
Selama 12 tahun masa kepemimpinannya, Paus Fransiskus telah mengunjungi 68 negara, membawa pesan kasih, perdamaian, dan keadilan ke seluruh dunia. Ia dikenal karena kedekatannya dengan umat, kepeduliannya terhadap kaum miskin dan migran, serta perannya sebagai jembatan dialog di tengah konflik dan perpecahan global.

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 15:44 WIB

Geger Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih, Ini Sosok Cole Tomas Allen, Sang Guru Terbaik yang Menjadi Pelaku

Senin, 20 April 2026 - 07:46 WIB

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Senin, 30 Maret 2026 - 13:00 WIB

Awas! Share Video Serangan di Saudi Bisa Dipidana

Senin, 30 Maret 2026 - 12:45 WIB

Haji 2026 Tetap Jalan di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Jaminan Saudi

Senin, 9 Maret 2026 - 14:13 WIB

Sahabat Nabi Muhammad SAW Yang Diyakini Masih Hidup Hingga Saat Ini

Berita Terbaru

Kapolda Banten, Irjen Pol. Hengki (tengah), berfoto bersama perwakilan HMI usai audiensi di ruang kerja Kapolda Banten, Jumat (8/5/2026).

TNI POLRI

Kapolda Banten Buka Suara: “Kami Tidak Anti Kritik”

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:17 WIB

Dandim 0510/Tigaraksa Letkol Inf Yudho Setyono (tengah) bersama unsur Forkopimcam dan warga berfoto usai penyerahan bantuan kepada penerima program RTLH di Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

TNI POLRI

TNI Bedah Rumah Warga Miskin di Kresek, Hasilnya Bikin Takjub

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:05 WIB

Tim Resmob Satreskrim Polres Serang saat mengamankan terduga pelaku penculikan balita di kawasan Pelabuhan Merak, Banten.

Hukum & Kriminal

Balita Dibawa Kabur ke Sumatera, Pelaku Ditangkap di Pelabuhan Merak

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:13 WIB