Ibnu Khaldun Sang Arsitek Peradaban dan Pemikir Abadi, Ungkap Kehebatan Sebuah Negara, Ternyata Bukan dari Besarnya Pasukan, Tetapi…

Avatar photo

Senin, 11 Agustus 2025 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kisah Ibnu Khaldun, bapak sosiologi Islam dan ekonomi Islam, dengan warisan pemikiran yang membentuk wajah peradaban dunia. (Foto: X.com/@Sadik0707)

Kisah Ibnu Khaldun, bapak sosiologi Islam dan ekonomi Islam, dengan warisan pemikiran yang membentuk wajah peradaban dunia. (Foto: X.com/@Sadik0707)

Metrosiar – Nama Ibnu Khaldun bagai permata yang tak lekang dimakan waktu. Lahir di tanah Tunisia pada 1 Ramadan 732 Hijriah (27 Mei 1332 Masehi), ia bukan sekadar sejarawan, melainkan sosok yang dijuluki Bapak Sosiologi Islam.

Kecemerlangannya terpahat bukan hanya di halaman sejarah, tetapi juga dalam denyut nadi ilmu pengetahuan yang ia wariskan.

Sejak belia, Ibnu Khaldun telah menapaki jalan ilmu. Hafal Al-Qur’an di usia muda, pikirannya berlari lebih cepat dari zamannya. Ia tumbuh di tengah keluarga terpelajar, menyelami ilmu agama, menguasai bahasa, dan mengarungi lautan pengetahuan tanpa henti.

Semangatnya membaca, berdiskusi, dan menulis membuat namanya mulai bergema bahkan saat ia masih remaja.

Tidak puas hanya sebagai sejarawan, Ibnu Khaldun merentangkan sayap pemikiran hingga ekonomi. Ia melihat ekonomi bukan semata urusan perdagangan, tetapi jalinan erat antara politik, masyarakat, dan peradaban. Pemikirannya yang visioner membuatnya dijuluki pula sebagai Bapak Ekonomi Islam.

Baca juga:  Cole Palmer Siap Tempur, Misi Terakhir McFarlane Sebelum Liam Rosenior Berkuasa

Perjalanan hidupnya bukan sekadar dalam ruang belajar. Ibnu Khaldun mengembara dari satu negeri ke negeri lain, menyatu dengan berbagai masyarakat, mengamati denyut kehidupan mereka. Dari perjalanan itu, lahirlah pandangan-pandangan tajam yang kelak menjadi fondasi dalam karya besarnya.

Salah satu mahakarya yang mengukuhkan namanya adalah Muqaddimah. Meski ditulis sebagai pengantar untuk kitab sejarahnya al-‘Ibar, isinya menjangkau jauh melampaui kronik peristiwa.

Di dalamnya, Ibnu Khaldun membedakan masyarakat primitif dan modern, serta mengurai bagaimana pemerintahan terbentuk dan berkembang. Ia bahkan menyingkap lima tahap siklus kekuasaan sebuah negara, dimulai dari lahirnya negara dengan semangat juang para pendirinya hingga titik puncak dan kemunduran.

Baca juga:  Pertamina NRE Pimpin Satuan Tugas Energi Bersih ASEAN

Baginya, kekuatan sebuah negara tidak hanya diukur dari besarnya pasukan, tetapi juga dari moralitas, tekad, dan kebijaksanaan pemimpinnya dalam menjaga harmoni antara kekuasaan dan kesejahteraan rakyat.

Pemikiran Ibnu Khaldun tetap menyala hingga kini, menjadi cermin bagi dunia yang terus berputar dalam dinamika politik dan sosial.

Ia menghembuskan napas terakhir di Kairo pada 19 Maret 1406 M, namun warisan intelektualnya tetap abadi. Ibnu Khaldun meninggalkan bukan sekadar catatan sejarah, melainkan peta pikiran yang menuntun siapa saja yang ingin memahami rahasia perjalanan peradaban manusia.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: Wikipedia

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol
Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3
Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Ada 10 Fakta Menarik
Semi Final Piala Dunia 2026, Perancis Nilai Paling Tinggi, Argentina Paling Subur, Spanyol Paling Minim Kebobolan dan Inggris Dengan Supporter Yang Sangat Berisik.
Israel Ditantang Turki, Segini Teknologi Perangnya
Hamas Resmi Bubar ! Setelah 19 Tahun Kuasai Gaza
Kunjungan PM. Modi, India Akan Pasok Rudal BrahMos ke Indonesia
Piala Dunia 16 Besar, Mostaza Ziko, Wasit Telah Merampas Kemenangan Mesir
Berita ini 18 kali dibaca
Kisah Ibnu Khaldun, bapak sosiologi Islam dan ekonomi Islam, dengan warisan pemikiran yang membentuk wajah peradaban dunia.

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:35 WIB

Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:25 WIB

Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:29 WIB

Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Ada 10 Fakta Menarik

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:54 WIB

Semi Final Piala Dunia 2026, Perancis Nilai Paling Tinggi, Argentina Paling Subur, Spanyol Paling Minim Kebobolan dan Inggris Dengan Supporter Yang Sangat Berisik.

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:47 WIB

Israel Ditantang Turki, Segini Teknologi Perangnya

Berita Terbaru

TNI POLRI

Tiga Jenderal Bertemu, Ada Agenda Penting untuk Jakarta

Sabtu, 8 Agu 2026 - 08:51 WIB